
Beberapa bulan kemudian
Mansion utama keluarga Hillatop
Begitu mobil Nadine masuk ke area parkiran mansion utama keluarga Hillatop, buru-buru dia turun dari mobilnya dan bergerak menuju kearah dalam mansion tersebut.
Gadis itu melepaskan sepatu heels tinggi nya dengan cepat, membiarkan seorang pelayan meraih beberapa barang yang ada di tangan nya.
"letakkan di lemari pendingin bi"
Ucap Nadine cepat.
"Itu akan aku berikan pada baby Amarilis (putri Zoe dan Freya)".
Ucap Nadine cepat.
"Apakah ini hari ulang tahun nya?"
Sang bibi bertanya sedikit bingung, dia Fikir seperti nya belum, usia Amarilis masih begitu kecil, mana mungkin sudah masuk ke usia 1 tahun.
Mendengar pertanyaan bibi pelayan seketika membuat Nadine terkekeh pelan.
"Belum bi, aku hanya ingin memberikan nya makanan yang sehat bergizi, itu juga ada makanan khusus untuk Freya"
Ucap Nadine kembali sambil bergerak menuju kearah tangga.
"Ohhh baiklah, non"
Wanita itu mengangguk-angguk kan kepalanya tanda mengerti.
"Dimana Mommy dan Daddy?"
Dia bertanya sambil melirik kearah wanita tua itu, tapi kaki nya mulai melangkah naik ke atas tangga.
"Tuan dan Nyonya belum pulang, mungkin tidak lama lagi"
Nadine hanya mengangguk, dia terus melangkah naik tanpa peduli lagi dengan siapapun termasuk wanita tersebut.
Sang bibi pelayan sebenarnya ingin berkata jika di atas ada seseorang yang tengah menunggu nya, tapi belum sempat dia berkata Nadine sudah menghilang dari anak tangga.
__ADS_1
Ehh?!.
Wanita itu pada akhirnya hanya bisa menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
Dia fikir yah sudah tidak mesti diberitahukan pada akhirnya sang nona akan tahu juga.
Wanita itu buru-buru membawa barang yang ada di tangan nya tadi kearah belakang.
Di atas Nadine terlihat berjalan mendekati pintu kamarnya biasa dia tempati, belakangan dia lebih sering kembali ke kediaman Hillatop karena permintaan Daddy dan Mommy nya, mereka bilang rumah ini terasa begitu sepi ketika anak-anak mulai berumah tangga dan tinggal ditemani masing-masing, sudah jarang kembali dan berkumpul disana.
Pada akhirnya ketika anak-anak dewasa rumah yang begitu besar benar-benar dibangun sia-sia, kadang Mommy nya berkata.
Jika tahu anak-anak mulai meninggal kan kami, sebaiknya dulu bangun rumah sederhana saja agar tidak membuat sulit diri sendiri karena ukuran nya yang pada akhirnya hanya di huni oleh sepasang suami istri yay mulai renta.
Nadine buru-buru masuk kedalam kamar nya dengan cepat, tapi begitu dia masuk ke kamar sesuatu mengejutkan Dirinya.
Hahh?!.
Dia tercekat saat sebuah tangan menggenggam lengan nya dengan cepat.
Nadine langsung bergerak cepat dan...
dia berniat menghempas kan siapapun yang berdiri dihadapan nya tapi sebuah suara mengejutkan dirinya.
Azlan buru-buru menahan gerakan Nadine.
"Kak?"
Dia jelas terkejut setengah mati.
Melihat ekspresi Nadine seketika Azlan menggelengkan kepalanya.
"Aku hampir di hempaskan"
"Kenapa tidak bilang kalau kakak kesini?"
tanya Nadine cepat.
"Bibi juga tidak bilang?"
__ADS_1
Dikala dia bertanya dengan perasaan bingung, Azlan tiba-tiba menyerahkan sesuatu kepada dirinya.
Gadis itu mengerutkan keningnya sejenak.
"Ini apa?"
Tanya nya pelan.
"Coba lihat"
Pada akhirnya dia meraih map yang diberikan Azlan, mencoba membuka nya dan melihat isinya.
Awalnya masih cukup bingung hingga akhirnya ekspresi Nadine berubah, dia terlihat berkali-kali mengembangkan senyuman nya.
Sebenarnya hari ini dia cukup lelah karena seharian berkutat dengan aktifitas nya yang tidak berhenti sejak beberapa hari yang lalu, tapi saat dia melihat sesuatu yang menyegarkan pandangan nya seketika seluruh rasa lelah menghilang dari dirinya.
"Kamu menyukai nya?"
Azlan bertanya kepada Nadine, memperhatikan ekspresi gadis itu yang tidak bergeming sejak tadi.
Azlan cukup khawatir jika Nadine tidak suka pada desain yang dibawa nya tersebut.
"Ini begitu indah"
Jawab Nadine cepat dengan tatapan bahagia, dia mengembangkan senyuman nya dengan perasaan yang berdebar-debar.
secepat inikah?!.
Fikir nya.
Rasanya baru kemarin mereka bertunangan, sibuk dengan urusan masing-masing bahkan sibuk dengan jutaan kegiatan juga ujian didalam keluarga Hillatop yang terus menerjang, belum lagi berbagai macam persoalan dan permasalahan terjadi di antara persiapan pernikahan mereka.
tragedi tidak terduga bahkan terjadi di acara 7 bulanan istri kak Gao nya,Ayana nya. Tragedi malam kelam yang merenggut calon cucu pertama Hillatop menyisakan kepedihan yang begitu mendalam.
Semua orang bahkan termasuk dirinya dan Azlan ikut larut dalam semua keadaan, memilih tidak lagi membahas soal pernikahan mereka hingga keadaan sudah di anggap baik-baik saja.
"Aku benar-benar menyukai nya"
__ADS_1
Nadine kembali bicara dengan penuh kebahagiaan.
Azlan jelas langsung mengembangkan senyuman nya.