
Mansion utama Nadine
Ditengah kelam nya langit malam dan cuaca dingin yang menusuk kulit serta tulang, Azlan terlihat diam sejak tadi didalam mobil nya.
Berapa lama mereka berhenti didepan mansion milik Nadine?!.
Mungkin ½ jam sudah berlalu.
Laki-laki tersebut sama sekali belum berniat membangun kan gadis tersebut, dia masih menikmati wajah yang tertidur pulas tersebut untuk waktu yang cukup lama.
Sejak tadi tidak ada pergerakan yang dilakukan Nadine, gadis tersebut benar-benar tenggelam kedalam mimpi indahnya.
Azlan secara perlahan menggeser rambut Nadine dari wajah nya, merapikan nya secara perlahan kemudian menyelipkan rambut nya kebelakang telinga gadis tersebut.
Bisa dia dengar tarikan nafas teratur Nadine yang menandakan betapa lelap nya gadis tersebut, tenggelam dalam tidur nya dan sama sekali tidak peduli dengan apapun di sekitar nya.
Laki-laki tersebut kemudian ikut menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil tersebut, Membiarkan bola matanya terus menatap gadis tersebut untuk waktu yang begitu lama.
Secara perlahan Azlan meraih tangan Nadine, menggenggam nya dengan erat lantas meletakkan telapak tangan tersebut ke atas pipinya.
Dingin!.
Itu yang dia rasakan.
Telapak tangan dengan jemari-jemari indah itu terasa begitu dingin.
Sejenak satu ingatan menghantam dirinya.
******
Dimasa lalu
Setelah kelulusan SMA Nadine
ponte milvio
Roma
Azlan melangkah berjalan menyusuri ponte milvio,Jembatan Milvius (atau Mulvius) adalah sebuah jembatan di sepanjang Tiber di utara Roma, Italia.
Jembatan tersebut merupakan jembatan berpengaruh secara ekonomi dan strategis pada era Kekaisaran Romawi dan tempat dari Pertempuran Jembatan Milvius yang terkenal.
__ADS_1
Disepanjang jembatan tersebut terdapat Tautan gembok yang di anggap merupakan perlambang cinta yang diharapkan bisa kekal dimana momentum tersebut terinspirasi dari cerita sebuah novel.
Di novel tersebut dikatakan, pasangan yang menyangkutkan gembok di jembatan itu dan membuang kuncinya di sungai Tiber akan dianugerahi kebahagiaan.
Azlan tidak tertarik pada tautan gembok tersebut tapi dia hanya ingin tahu bagaimana suasana malam di jembatan tersebut yang selalu dibicarakan oleh orang-orang belakangan ini.
saat dia menyusuri jembatan tersebut bisa dia lihat Barisan gembok yang saling bertautan di sana saling menghiasi tiap sisi-sisi jembatan.
berbagai macam warna-warni gembok tersebut jembatan yang ada di sisi kiri dan kanannya.
berbagai macam pasangan anak muda Tampak menikmati suasana malam di sana, bahkan tidak sedikit para pasangan anak muda sibuk bercerita, bercengkrama dan saling mengaitkan gembok di tiap sisi jembatan.
Azlan terus melangkah kearah depan nya dengan langkah perlahan, menikmati indahnya pemandangan malam di sana.
Dia tidak berfikir untuk ikut menggantung kan gembok disana, dia hanya ingin menikmati suasana angin malam di ponte milvio.
Sejenak laki-laki tersebut memilih duduk di salah satu sudut jembatan, mendongakkan kepalanya ke atas, menatap jutaan bintang-bintang yang menghiasi langit malam.
Tringggg
Sesuatu terdengar jatuh di hadapan Azlan, laki-laki tersebut buru-buru meluruskan pandangan nya, Seorang gadis terlihat menjongkokkan tubuhnya mencoba mencari sesuatu di lantai.
"Nad.. buruan"
Satu gadis di ujung sana berteriak ke arah gadis yang terlihat sibuk mencari sesuatu di lantai.
"Bisakah tunggu sebentar? gembok dan kunci pasangan nya jatuh"
Gadis dihadapan Azlan menjawab panik.
Dia tidak bisa melihat wajah nya, tapi suara dan gesture tubuh serta nama gadis tersebut terasa tidak asing.
"Lupakan saja, mobilnya akan segera pergi, bukankah kamu tidak butuh pasangan gembok nya?"
Pada akhirnya gadis tersebut menyerah, dengan gerakan terburu-buru langsung berdiri dari tempat nya.
Bola Azlan menatap sosok gadis dihadapannya itu dengan pandangan lurus, dia mengerutkan sejenak kening nya.
__ADS_1
Petunia?!.
Begitu gadis tersebut berlalu, Azlan masih menatap punggung gadis tersebut.
Kemudian tiba-tiba dia merasa telapak kakinya menginjak sesuatu.
Laki-laki tersebut menundukkan pandangan nya, dia langsung menatap apa yang ada di bawah sana.
Sebuah gembok lengkap dengan anak kuncinya.
Azlan secara perlahan memungut gembok tersebut, dia menatap gembok tersebut untuk beberapa waktu.
Hingga akhirnya laki-laki tersebut meraih spidol didalam saku celana nya dan menulis sesuatu di sana.
PETUNIA.
Lantas laki-laki tersebut mulai mengaitkan gembok tersebut kesalah satu tembok ponte milvio.
Setelah itu Azlan bergerak menjauh dari sana.
Tanpa dia sadari sebuah gembok telah menempel di sana sejek beberapa waktu sebelumnya, terselip satu nama dibawah nya.
Black panther ❤️ Aku merindukan mu.
******
Kembali ke masa kini
Nadine tersentak kaget dari tidur nya ketika dia tanpa Sengaja mendengar suara deru mobil yang entah berasal dari mana.
Gadis tersebut berusaha membiasakan pandangan nya untuk beberapa waktu kemudian dia mengerutkan keningnya.
Kamar?!.
Gadis itu fikir kapan dia kembali ke kamar nya?!.
Azlan?!.
Secepat kilat Nadine bangun dari tidurnya, berlarian ke arah jendela kamar nya, membuka jendela kamar tersebut lantas menyembulkan kepalanya dengan cepat.
Bisa dia lihat mobil milik Azlan mulai bergerak menjauh dari mansion miliknya.
Gadis tersebut diam untuk beberapa waktu kemudian secara perlahan gadis tersebut menyelipkan wajah nya ke gorden jendela nya sambil mengulum senyuman nya dengan jutaan perasaan yang bercampur aduk menjadi satu.
__ADS_1