
Setelah kepergian Bill bisa Azlan lihat bagaimana ekspresi Nadine saat ini, gadis itu terlihat mencoba untuk tidak menampilkan emosionalisme nya, tidak marah atau menangis,tidak mengubah ekspresi nya menjadi sebuah kekecewaan, Gadis itu berusaha bersikap profesional sebagai seorang pemimpin dari Hillatop construction.
"Aku fikir kamu mengenal laki-laki itu, dilihat dari betapa cuek nya kamu, aku fikir aku salah menebak"
Azlan bicara sambil menghabiskan teh milik nya, dia sengaja membuang pandangannya untuk beberapa waktu.
Alih-alih menjawab Nadine berkata.
"Apa aku punya hak untuk harus atau tidak harus menjelaskan sesuatu kepada rekan bisnis ku sendiri?"
Tanya Nadine kemudian.
"Yeah...kau punya hak untuk memilih diam"
Terimakasih"
Nadine menjawab pelan.
Setelah itu Azlan langsung meraih sebuah tisu, menyapu bibir dan mulut nya dengan tisu kemudian membuangnya.
"Kita akan kembali kekantor"
Dia kemudian langsung berdiri, berjalan lebih dulu meninggalkan tempat dimana mereka berada.
Azlan membayar tagihan makanan nya lantas bergerak menuju kearah parkiran.
Sedangkan Nadine hanya mengikuti langkah laki-laki itu dari belakang.
Entah kemana fikiran nya melanglang buana, tapi gadis itu benar-benar tidak sedang baik-baik saja.
Kata-kata yang diucapkan Bill Rowland bagaikan deburan ombak dahsyat yang mengguncang air laut hingga berubah menjadi sebuah tsunami tanpa prediksi.
Fokus pada Kata mandul membuat dia kehilangan kata-kata nya.
Mandul?!.
Hah..!?.
Gadis itu mencoba tertawa sambil menghela kasar nafasnya.
__ADS_1
Pemeriksaan Pra nikah dengan hasil yang luar biasa.
Dia ingat bagaimana hari itu mereka menerima hasil dari pemeriksaan yang dilakukan beberapa hari sebelumnya.
"Kamu bisa mundur jika anak-anak akan menjadi alasan utama sulit nya hubungan kita"
Itu yang di ucapkan Nadine kala itu.
"Tapi perlu kamu ketahui Bill, seandainya yang di prediksi mandul adalah kamu, aku pastikan tidak akan pernah berpaling atau berfikir untuk mencari orang lain"
Andaikan saja bill paham dengan maksud ucapan nya hari itu, tapi Nadine enggan membahas kembali soal itu semua.
"Aku akan tetap maju, kita tidak mungkin menghentikan Penikahan, anak-anak menurut ku bukan menjadi alasan utama pernikahan"
Dan jawaban yang di berikan Bill cukup membuat Nadine lega.
Sisanya akan mereka bicarakan lagi nanti.
Pertanyaan nya apakah dia mencintai laki-laki itu atau tidak sebenarnya selama ini?!.
Entahlah apakah ini bisa dikatakan Cinta?!.
Bill yang terus mengejar dirinya, mengajukan lamaran melalui Daddy nya.
Dan karena Daddy nya mengenal keluarga Bill, Daddy nya fikir itu bukan masalah.
Tapi seiring nya waktu ada ketidaknyamanan yang terjadi di antara mereka, apalagi ketika Freya sang kembaran nya Berkata laki-laki itu pernah mencoba menggoda nya.
Bahkan Bill pernah hampir meniduri dirinya.
Meskipun mereka bertunangan cukup lama, realitanya tiap kali bill ingin mencium dan menyentuh nya, Nadine tidak pernah mau dan tidak pernah memberikan kesempatan pada laki-laki itu.
Hingga pernah satu kali laki-laki itu bertanya.
"Apa kamu pernah benar-benar mencintai ku?"
pertanyaan tersebut sejenak membuat Nadine terdiam.
Cinta?!.
__ADS_1
Apa dia pernah benar-benar mencintai laki-laki tersebut selama ini?!.
Bagaimana jika Nadine berkata "Tidak"
Dia mulai meragukan perasaan cinta nya sendiri setelah dia melihat tidak ada luka di lengan laki-laki tersebut.
Gadis itu fikir jika Bill memang black panther nya, lalu kemana luka di lengan nya?!.
Dan dia menerima pertunangan mereka atas permintaan Daddy nya, juga karena dia merupakan anak yang patuh dengan ucapan orang tua nya.
Lucunya dia bisa menasehati perjodohan Freya dan Azlan padahal kehidupan dia sendiri sungguh meragukan.
Kemudian kejadian hari ini membuat Nadine tiba-tiba berfikir jika sebenarnya di antara dia dan Bill apakah benar-benar memang tidak pernah tercipta kata "Cinta".
Apakah mereka melakukan pertunangan dan memutuskan untuk menikah karena keputusan orang tua?!.
Lalu leopard?!.
Kenapa Bill Rowland memanggil Azlan dengan sebutan leopard?!.
Ditengah kebingungan Nadine tanpa dia sadari Azlan membalikkan tubuhnya hingga membuat Nadine yang berjalan dibelakang laki-laki tersebut terkejut karena tidak berfikir untuk menghentikan langkah kakinya sehingga...
Buggggh
"Akhhhh"
Dia menabrak laki-laki itu dalam hitungan detik.
Gadis itu Fikir dia menabrak punggung nya, tapi begitu dia mencoba menyadarkan pemikiran nya siapa sangka dia malah menabrak dada laki-laki tersebut.
Azlan ikut terkejut saat dia mencium aroma wangi dari puncak kepala gadis tersebut, apalagi ketika gadis itu langsung berusaha menahan dada nya dengan telapak tangan indah nya tersebut.
"Oh...."
Nadine tercekat, gadis itu dengan cepat memundurkan tubuhnya, wajah nya seketika memerah karena malu.
"Maaf"
Gadis itu berkali-kali menundukkan kepalanya sambil memejamkan bola matanya karena menahan perasaan malu.
__ADS_1
Dia Fikir kenapa dia seceroboh itu?!.