
begitu Nadine sadar jika Bill Rowland berdiri tepat di depan mansion nya dan menatap mereka dengan pandangan yang begitu mengerikan.
"pulanglah"
Ucap Nadine pada Azlan dengan cepat.
Laki-laki itu menggelengkan kepalanya dengan cepat.
"Aku akan menunggu di sini"
Azlan jelas mengkhawatirkan Nadine, dia fikir harus merasa lebih waspada pada Bill Rowland, siapa tahu laki-laki itu berlaku buruk pada gadis tersebut.
"Pulanglah, aku baik-baik saja"
Ulang Nadine lagi.
"Biarkan aku memastikan kamu baik-baik saja"
Ucap laki-laki tersebut kemudian.
pada akhirnya gadis itu diam untuk beberapa waktu, Lantas Nadine secepat kilat keluar dari mobil Azlan.
Sebenarnya jika boleh jujur dia cukup bingung dengan keadaan, sebab dia yakin Bill Rowland melihat adegan ciuman manis yang diberikan oleh Azlan kepada diri nya.
"Kamu kapan datang?"
Nadine bertanya dengan perasaan tidak enak, berusaha untuk menepis perasaan nya, mencoba untuk mengabaikan Azlan dan berharap laki-laki itu pergi sekarang juga.
"Kau tidak ingin menjelaskan siapa orang itu dan apa yang telah kalian lakukan barusan?"
Bill bertanya dengan nada yang begitu Tinggi, bola mata nya seolah-olah siap keluar sekarang juga.
Alih-alih menjawab Nadine berusaha untuk berjalan melewati Bill Rowland.
"Nadine"
Dia membentak dan menarik kasar lengan Nadine.
Gadis itu langsung membulatkan bola matanya, cukup terkejut dengan gerakan kasar yang dilakukan oleh Bill Rowland.
__ADS_1
"Bill kamu menyakiti ku"
Gadis itu bicara dengan cepat, berusaha melepas genggaman tangan Bill Rowland di tangan kanan nya.
Azlan yang melihat adegan tersebut di atas mobil terlihat mengerat kan rahangnya, dia ingin bergerak tapi seolah-olah sesuatu menghalangi dirinya.
"Kau sedang berusaha berselingkuh di belakang ku?"
Tanya Bill Rowland dengan penuh kemarahan.
Sejenak Nadine diam, kemudian gadis itu dengan cepat menatap bola mata bill Rowland dengan pandangan yang begitu tajam.
"Lalu bagaimana dengan perselingkuhan kamu?"
Tanya Nadine tiba-tiba.
Mendapatkan pertanyaan seperti itu seketika membuat Bill Rowland membulatkan bola mata nya.
"Apa?"
******
Beberapa waktu setelah nya
Sebelum Nadine tiba di perusahaan
Ruang utama Azlan
Laki-laki itu terus fokus pada pekerjaan nya sejak tadi, bola matanya menatap ke arah layar laptop yang ada di hadapannya untuk beberapa waktu.
Sebenarnya dia cukup gelisah saat gadis itu belum juga kunjung datang keperusahaan, tapi ketika dia berusaha menghubungi Nadine dan bertanya di mana.
Aku baru meluncur ke perusahaan.
Jawaban itu Membuat dia cukup lega mendengar nya.
Ditengah fokus nya Azlan pada pekerjaan nya, seketika kegaduhan terjadi di luar sana, kemudian tahu-tahu pintu ruangan nya di buka Secara paksa oleh seseorang.
Azlan jelas langsung menoleh dan mengerutkan keningnya.
__ADS_1
Alih-alih bicara dia lebih suka menatap sosok laki-laki yang baru saja memaksa masuk ke ruangan nya tersebut.
Dia memberikan kode pada sekretaris dan security nya agar segera keluar dari sana.
laki-laki itu langsung berdiri dari duduknya, berjalan perlahan menuju ke depan meja kerjanya.
Bill Rowland melihat ekspresi Azlan yang begitu tenang langsung menyeruak masuk dengan paksa, berjalan cepat mendekati dirinya dan berusaha melesatkan tinju nya pada Azlan.
Tapi....
Alih-alih takut dan menghindar, dia tetap berdiri di posisi nya dimana tinjuan Bill Rowland nyaris melesat mengenai wajah nya, Secepat kilat laki-laki itu mengepal kan genggaman tangan Bill Rowland ke dalam telapak tangan.
Pandangan mata Azlan terlihat begitu datar dan tajam, dia menatap laki-laki dihadapan nya tersebut sambil berkata.
"Apa kau sedang ingin menantang ku, Rowland?"
Mendapat kan ekspresi wajah Azlan yang tidak penuh kata mengalah seperti dulu membuat Bill Rowland membuka lebar-lebar bola mata nya.
"Aku fikir kau yang sedang ingin menentang ku"
Ucap laki-laki itu sambil mengeratkan rahangnya.
"Kau sedang menggoda tunangan ku"
Ucap Bill Rowland lagi sambil mencoba melepas genggaman tangan nya.
Azlan langsung membuang genggaman tangan nya, berjalan maju mendekati Bill Rowland kemudian dia berkata dengan suara yang tenang namun mematikan.
"Bukan kah sejak awal dia milik ku? lalu kenapa kamu merasa seolah-olah dia adalah milik mu, jika dia mencintai kamu seharusnya kamu tidak perlu khawatir dengan kehadiran ku"
Setelah berkata begitu Azlan langsung memundurkan langkahnya, dia terlihat mengeluarkan senyuman paling mengerikan didalam diri nya.
"Kenapa? kau khawatir jika seluruh tipuan mu pada akhirnya terbongkar?, kau benar-benar terlihat begitu kasihan"
lanjut laki-laki itu lagi sambil menatap Bill Rowland dengan pandangan penuh kepuasan.
Dia tahu Ucapan nya bisa menekan batas kesabaran dan tingkat kewarasan seseorang.
Bill Rowland semakin mengeratkan rahangnya, menatap Azlan dengan jutaan kemarahan nya.
__ADS_1
"Kau.."