
Del Piero company
19.45 PM
Setelah bekerja keras dan mengambil jadwal lembur seharian hingga malam hari karena proyek terbaru mereka, Azlan fikir mungkin ini saatnya mereka pulang.
Laki-laki itu melirik kearah jam tangan nya dengan cepat, kemudian dia menyadari Betapa gelapnya langit di luar sana.
Para karyawan lain jelas telah pulang sejak pukul 5 sore tadi, sedangkan dia dan sang sekretaris nya serta Nadine masih bertahan di kantor ini.
Inilah yang menjadi alasan Azlan memilih sekretaris dan asisten pribadi nya seorang laki-laki bukan seorang perempuan.
Dia berusaha untuk menghindari hal-hal tidak baik atau kemungkinan buruk yang terjadi hingga menimbulkan hal yang buruk diluar nalar atau bahkan fitnah atas kedekatan karena perkejaan yang dilakukan hingga larut malam.
Kedekatan antara atasan laki-laki dan dan perempuan bisa menciptakan polemik yang sulit dihindari.
Di antara dua anak manusia dengan gender yang berbeda jelas di tengah-tengah mereka ada syetan yang selalu berbisik dan mendorong agar manusi berlaku di luar batasan mereka.
Tidak heran akan ada banyak sekali kasus tentang pelecehan seksual, perselingkuhan yang terjadi tanpa di duga atau bahkan pemerkosaan yang terjadi antara atasan dan anak buah nya.
Bagi atasan yang bersikap waras dan teguh iman nya maka bersyukurlah, tapi untuk manusia yang lemah iman dan taqwa nya maka terkutuk lah.
Azlan tidak berkata semua orang berkuasa seperti itu, banyak juga para atasan yang menggunakan jasa asisten pribadi dan sekretaris perempuan baik-baik saja hingga masa pensiun mereka.
Tapi bukankah ada istilah unik yang selalu tercetus oleh ibu-ibu Indonesia?!
mencegah lebih baik dari pada mengobati?..
__ADS_1
Atau bahkan.
Sedia payung sebelum hujan!.
Bahkan Azlan Fikir keputusan yang dia ambil juga cukup tepat, Satu hari saat dia memiliki pasangan Azlan fikir hal tersebut juga baik, sebab bisa menghilang kan kecurigaan pasangan juga kecemburuan yang mungkin tidak pernah bisa di ungkapkan oleh pasangan kepada dirinya nanti terhadap sekretaris atau asisten pribadi nya.
Karena ada sebagian perempuan sangat sulit sekali mengungkapkan rasa cemburu mereka kepada pasangan nya.
"Dimana Nadine?"
Laki-laki itu mengerutkan keningnya, bertanya pada sekretariat nya tersebut karena dia tidak melihat gadis itu sejak ½ jam yang lalu.
"Aku fikir nona Nadine berkata akan pergi ke bagian arsip perusahaan, ada sesuatu yang dia cari disana untuk melihat beberapa berkas pembangunan di tahun-tahun sebelumnya"
Mendengar jawaban laki-laki tersebut jelas membuat Azlan semakin mengerutkan keningnya.
Felling nya berkata inj bukan soal mencari arsip lama, apakah mungkin gadis itu mencari tempat untuk melampiaskan kekesalan, kesedihan atau kemarahan nya?.
"Aku akan menyusul nya ke belakang, kamu bisa kembali lebih dulu, aku yang akan mengantar nya pulang'
Mendapatkan perintah dari atasan nya, laki-laki itu dengan cepat menundukkan kepalanya.
Dia jelas memang harus secepatnya kembali saat ini, kekasih nya sejak tadi terus mengubungi dirinya.
"Saya permisi lebih dulu, sir"
Alih-alih menjawab, Azlan hanya mengangguk kan kepalanya, laki-laki itu berdiri dari duduknya dan memilih untuk beranjak dari sana.
__ADS_1
Begitu laki-laki itu beranjak pergi menjauhi atasannya, Azlan secepat kilat melangkah menuju kearah gudang arsip yang terletak di gedung paling ujung Del Piero company.
Dia fikir Nadine cukup pemberani tinggal sendirian di gedung sebesar ini diwaktu malam.
Laki-laki itu menyusuri tiap lorong perusahaan, mencari gedung yang mereka gunakan untuk arsip dokumen perusahaan.
Cukup lama hingga akhirnya dia mendekati ruangan tersebut, bisa dia lihat pintu ruangan itu terbuka, sedikit ditahan dengan sebuah kotak disudut pintu nya.
Azlan Secara perlahan menggeser kardus bekas tersebut, masuk kedalam ruangan itu dengan cepat.
"Nad?'
Laki-laki itu mengeluarkan suaranya, menyusuri seluruh ruangan untuk mencari gadis tersebut.
"Kamu kenapa ada disini?"
Tiba-tiba Nadine. muncul dari arah ujung sana, di antara lemari-lemari besi yang berbaris banyak, berdiri dan menjulang Kokoh hingga ke langit-langit ruangan.
Nadine bertanya sambil mengerutkan keningnya.
Dua Fikir kenapa laki-laki itu ada disana.
"Sudah waktunya kembali, hari sudah cukup menggelap"
Azlan menjawab sambil meletakkan kedua tangannya kedalam kantong celananya.
Tanpa dia sadari pintu ruangan tersebut secara perlahan tertutup sedikit demi sedikit.
__ADS_1
Kecerobohan yang hampir tidak pernah Azlan lakukan didalam hidup nya hingga tanpa sadar membuat mereka terkurung disana untuk waktu yang cukup lama.