Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Tuan singa yang malu-malu merona


__ADS_3

Kapan dia mengatur nya?.


Itu yang difikirkan oleh Nadine.


Dia masih terpesona, terbawa arus alunan lagu romantis di dalam ruangan tersebut dimana beberapa orang memainkan biola, piano dan seorang perempuan menyanyikan sebuah lagu cinta.


Lampu tembak masih menyoroti mereka, taburan bunga masih melayang-layang di atas kepala mereka.


Nadine mereka kedua tangan nya digenggam dengan erat, tahu-tahu Azlan berbisik begitu lembut.


"Bisa berdansa?"


Seolah-olah terhipnotis gadis itu mengangguk pelan, mengikuti gerakan Azlan yang mulai membàwa nya mengikuti alunan music 🎶 penuh cinta tersebut.


Mereka menghabiskan Waktu berdansa bersama, saling menatap antara satu dengan yang lainnya.


Pernah kah jantung mu berdetak tidak beraturan ketika menghadapi seseorang yang begitu di anggap istimewa?!.


Rasanya begitu aneh dan seolah-olah akan melompat keluar begitu saja, Azlan bukan type laki-laki yang gampang jatuh cinta, tapi dia benar-benar merasa kan sesuatu yang baru ketika dia berhadapan langsung dengan Nadine.


Seolah-olah waktu yang dilewati nya terlalu sedikit dan singkat, bahkan dia berharap waktu sejenak berhenti agar dia bisa terus menatap gadis itu untuk waktu yang begitu lama.


Pernah begitu merindukan seseorang?!.


Dia selalu merasakan nya, memendam rindu terasa begitu sulit, lucu nya baru bertemu kemudian berpisah dia langsung merasakan satu kerinduan yang menggebu-gebu.


Karena itu anggaplah dia egois, meminta semua orang bergerak dengan cepat dalam Minggu ini untuk membongkar segala kebusukan Bill Rowland, dia ingin setelah menyelesaikan persoalan Bill Rowland Keluarga Hillatop mempercepat proses pernikahan mereka.


Kadang dia takut perasaan nya berubah menjadi sesuatu yang tidak bisa dia kontrol, dia takut ingin memiliki Nadine dengan cara yang salah.


Sebab tidak dipungkiri setan menghasut manusia dari berbagai macam celah.

__ADS_1


"Kamu menyukai nya?"


Azlan bertanya sambil menatap dalam bola mata Nadine, mereka terus mengayun langkah berdansa bersama.



...(Hanya visual, abaikan yang dibelakang anggap mereka hanya berdua🤭❤️)...


Nadine terlihat menatap dirinya dengan bola mata berkaca-kaca, dia cukup tidak menyangka laki-laki datar dan dingin tersebut bisa membuat sebuah kejutan yang begitu romantis.


Dia tidak pernah berfikir type laki-laki seperti Azlan bisa berlaku seperti itu, si datar dan kaku bisa bersikap seromantis ini.


"Hmmm aku fikir cukup menyukai nya"


Mendengar kan jawaban Nadine, Azlan menaikkan sebelah alisnya.


"Cukup menyukai nya?"


"Itu artinya kejutan nya tidak begitu sempurna"


Laki-laki itu sedikit mengeluh, dia fikir seharusnya dia mendengar kan saran Najwa, persiapan nya kurang matang, karena di buat sedikit mendadak.


Bibi pelayan bahkan sudah memberikan saran agar Azlan membawakan sebuket bunga dan menunduk kan sedikit tubuhnya sambil berkata.


"Will you marry me?"


"Tuan harus bilang begitu sambil berlutut didepan nona Nadine, jangan lupa siapkan cincin dengan kotak beludru berwarna merah'


Sang pelayan mansion nya berkata begitu dengan penuh semangat.


"Kakak harus mencoba nya, itu akan terlihat sempurna"

__ADS_1


Najwa mendukung penuh saran wanita tua itu.


"No... aku akan terlihat aneh malakukan nya sekarang, bagaimana jika dia belum benar-benar jatuh cinta pada ku? aku ini paling enggan di tolak"


Tentu saja Azlan menolaknya, dia tidak membayangkan bagaimana ditolak oleh seorang gadis yang disukai nya.


Gengsi nya jelas begitu tinggi, seorang Azlan Del Piero selalu mendapat kan apapun yang dia inginkan, dia PD dengan semua hal yang ada di dunia ini, tapi tidak soal Nadine.


Dia kadang sedikit was-was jika gadis itu menolak dirinya.


"Tidak...bukan begitu maksud ku"


Nadine mencoba meralat ucapan nya, dia mengembangkan senyuman cantik nya, menampilkan susunan gigi putih nya yang begitu indah.


Gadis itu tiba-tiba berkata.


"Ini indah, terimakasih banyak tuan singa 🦁"


Dia bicara dengan cepat.


Mendengar kata singa 🦁 seketika Azlan membulatkan bola matanya, dia langsung mengerut kan keningnya tapi tiba-tiba sebuah ciuman manis melesat di pipinya.


"Aku menyukainya, sungguh"


Setelah itu Nadine kembali mengembangkan senyuman nya.


Laki-laki itu seketika membeku, hampir 32 tahun dia hidup, ini kali pertama seseorang membuat wajah nya bersemu-semu merah.


Pipi nya benar-benar merona.


Kata-kata singa sedikit membuat dia marah, tapi ciuman manis nya cukup membuat dia merona dan seolah-olah mendapatkan angin segar didalam hubungan mereka.

__ADS_1


__ADS_2