
Kediaman utama Abimanyu group
Keluarga besar Ayana
Jelang acara puncak 7 bulanan
Kemarahan Allzigra jelas membuncah saat dia melihat apa yang ada di hadapannya saat ini.
Sebuah pesan dan amplop berwarna coklat yang dikirimkan oleh seseorang yang tidak dia kenal kepada diri nya cukup mengejutkan.
Awalnya dia fikir itu seperti sebuah pesan untuk urusan pekerjaan tapi begitu dia membuka amplop tersebut, Allzigra jelas terkejut setengah mati.
Terselip kebohongan besar soal Penikahan diam-diam dilakukan Zoe dan Freya di belakang nya.
Siapa saja yang tahu?!.
Kapan?!.
Dia melihat dengan seksama tanggal nya dan tahun nya.
Seketika Allzigra meremas foto-foto yang ada di tangan nya.
Berani-beraninya sekali kau...Zoe.
Allzigra mengeram marah, tapi dia mencoba menahan amarahnya saat sang besan nya Abimanyu menghampiri dirinya.
"Ada apa All? aku fikir kamu seperti dilanda kegelisahan"
Laki-laki pemilik Abimanyu group yang tidak lain besan nya, Papa kandung Ayana menantu nya itu bertanya kepada dirinya.
"Bukan apa-apa, hanya ada sedikit permasalahan dengan anak-anak"
Ucap Allzigra pelan, dia menyingkirkan barisan foto yang telah dia remuk di tangan nya kedalam kotak sampah yang terletak tidak jauh dari mereka.
"Cukup serius ?"
Ardhan, begitu nama laki-laki yang merupakan besan nya itu, usia mereka tidak jauh berbeda. Perkenalan mereka di mulai dari kerjasama pertama saat kembar Gao masih berusia beberapa tahun sebelum tragedi berdarah di Thailand.
__ADS_1
Mereka mengikat janji menjodohkan salah satu Putra kembar nya dengan Ayana.
Meksipun mereka tidak pernah memaksakan keinginan anak-anak, pada akhirnya Gao dan Ayana menemukan jalan mereka sendiri untuk saling bertemu dan saling mencintai.
"Aku tidak tahu apakah ini bisa dibilang serius atau tidak, tapi bagi ku ini fatal"
Ucap laki-laki itu sambil mengeratkan rahangnya.
Ardhan terlihat mengulumkan senyuman nya, dia membiarkan telapak tangan nya menyentuh punggung Allzigra kemudia dia menepuk lembut punggung laki-laki tersebut.
"Setiap anak-anak punya permasalahan nya sendiri-sendiri, pemecahan masalah nya tergantung pada diri kita"
Ucap laki-laki itu cepat sambil melangkah bersama Allzigra menuju ke depan.
"Semakin keras kita pada anak-anak, semakin sulit kita mengatur mereka, bahkan terkadang kita lah yang lebih tidak sabaran menghadapi mereka dibanding anak-anak"
Tambah laki-laki itu lagi.
Mendengar ucapan ardhan sejenak Allzigra diam.
"Terkadang juga anak-anak bersikap lebih bijaksana dari kita"
"Maklum, masa kita dan anak-anak jelas jauh berbeda"
Setelah berkata begitu tiba-tiba dari arah depan Gao datang sambil berkata.
"Dad"
"Yes, son?"
"Tristan dalam perjalanan kemari"
Laki-laki itu bicara sambil mendekati kedua orang tua nya itu.
"Benarkah?"
"Dia bilang akan tiba dalam Beberapa waktu lagi"
__ADS_1
"Bersama siapa?"
"Lana Lan"
"Menginap disini?"
Tanya ardhan cepat.
Gao terlihat menggelengkan kepalanya.
"Aku belum tahu, Pa"
"Papa akan bilang pada Mama Ayudia agar menyiapkan kamar untuk mereka berdua, menginap atau tidak itu tergantung ada mereka"
Mendengar ucapan sang Papa mertua, Gao langsung mengangguk kan kepalanya.
Sejenak dia menoleh ke arah depan ketika samar-samar dari ujung sana terlihat Zoe berlarian dengan tergopoh-gopoh.
"Apakah ada sesuatu yang buruk terjadi pada Zoe?"
Tanya Gao kemudian, dia menoleh ke arah Daddy nya.
Yang ditanya langsung mengalihkan pandangannya menuju ke arah Zoe.
"Ya tentu saja, ini soal dia dan Freya yang tidak Daddy ketahui hampir selama satu tahun ini"
Setelah berkata begitu, Allzigra langsung melangkah meninggal kan Gao dan Papa mertua nya.
"Ya?"
Mendengar ucapan sang Daddy seketika membuat Gao membeku, rasanya seolah-olah ketegangan terjadi di antara mereka.
No....apa Daddy sudah tahu?!.
Gao jelas tercekat, dia mencoba melangkah maju dengan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
Bola mata laki-laki tersebut berusaha mencari sosok seseorang.
__ADS_1
Azlan?!.
Dia satu-satunya laki-laki yang bisa dia andalkan saat ini.