
Penjara xxxxxxx
Prancis
Disebuah ruangan penjara sempit dan pengap yang diliputi suasana gelap dan suram, terlihat langkah kaki seseorang berjalan secara perlahan menuju kearah Paling ujung jeruji besi tersebut.
Sosok tersebut melangkah dengan gerakan pasti menuju kearah depan nya diiringi oleh seorang petugas sipir Perempuan dan seorang petugas sipir laki-laki.
Sang petugas laki-laki terlihat melirik kearah petugas Perempuan, dia menaikkan ujung bibirnya untuk beberapa waktu kemudian mereka menatap sosok yang berdiri di hadapan mereka dan terus mengikuti langkah nya.
"Seberapa jauh?"
Sosok tersebut bertanya sambil mengeluarkan suara parau nya, samar-samar wajah perempuan tersebut terlihat di balik cahaya pelit lampu remang-remang di sepanjang lorong penjara tersebut.
Entah ekspresi apa yang di tonjolkan oleh wajah tersebut cukup sulit untuk di mengerti, Alih-alih peduli ekspresi wajah perempuan tersebut, dua petugas sipir itu terlihat kembali saling melirik, seolah-olah memberikan kode siapa yang seharusnya menjawab pertanyaan perempuan tersebut.
"3 pintu penjara lagi"
__ADS_1
Sipir laki-laki bicara dengan cepat dan tegas, tidak peduli siapa lawan bicara nya, dia hanya menjawab seadanya sesuai etika di dalam penjara.
Benar saja, setelah melewati 3 kali pintu penjara, Perempuan tersebut tiba di sebuah pintu penjara di sisi kiri nya, bisa dia lihat Seseorang meringkuk di pinggir jeruji, membiarkan tubuhnya ditutupi oleh kain tipis tanpa penyangga di kepalanya.
kehidupan penjara jelas begitu keras dan sulit, bukan seperti penjara di Indonesia,. penjara di luaran sana tidak menampilkan sisi enak dan nyamannya.
Karena itu angka Kejahatan disana masih bisa ditekan, sekali nya sudah berbuat jahat dan terbelenggu di penjara nya maka setelah bebas mereka akan berfikir keras untuk kembali melakukan sebuah kejahatan.
Bahkan hukuman mati kelas berlaku begitu kejam, tidak pandang siapa pun Keluarga mu, hukum tetap akan berjalan sesuai dengan yang seharusnya.
"Bill...?!"
Bill Rowland langsung membuka bola matanya dengan gerakan cepat saat dia mendengar suara seseorang memanggil nama nya.
"Siapa?"
Laki-laki itu bertanya sambil mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Belum juga perempuan itu bisa menjawab, sang sipir perempuan tiba-tiba berkata.
"bicara di ruang yang tersedia, 10 menit tidak lebih"
Dia meminta Perempuan tersebut bergerak mengikuti langkah nya, sedangkan sang sipir Laki-laki langsung membuka pintu penjara dengan gerakan yang cukup kasar, memasukkan salah satu kunci di antara puluhan kunci yang tersusun mengelilingi satu rangkaian seperti gelang bulat berukuran tebal.
Perempuan tersebut pada akhirnya diam, Bergerak mengikuti langkah sang sipir menuju kearah satu ruangan, sedangkan Bill Rowland Secara perlahan keluar dari jeruji besi tersebut mengikuti perintah sang sipir dan pasrah ketika tubuhnya terkadang di dorong dengan gerakan yang begitu kasar.
Bill Rowland masih bertanya-tanya didalam hatinya soal siapa yang mendatangi nya, Sebab dia tidak mengenal suaranya dan cukup kesulitan melihat wajah asli yang mengunjungi nya mengingat betapa gelap nya penjara yang dia tempati saat ini.
Dia melangkah menuju kearah depan, berjalan dengan sedikit terseok-seok karena kaki nya didera luka untuk beberapa waktu selama dia dipenjara.
Sejenak Bill Rowland menatap satu ruangan kecil yang disekat kaca didepan serta sisi kiri dan kanan nya, laki-laki tersebut melangkah masuk kedalam sana dan mencoba menatap sosok yang tengah duduk di depan ruangan tersebut sebagai perlahan.
Awalnya dia belum melihat dengan jelas wajah tersebut, hingga akhirnya semakin dia mendekati sosok tersebut dia baru bisa melihat wajah tersebut dengan seksama.
Seketika Bill Rowland membulat kan bola matanya saat dia sadar sosok siapa yang ada di hadapannya dia dan mencoba mengunjungi nya saat ini.
__ADS_1
Tidak mungkin?!.
Laki-laki tersebut seketika tercekat dan dia terlihat kesulitan menelan salivanya.