Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Antara mimpi dan nyata


__ADS_3

Ketika matahari mulai menyeruak masuk melalui glass block bermotifkan cristal di atas gedung dimana mereka terlelap.


Azlan secepat kilat membuka bola mata nya, laki-laki itu langsung memicingkan sebelah bola matanya dan menatap cahaya matahari yang mulai mengarah kearah mereka.


Laki-laki itu buru-buru menatap Nadine masih tidur bersandar di bahu kirinya.


Dia secara perlahan menyusuri bola matanya ke sisi kiri dan kanan, mencari sesuatu disana.


Begitu melihat sebuah kardus bekas yang masih begitu kokoh dan keras di sisi kanan nya, Azlan meraihnya dengan cepat.


Mencoba menahan kepala Nadine dan meletakkan kepala gadis itu keatas kardus tersebut.


Tapi sebelum nya dia mencoba mencari sesuatu untuk dijadikan ganjalan di bawah kepala gadis tersebut.


Begitu melihat jas nya yang telah melorot ke bawah paha Nadine, Azlan buru-buru meraih nya dan menjadikan nya ganjalan agar gadis itu merasa nyaman.


Posisi tidur gadis tersebut kini menyamping, beralaskan jas berbahan lembut dan hangat mendominasi berwarna hitam pekat.


Setelah itu Azlan secara perlahan menggeser tubuhnya, dia menoleh kebelakang sejenak, memastikan matahari tidak mengenai wajah gadis tersebut.


Dia tahu sejak dulu tiap kali terkena terpaan matahari wajah Nadine akan memerah seperti udang rebus.


Wajah dan kulit putih itu cukup sensitif terkena sinar matahari.


Setelah memastikan bahwa sinar matahari nya tidak mengenai Nadine, laki-laki itu terlihat tidak bergeming.


Memilih menelisik wajah cantik dihadapan tersebut untuk beberapa waktu, seulas senyuman mengambang di bibir nya.


Secara perlahan Azlan menyentuh lembut pipi kiri Nadine dengan tangan kanan nya kemudian anggaplah dia cukup gila karena tidak bisa menahan kerinduan.


Terlalu nekat kah?!.

__ADS_1


Dia memberikan ciuman manis di bibir gadis tersebut secara perlahan.


Niat nya hanya melesatkan sedikit saya ciuman manis, tapi dia seolah-olah tidak rela melepaskan ciuman tersebut, membiarkan nya bertahan sedikit lebih lama dan Bergerak lembut memenuhi indah yang tidak bergeming sama sekali tersebut.


Nadine menggeliat pelan ketika gadis itu merasa ada sesuatu yang aneh menyentuh bibirnya, awal nya seolah-olah ada yang menempel kemudian lama-lama sesuatu terasa bergerak dengan lembut di seluruh bagian bibir nya.


Dia Fikir apakah dia sedang bermimpi?!.


Bukankah rasa nya begitu aneh dan sangat nyata, begitu hangat dan lembut bahkan dia bisa merasakan pipi nya disentuh oleh sesuatu yang tidak dia tahu apa.


Mom?!.


Nadine fikir biasanya yang akan datang kekamar nya adalah Mommy nya, bicara atau berbisik lembut untuk membangun dirinya.


Apakah ini hari libur?!.


Mommy nya akan datang di waktu weekend, memberikan kejutan manis dan mencium lembut kening.


Begitu lah kebiasaan Mommy mereka.


Selalu memperlakukan anak-anak nya dengan cara yang begitu manis dan lembut.


Sejenak Nadine diam, tidak bergeming dan masih menikmati tidurnya.


Tapi kali ini dia Fikir seseorang benar-benar mencium lembut kening nya.


Mom?!.


Dia seketika tersentak dari tidurnya, mencoba membuka matanya secara perlahan.


Mencoba mengambil kesadaran nya dengan cepat.

__ADS_1


Tapi tiba-tiba suara keributan terdengar disekitar, saling sahut menyahut dan entahlah.


Begitu Nadine membuka bola matanya dia baru sadar ada banyak sekali orang-orang yang telah menyeruak masuk kedalam gudang tersebut.


"Tuan, anda baik-baik saja?'


"Sir maafkan saya, saya tidak tahu anda masih didalam"


"Miss, maaf ini semua kesalahan saya..."


Suara saling bersahutan Terdengar memenuhi ruangan tersebut.


Seolah-olah baru tersadar ini bukan di mansion atau apartemen nya, Nadine langsung berusaha untuk menyadarkan dirinya.


Mereka terkurung di gudang, dia baru ingat soal itu.


Dan black panther nya?!.


Seketika Nadine mencoba mencari sosok tersebut, Azlan terlihat berdiri disisi kanan nya, menatap beberapa karyawan nya dengan pandangan datar dan dingin, kemudian laki-laki itu menoleh kearah Nadine.


"Aku akan mengantarmu pulang"


Laki-laki itu bicara perlahan kemudian membuang pandangannya.


Pernah melihat laki-laki yang hanya bicara dan bersikap lembut pada orang yang di anggap nya istimewa tapi begitu dingin dan datar terhadap orang lain yang dianggap nya tidak penting?!.


Itu adalah Azlan Del Piero.


Laki-laki itu langsung mengubah pandangan bola matanya tiap kali menatap gadis dihadapannya tersebut.


Hingga menimbulkan kecurigaan serta kecemburuan gadis atau perempuan manapun yang melihat nya.

__ADS_1


Dan yakinlah laki-laki seperti itu tidak akan pernah tergoda pada perempuan manapun ketika dia telah menetap kan hati nya.


__ADS_2