
Masih di kediaman Hillatop company
Kamar pengantin baru
Lewat tengah malam.
Jika ada yang bertanya sanggupkah Sepasang pengantin baru bergelut untuk malam pertama selesai acara puncak Pesta?!
jawaban nya 'Tidak'.
Rasa lelah yang menghantam karena harus melayani tamu undangan hilir mudik dan terus menyalami mereka sambil terus berdiri berjam-jam jelas mengalahkan seluruh keinginan yang ada.
belum lagi berat nya hiasan kepala yang berganti beberapa kali, belum lagi pakaian berat yang berganti berdasarkan waktu, ditambah kegiatan lain seperti bernyanyi, berpesta dansa di dalam ruangan hingga meladeni para keluarga yang mengajak mereka mengobrol hingga Lewat Tengah malam.
Hingga pada akhirnya setelah rasa lelah yang menghantam Nadine dan Azlan langsung melesat masuk kekamar mereka.
Seharusnya mereka berada di kamar hotel pengantin baru yang telah di booking sejak jauh-jauh hari oleh mereka berdua untuk malam pertama mereka, tapi ternyata keadaan benar-benar sangat tidak memungkinkan untuk mereka melakukan malam pertama di hotel tersebut malam ini.
Bayangkan jangankan untuk pergi ke hotel, hanya untuk memaksa kan diri mereka membersihkan diri di antara rasa Lelah yang menghantam diri mereka saja rasanya begitu sulit dan susah.
Azlan mungkin memiliki tenaga cukup ekstra, bisa melakukan kegiatan lainnya karena dia jelas seorang laki-laki yang tidak pernah kenal lelah, tapi Nadine jelas mulai tepar dengan keadaan, setelah membersihkan diri dan mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur, gadis itu langsung naik ke atas kasur nya dan berbaring disana dengan sisa tenaga yang bisa dikatakan tidak sepenuhnya ada.
__ADS_1
"Lelah?"
Suara Azlan mengejutkan dirinya, gadis itu sedikit terkejut karena seolah-olah lupa jika ada penghuni lain di dalam kamar nya kini.
Biasanya dia berada di kamar itu sendirian, tapi kali ini Nadine baru ingat mulai malam ini dia harus terbiasa tidur bersama sosok laki-laki yang telah menjadi suami nya tersebut.
Tidak ada pembatas, sebab mereka telah sah secara hukum, agama dan negara. Sepasang suami istri yang bisa melakukan banyak hal bersama.
"He em"
Alih-alih menjawab panjang lebar, Nadine lebih memilih ber hmm ria sambil mengangguk kan kepalanya.
Minumlah vitamin lebih dulu"
"Saat bangun besok pagi, tubuh akan terasa lebih fit"
Lanjut laki-laki itu lagi.
Azlan menyiapkan vitamin untuk dikonsumsi Nadine, dia tahu biasa nya ketika seseorang kelelahan dan kekurangan mengkonsumsi makanan pada akhirnya akan tepar Karena keadaan, vitamin akan menjadi alternatif terbaik untuk mengembalikan stamina tubuh yang menghilang, menjaga daya tahan tubuh dan menjaga imun tubuh agar tetap terjaga dengan baik.
Pada akhirnya Nadine langsung berusaha untuk bangun dari tidur nya, dia duduk sejenak di atas kasur dimana Azlan secara perlahan memberikan nya sebutir vitamin bersamaan dengan segelas air putih.
__ADS_1
"Rasanya begitu lelah"
ini kali pertama Nadine mengeluh pada Azlan selama mereka saling mengenal.
Alih-alih menjawab Azlan terlihat mengulum senyuman nya, Laki-laki itu menunggu Nadine meminum obat nya dan menghabiskan air putih didalam gelas kaca tinggi tersebut.
"Istirahat lah jika lelah hmmm"
Laki-laki itu mulai membenahi bantal kepala untuk Nadine, membiarkan sang istri nya berbaring kemudian secara perlahan laki-laki tersebut menarik selimun untuk gadis tersebut.
"apa tidak masalah kita belum melewati malam pertama kita?"
Tanya Nadine dengar ragu-ragu sambil menata bola mata Azlan dalam.
laki-laki tersebut langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"tentu saja bukan masalah, aku tidak menikahimu hanya karena hal itu hmm"
Azlan bahkan belum memikirkan soal malam pertama mereka, yang dia takutkan jika Nadine tumbang karena kelelahan, sebab tidak dipungkiri banyak pasangan pengantin baru yang tepar dan tumbang setelah hari pertama pernikahan karena kelelahan.
"Tidurlah"
__ADS_1
ucap laki-laki itu lagi lantas ikut membaringkan tubuhnya disamping Nadine.
pada akhirnya gadis tersebut menggangguk kan kepalanya, secara perlahan Nadine langsung meminjamkan bola matanya.