
Jelang makan malam
Setelah menyelesaikan sesi mandi mereka secara bergantian, setelah para keluarga sudah mulai menghilang dan pulang kekediaman mereka masing-masing, ketika mereka sudah melewati sholat berjamaah bersama.
Azlan langsung pamit kepada orang tua Nadine, membawa sang istri nya menuju kesatu tempat yang akan mereka datangi berdua.
"Tidak pulang?"
Tanya Mommy Nadya cepat.
"Aku belum memikirkan nya, Mom"
Jawab Azlan cepat.
"Tapi seandainya kami tidak pulang,aku akan menghubungi Mommy dan Daddy"
Ucap Azlan cepat.
Wanita tua itu terlihat mengangguk kan kepala tanda mengerti.
"Jaga kecepatan saat berkendara"
Pesan wanita itu kemudian.
Azlan langsung menganggukkan kepalanya.
Kemudian mereka langsung pamit untuk pergi.
Kini Nadine terlihat melirik kearah Azlan beberapa kali sejak mereka naik ke atas mobil sejak tadi, laki-laki tersebut terlihat fokus dalam menyetir mobilnya.
Wajah tampan dengan rahang kokoh dan tegas tersebut benar-benar bisa membuat jantung nya berdebar-debar tidak beraturan, jangan tanya bagaimana perasaan Nadine saat ini, yang jelas begitu sulit untuk di uraikan.
Entahlah siapa yang tahu bagaimana jodoh berjalan, dulu dia fikir dia akan menikah dengan Bill Rowland, mungkin pernikahan mereka tidak akan pernah dibatalkan mengingat bagaimana Daddy nya begitu menyukai laki-laki tersebut.
__ADS_1
meskipun Nadine sempat berpikir jika Bill Rowland adalah laki-laki di masa lalunya, namun seiring berjalannya waktu dia baru sadar jika laki-laki tersebut membohongi dirinya.
Kecurigaan demi kecurigaan menghantam dirinya, hingga pada akhirnya kegelisahan serta keinginan untuk membatalkan pernikahan hadir di dalam hatinya.
Meskipun pernah terlintas di pikirannya untuk membatalkan pernikahan antara dirinya dan Bill Rowland, tapi Nadine tidak pernah menyampaikan hal tersebut kepada Daddy nya sebab dia tahu tidak mungkin dia mempermalukan keluarga Hillatop karena ketidak konsistennya dalam memutuskan sesuatu.
tapi siapa sangka pertemuannya dengan Azlan Perlahan mengubah semuanya, sedikit demi sedikit rahasia yang Bill Rowland sembunyikan juga perlahan terbuka.
Dan siapa sangka Azlan malah bertindak di luar akal sehatnya untuk mendapatkan dirinya dan memisahkan dirinya dengan Bill Rowland.
Sejenak gadis itu menghela nafas nya, dia kembali menatap wajah laki-laki disamping itu yang masih terus fokus dengan stir mobil nya.
Nadine pikir kemana sebenarnya laki-laki itu ingin membawa dirinya pergi, sebab Azlan sama sekali tidak memberikan sedikitpun tanda-tanda ke arah mana sebenarnya laki-laki tersebut ingin membawanya sejak pagi tadi.
"Terlihat begitu gelisah hmm?"
Tanya Azlan mengejutkan pemikiran Nadine.
mendengar suara Azlan seketika membuat wajah Nadin memerah, dia langsung membuang pandangannya dan pura-pura kembali fokus kearah depan, menatap jalanan yang mereka lewati sejak tadi.
Jawab Nadine malu-malu karena kedapatan memperhatikan wajah Azlan.
Meskipun sudah menjadi sepasang suami istri, rasanya masih saja tetap memalukan saat kedapatan menatap wajah suami sendiri.
"Sebenarnya kita mau kemana?"
Tanya Nadine kemudian dengan suara pelan nya.
"Satu tempat rahasia"
Ucap Azlan sambil melirik kearah Nadine.
"Aku serius"
__ADS_1
Ucap Nadine kemudian.
"Tunggu sebentar lagi, kita akan tiba tidak lama lagi"
Lanjut Azlan lagi.
Gadis itu kembali ingin bicara namun tiba-tiba Azlan menggenggam erat telapak tangan nya secara perlahan.
"Sebenarnya sudah lama aku ingin membawa mu ke tempat ini, hanya saja aku fikir waktunya tidak tepat jika kita pergi sebelum pernikahan dilaksanakan"
"Ah?"
Nadine jelas bingung, bukankah itu akan terlihat sama saja.
"Sebenarnya itu tempat seperti apa?"
"Satu tempat yang bisa membuat kita menghabiskan malam bersama"
Mendengar Jawaban ringan Azlan sejenak membuat Nadine menaikkan ujung alis nya.
"Itu sangat mencurigakan sekali"
Ucap nya sambil memicingkan bola matanya.
mendengar ucapan Nadine seketika azlan melirik kearah gadis tersebut.
"Katakan pada ku, apa yang nyonya Azlan Del Piero muda fikirkan saat ini?"
Tanya Azlan sambil memiringkan kepalanya.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika membuat wajah Nadine memanas dan memerah.
"Bukan begitu"
__ADS_1
Nadine jelas langsung memunyung kan bibirnya.