Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Momok menakutkan "Mandul"


__ADS_3

Nadine Fikir Bagaimana bisa laki-laki itu memutuskan akan menentukan tanggal pernikahan mereka sedangkan kehidupan asmara nya dengan Bill Rowland belum tahu bagaimana akhir nya.


Nadine tidak yakin jika Bill Rowland mau membatalkan pernikahan mereka mengingat bagaimana laki-laki itu selama beberapa Minggu ini terus mendesak dirinya.


Bahkan pertengkaran hebat terjadi di antara mereka beberapa hari yang lalu.


Dia ingat bagaimana mereka berdebat dan saling enggan mengalah.


Ini untuk pertama kalinya mereka bertengkar selama mereka dekat hingga akan menikah dalam beberapa tahun belakangan.


"Kau mengkhianati diriku?"


Bill Rowland terlihat begitu marah.


Brakkkkkkk


Baru kali ini dia melihat betapa kasar nya laki-laki tersebut, dia menendang bagian pintu kamar depan di mansion Milik Nadine.


Laki-laki itu belum pernah bersikap kasar dan semarah itu selama mereka saling mengenal.


Meskipun Nadine tidak benar-benar paham bagaimana sikap asli Bill Rowland, tapi sekalipun Bill Rowland ingin bersikap kasar pada nya laki-laki tersebut pasti harus berfikir dua tiga kali.


Nadine seorang petarung, Mampu mengangkat senjata bahkan mampu memukul balik lawan, kehidupan Nadine jelas berbeda dengan Freya.


Adik kembarnya sama sekali tidak tahu bagaimana cara melindungi diri sendiri dan menegang senjata, sedangkan Nadine terlatih sejak kecil untuk melakukan hal tersebut.


Jadi dia tidak tahu apakah itu juga menjadi alasan Bill Rowland enggan untuk melakukan perdebatan dan melakukan kekerasan dengan dirinya.


Sebab alih-alih bisa mengasari Nadine, bisa-bisa laki-laki itu yang berujung fatal karena Nadine.


"Kau yang mengkhianati diri ku lebih dulu"

__ADS_1


Nadine bicara cepat, menjawab ucapan Bill Rowland, dia enggan berdebat, lebih memilih untuk pergi ke dapur.


Laki-laki itu jelas marah, langsung menarik kasar lengan Nadine.


"Berhentilah mengelak dan berfikir seolah-olah aku yang mengkhianati kamu lebih dulu"


Bola mata Bill Rowland membulat, dia berusaha untuk menatap bola mata Nadine dengan tatapan mengintimidasi.


Dia ingin gadis itu takut dan merasa terpojokkan, berharap bisa mengendalikan Nadine dengan cara nya sendiri.


Alih-alih takut, merasa terpojokkan atau terintimidasi, Nadine malah balik menatap tajam wajah Bill Rowland.


"Setelah jelas-jelas kamu berkata jika kamu berselingkuh pada Azlan Del Piero dibelakang Ku, membawa seorang perempuan, mencium dan merangkul nya, kini kamu bilang berhentilah mengelak dan berfikir kamu menghianati aku?"


Tanya Nadine dengan nada yang tinggi.


"Setelah Berkata aku gadis yang mandul, kini seolah-olah tanpa dosa kamu Berkata kita harus melanjutkan pernikahan kita? kau pasti bercanda"


"Mandul? kata-kata itu begitu menyakitkan, kamu bilang itu bukan persoalan buruk di antara kita, setelah mendiskusikan nya, kamu bilang anak-anak bukan prioritas utama kita, lalu bagaimana bisa kamu membuka rahasia yang seharusnya tidak didengar orang lain kepada laki-laki lain?".


Dan suara Nadine jelas memecah keadaan, seketika bola mata nya berkaca-kaca.


Mandul?!.


Kata itu menjadi momok paling menakutkan untuk seorang perempuan, bagaimana bisa laki-laki itu menyakiti perasaan nya soal kata mandul pada laki-laki lain yang tidak seharusnya tahu soal tes kesehatan medis mereka.


Mendengar ucapan Nadine seketika Bill Rowland menelan salivanya.


"Nadine"


Dia mencoba menyentuh Wajah Nadine, cukup menyesal dengan ucapan yang dia lontarkan kala itu.

__ADS_1


"Maafkan aku...Nad aku.."


"Pulanglah"


Dia sama sekali tidak ingin mendengar kan ucapan laki-laki itu, Nadine membalikkan tubuhnya dengan cepat tanpa ingin menoleh kearah laki-laki itu lagi.


"Biarkan aku berfikir dengan baik, mungkin menunda pernikahan memang jalan terbaik untuk kita"


"Sayang...?"


Suara Mama Hazel seketika mengejutkan Nadine.


"Apa kamu mendengar kan nya? katakan pada kami, kapan tanggal yang cocok untuk saling bertemu keluarga"


sejenak Nadine menatap dalam bola mata wanita di hadapannya tersebut, kemudian dia menoleh kearah Azlan.


"Itu... aku ingin tahu soal sesuatu"


Ucap Nadine dengan suara yang begitu pelan.


"Ada apa, nak?"


Daddy Ozvit bertanya sambil menatap dalam wajah Nadine.


"Apakah kalian akan tetap melanjutkan pernikahan Seandainya aku adalah seorang perempuan mandul?"


Tanya Nadine sambil menatap kedua orang itu secara bergantian kemudian dia menoleh kearah Azlan.


"Ya?"


Mommy Hazel bertanya sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


__ADS_2