Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Jantung yang nyaris lari dari tempat nya


__ADS_3

Azlan masih sibuk menyeruput teh hangatnya ketika Nadine mulai menyiapkan sandwich 🥪 untuk diri nya.


Dia memperhatikan gerakan gadis tersebut, cukup lucu karena sejak tadi gadis Tersebut menampilkan ekspresi gesture tubuh yang sedikit grogi dan malu-malu.


Entah bagaimana hubungan Nadine bersama bill Rowland berlangsung sebelumnya, tapi Azlan Fikir seolah-olah gadis itu memang tidak pernah melakukan kegiatan seperti ini sebelumnya.


Sebenarnya Azlan juga bukan type laki-laki yang pernah melakukan kegiatan seperti ini, pergi mendatangi rumah seorang gadis di pagi hari, melihat gadis tersebut bangun dengan wajah polos tanpa make up, penampilan apa adanya lantas melihat gadis tersebut menyelesaikan sesi mandi dengan rambut tergerai basah dan Indah.


Memilih menikmati teh hangat yang bisa membuat jiwa menjadi sesuatu yang berbeda serta menikmati makanan pagi dari tangan seorang gadis yang bisa membuat dia berdebar-debar dengan sendirinya.


Berdebar-debar?!.


Oh shi...t.


Itu benar-benar membuat dia berdebar-debar, ada sesuatu yang lain yang berdesir di relung hati nya, bahkan rasanya baru kali ini dia ingin mengungkapkan semua perasaan nya pada seseorang tapi dia jelas memiliki gengsi yang begitu tinggi untuk bisa merealisasikan perasaan nya tersebut.


"Pedas?"


Suara Nadine mengejutkan dirinya.


"Kamu bisa menuangkan nya dengan banyak"


Gadis itu siap menuangkan saus sambal ke atas tumpukan sayuran, daging dan sosis di atas roti sandwich 🥪 yang tengah di buat nya.


Dan ini Pertama kali nya dia mau menikmati makanan yang di buat oleh tangan seorang gadis.


Azlan cukup selektif memilih makanan, jika bukan Mommy nya maka hanya koki kepercayaan nya yang memasak makanan untuk dirinya, saat makan di luar dia akan mencari restoran bintang 5 dengan tingkat keberhasilan extra.


Azlan rela masuk langsung ke arah dapur nya hanya untuk melihat bersih atau tidak cara pengolahan serta tempat yang dipakai untuk memasak.


Karena itu sangat sulit sekali bagi dirinya untuk menerima makanan yang akan disuguhkan untuk dirinya.


"Suka pedas kah? aku begitu menyukai sensasi pedas berlebihan,itu membuat ku merasa seolah-olah aku tidak butuh makanan lain selain cabai dengan tingkat kepedasan yang luar biasa"

__ADS_1


Nadine bicara sambil menutup roti sandwich 🥪 nya.


Gadis tersebut mulai menyajikan nya tepat dihadapan Azlan, dia mengembang kan senyuman nya.


"Yah aku menyukainya, saat stress tiba cabai menjadi satu-satunya makanan favorit yang aku butuhkan di beberapa makanan terutama berkuah, Meskipun makanan Prancis secara tradisional tidak memiliki citarasa pedas, aku selalu minta para koki menambah cita rasa pedas didalam tiap makanannya"


Saat Azlan menjawab ucapan Nadine, gadis tersebut mengembangkan senyuman nya.


"Aku fikir kita 1 frekuensi"


Jawab nya senang.


Saat bersama Bill Rowland dia cukup kesulitan mengimbangi makan nya, laki-laki tersebut punya cita rasa manis yang begitu kuat, suka tidak suka Nadine harus menekan ego nya saat keluar untuk makan demi memuaskan perut laki-laki tersebut.


"Kamu suka pedas?"


Azlan balik bertanya sambil menaikkan ujung alisnya.


Nadine buru-buru menjawab dengan cepat, dia meletakkan sandwich 🥪 Milik nya sendiri keatas meja tepat di hadapan Azlan, kemudian gadis tersebut siap menyantap makanan pagi nya.


"Ngomong-ngomong apakah kamu punya kegiatan hari ini?"


Gadis itu bertanya sambil mulai menyuap roti kedalam mulutnya.


"Aku ingin menghabiskan weekend disini"


Dia menjawab dengan begitu gamblang, tidak peduli Nadine setuju atau tidak, dia sudah memutuskan nya.


"Ah?"


Nadine masih mengunyah sandwich 🥪 nya sambil bola matanya menatap langsung kearah Azlan.


"Melewati makan pagi, siang hingga malam bersama"

__ADS_1


Lanjut Azlan lagi.


Ommo...?!.


Gadis itu jelas terkejut setengah mati, dia nyaris tersedak saking terkejutnya.


A..pa? 3x makan satu hari?!


Dia berusaha menelan sisa roti di mulutnya, masih menatap Azlan yang kembali menyeruput teh nya.


"Apa itu...eh..?"


Dia baru ingin protes, apa itu tidak terlalu berlebihan tapi tiba-tiba jemari Laki-laki tersebut menyentuh pelan bibir nya.


Nadine jelas mematung, dia mengedip kan bola matanya berkali-kali karena terkejut.


Azlan menghapus sisa mayones di sisi kiri bibirnya dengan jemari-jemari tangan kanan nya.


"Mau pergi jalan-jalan siang ini? sedikit menghabiskan waktu berkeliling kota Jakarta"


Ucap laki-laki tersebut kemudian.


"Ya?"


"Aku cukup lama tidak pulang ke Jakarta, sudah banyak lupa tempat-tempat terbaik disekitar kita"


Oh god.


Gerakan tangan Azlan jelas membuat jantung Nadine seolah-olah ingin melompat jauh hingga ratusan meter terlentang ke ujung halaman mansion nya.


Andaikan posisi jantung tidak tahu tempat nya, mungkin jantung nya sudah berkhianat dan melarikan diri sejauh-jauhnya saking tidak bisa dia kontrol detakan nya.


Tunggu dulu, apa ini kencan buta?!.

__ADS_1


__ADS_2