
Disisi lain
Ketika sang pembawa acara telah mulai membuka acara dengan kata bismillahirrahmanirrahim, semua tamu undangan yang awalnya masih memecah arah di berbagai penjuru langsung menempati diri ke masing-masing kursi.
Nuansa elegan nan mewah terasa memenuhi ruangan besar bangunan tersebut.
*****
masih berada di ruangan terpisah Nadine Dan Aslan tampak menahan gejolak perasaan di masing-masing hati.
Ini adalah waktunya akad nikah Mereka dimana Azlan terlihat duduk menghadap kearah Allzigra, Gao Han dan seorang laki-laki tua berusia lebih dari 55 tahunan.
"Bismillahirrahmanirrahim"
Ketika laki-laki tua tersebut mulai mengeluarkan kata-kata nya, Azlan secara perlahan menarik nafasnya dengan cepat, detak jantung nya seolah-olah berpacu dengan waktu dan berkata ini benar-benar Sesuatu yang begitu berbeda dengan berbagai macam persoalan yang dia hadapi selama hidup nya.
Menghadapi lawan itu biasa, menghadapi kegagalan dalam berbisnis bukan perkara besar yang harus dia khawatirkan, menghadapi perempuan-perempuan yang tidak dia sukai tinggal dia bilang dia tidak menyukai mereka.
tapi menghadapi pernikahan untuk dirinya sendiri, menghadap sang calon ayah mertua dan menyebut kan nama gadis yang telah mencuri hatinya jelas terasa begitu luar biasa membuat dia berdebar-debar tidak menentu.
Jangan ditanya hati ayah mana tidak resah, gelisah dan ah entahlah saat anak-anak mereka menikah, apalagi saat yang meminang dan menikahi putri mereka jelas-jelas tidak satu agama dengan nya.
__ADS_1
Allzigra membiarkan Gao untuk menjadi wali nikah Nadine, karena Laki-laki tersebut jelas telah memeluk Islam sejak lama.
"Ankahtuka wazawwajtuka makhtubataka binti (nama pengantin perempuan) ‘alal mahri (mahar/ mas kawin) hallan"
"Azlan Hafif Del Piero Bin Ozvit Del Piero, Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu adik ku Nadine Alexandria binti Allzigra Astaro Hillatop dengan mahar 1 juta dirham dibayar tunai."
Azlan seketika langsung menarik nafasnya panjang kemudian dia mulai Berkata.
"Qobiltu Nikahaha wa Tazwijaha alal Mahril Madzkuur wa Radhiitu bihi, Wallahu Waliyut Taufiq."
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Nadine Alexandria binti Allzigra Astaro Hillatop dengan mas kawinnya yang tersebut, tunai."
"Sah..."
"Sah"
"Sah"
Bayangkan bagaimana perasaan Azlan kini,ketika Arsy Allah bergetar dikala dia mengucapkan janji setia dan janji suci kepada Allah SWT.
Bukan janji kepada Nadine, bukan janji kepada Ayah mertua nya, bukan janji kepada saudara laki-laki istri nya, tapi janji nya kepada Allah SWT sekali didalam seumur hidup nya.
__ADS_1
Dimulai Tanggung jawab BESAR Suami Selepas Ijab Qabul terucap”. Kalimat ”Saya terima nikahnya si…. binti si…. dengan mas kawin.. di bayar tunai….”. Singkat, padat dan jelas.
Sesungguhnya banyak laki-laki yang tidak meresapi makna “perjanjian atau ikrar” tersebut.
Yang tersirat ialah Artinya : ”Maka aku tanggung dosa-dosanya si dia (perempuan yang ia jadikan istri) dari ayah dan ibunya.Dosa apa saja yang telah dia lakukan.Dari tidak menutup aurat hingga ia meninggalkan sholat.
Semua yang berhubungan dengan si dia (perempuan yang ia jadikan istri), aku tanggung dan bukan lagi orang tuanya yang menanggung. Serta akan aku tanggung semua dosa calon anak-anakku”.Aku juga sadar,sekiranyaaku gagal dan aku lepas tangan dalam menunaikan tanggung jawab, maka aku fasik, suami yang dayus dan aku tahu bahwa nerakalah tempatku kerana akhirnya isteri dan anak-anakku yang akan menarik aku masuk kedalam Neraka Jahanam.
Lalu kenapa banyak sekali laki-laki lupa jika dia yang menanggung beban dosa istri nya jika salah mendidik mereka, kenapa banyak laki-laki lupa bertanggung jawab dari segi lahir dan batin, bahkan menjadi pelit dan fasik kepada istri nya sendiri?!.
Tidak sedikit pasangan yang pelit dan kikir, terlalu berhitung soal uang nafkah, bahkan bertengkar karena hal sepele dan enggan mengalah, bahkan lupa mengajar kan istri kejalan yang benar?!.
Wallahu'alam bishawab.
Semoga kita tidak termasuk laki-laki yang seperti itu.
*****
Di sisi lain setelah ijab kabul terucap, ketika Azlan terlihat dengan lancar mengucapkan ijab, dikala akhir nya kata sah terdengar di seluruh penjuru ruangan, seketika air mata Nadine menetes tanpa bisa dia bendung lagi.
Gadis tersebut menoleh kearah Mommy nya, sebuah pelukan penuh haru dan cinta didapatkan nya dengan jutaan rasa syukur menghantam mereka semua.
"Semoga Allah menjadikan pernikahan kalian sebaik-baiknya pernikahan, semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian"
__ADS_1
Doa sederhana namun penuh arti tersebut meluncur dari bibir Nyonya Nadya.
Setitik air mata mengalir perlahan menandakan dia sejak awal telah siap melepas kan putri kesayangannya tersebut kepada laki-laki pilihan nya.