
Begitu Azlan membawa Nadine, menuntunnya keluar dari dalam ruang kerjanya, bisa dilihat beberapa karyawan Del Piero terlihat melirik kearah mereka.
Tidak dipungkiri gosip dan Desas-desus mulai beredar saat ini, bulan pertama melewati Kerja sama proyek bersama menimbulkan spekulasi miring melihat cara Azlan memperlakukan Nadine.
Bulan ke dua berjalan membuat berita semakin kencang terdengar.
Alih-alih ingin membuat klarifikasi atau bahkan menjelaskan keadaan, Azlan lebih memilih masa bodoh dengan keadaan.
Apalagi kabar miring lain nya ikut mencuat.
Penerus Del Piero menekan menukar pernikahan dua saudara kembar atas ego dan hasrat sang Milyader dingin.
Cihhh yang benar saja.
Azlan sering berdecih saat mendengar Desas-desus seperti itu dalam bulan ini.
Tetap seperti apa yang dia fikirkan, bukankah dia tidak mesti Ambil pusing dengan seluruh keadaan?!.
Realita nya gosip yang terjadi benar ada nya.
Dan bagaimana perihal pernikahan Nadine dan Bill Rowland?!.
Azlan Del Piero menekan Allzigra untuk menunda pernikahan Nadine dan Bill Rowland hingga kata kesepakatan sampai di antara mereka.
Undangan nya?!.
Persetan dengan 2000 lebih undangan yang telah disebarkan, itu bukan urusan nya.
Dan yakinlah kemarahan Bill Rowland mencuat saat pernikahan mereka di undur Begitu saja.
"Kita mau kemana?"
Nadine bertanya kearah Azlan, dia mencoba menoleh ke arah laki-laki itu untuk beberapa waktu.
__ADS_1
"Menuju kearah parkiran"
Bisa-bisa nya bongkahan es menjawab dengan begitu datar.
Menuju ke arah parkiran?!.
Yah tentu saja saat ini mereka Menuju kearah parkiran.
Batin Nadine sambil menggigit bibir bawahnya, dengan gaya unik dan casual yang bisa membuat laki-laki manapun tergoda untuk menyambar bibir indah tersebut Begitu saja.
"Maksud ku kita ingin kemana setelah itu?"
Tanya Nadine lagi.
"Naik ke atas mobil lalu melewati jalanan ibu kota"
Jawab Azlan lagi.
Nadine langsung memutar bola mata nya.
Menatap tangan kanan Azlan yang kini membuka pintu mobil mendominasi berwarna hitam dihadapan mereka.
Nadine pada akhirnya masuk ke dalam mobil milik Azlan secara perlahan, meskipun cukup Bingung kemana laki-laki itu akan membawa diri nya tapi ketika dia bertanya dan si datar menjawab nya dengan gaya yang begitu tidak masuk akal tapi sejujurnya benar membuat gadis itu memilih diam dan tidak bertanya lagi.
Dia Fikir suka-suka Azlan kemana ingin membawa nya.
Gadis itu membenahi posisi duduknya ketika Azlan sudah ikut masuk kedalam mobil tersebut dan duduk di bangku Kemudi.
Meskipun laki-laki itu memiliki seorang supir pribadi, dia bukan type laki-laki yang kemana-mana harus di antar, dia lebih suka melakukan segala sesuatu sendiri.
Bagi nya terlalu sering menggantungkan dirinya kepada orang lain akan membuat seseorang sedikit kesulitan untuk bersikap tegas bahkan mandiri.
Azlan dengan gerakan cepat langsung mengarahkan tubuh nya ke arah Nadine lantas dengan gerakan refleks dia langsung menyambar safety belt milik Nadine.
__ADS_1
Gadis itu jelas terkejut, langsung memundurkan tubuhnya dan mencoba mengangkat kedua tangan nya karena terkejut.
Eh?!.
"Azlan.,?"
Nadine sedikit tercekat.
Alih-alih peduli dengan ekspresi Nadine, Azlan langsung menarik safety belt tersebut dan mengencangkan nya pada tubuh gadis itu.
Bayangkan bagaimana perasaan Nadine saat ini?!.
Setelah mengencangkan safety belt nya, Azlan langsung menoleh ke arah Nadine, bola mata laki-laki itu menangkap rona wajah memerah di balik pipi cantik gadis tersebut.
"Kenapa wajah mu memerah?"
Laki-laki itu bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.
Mendengar pertanyaan Azlan, seketika membuat Nadine menganga.
"Ya?"
Bayangkan bagaimana malu nya gadis tersebut saat ini.
"Merah? kamu pasti bercanda"
Jawab Nadine cepat sambil membuang pandangannya.
Dia fikir kenapa laki-laki itu kalau bicara suka seenaknya saja.
Menyebalkan.
Ruruknya kesal.
__ADS_1