
moulin rouge
Malam sebelum nya
Ahem terlihat fokus menatap kearah panggung mendominasi berwarna merah dihadapan nya itu, ad sedikit warna biru yang sebenarnya sedikit terasa tidak sinkron tapi cukup terlihat indah sebenar nya.
Bola mata laki-laki tersebut terlihat mengawasi dengan seksama tiap sudut panggung serta bagian kursi yang ada di semua penjuru ruangan moulin rouge.
O'Neill beberapa kali mengangkat perintah, bahkan beberapa kali juga bicara dengan orang-orang disekitar nya.
"Seberapa matang?"
Ahem bertanya ke arah O'Neill.
Yang ditanya terlihat menoleh kearah Ahem, dia menaikkan ujung jari nya sejenak kearah depan dimana beberapa orang-orang nya yang sibuk memasang beberapa kamera disepanjang gedung moulin rouge.
"95% sempurna"
Jawab O'Neill cepat.
Seseorang terlihat bergerak mendekati O'Neill, mereka berbisik kearah laki-laki tersebut untuk beberapa waktu.
Laki-laki itu diam kemudian meraih handphone yang ada di tangan laki-laki yang ada dihadapan nya.
Itu adalah Azlan.
O'Neill bergerak menggeser posisi nya, Ahem terlihat membuang pandangannya dan langsung berusaha naik ke atas panggung.
Besok seluruh orang-orang penting di dunia perfilman pasti Hadir untuk menonton siaran langsung acara puncak yang diselenggarakan oleh salah satu tim teater terbaik Prancis.
Biasanya di tempat ini para produser film atau orang-orang yang berhubungan dengan dunia industri perfilman akan mencari bintang artis baru untuk dijadikan ikon bintang terkenal kedepannya.
__ADS_1
Para pemain teater akan menampik kemampuan demi kemampuan terbaik mereka untuk dipamerkan kepada para produser film dan juga orang-orang penting di dunia hiburan industri agar mereka mendapatkan kesempatan untuk merambah ke dunia industri hiburan terbaik kanca internasional.
Dan disinilah mereka akan membuat sebuah kejutan tak terduga untuk keluarga Rowland. dan ini akan menjadi kesempatan mereka untuk membuat seseorang yang terlibat didalam kasus pembunuhan seorang gadis dimasa lalu yang belum diketahui pembunuh nya dan dicurigai jika keluarga Rowland terlibat dalam kematian gadis tersebut.
Dan semua orang yakin siapapun yang terlibat pada tragedi malam pembunuhan gadis itu akan turun semua untuk Hadir didalam panggung teater luar biasa malam besok.
Mereka telah mempersiapkan dengan matang seluruh rencana pada malam ini.
"Apa ada yang kurang?"
Seseorang mengejutkan Ahem.
Laki-laki itu buru-buru menoleh.
"Bagian mana yang belum terkena kamera? pastikan tidak ada yang terlewat"
Ucap Ahem kemudian.
"seperti yang kamu harapkan"
"Ini hampir sempurna Ahem"
Lanjut perempuan cantik itu cepat.
"Ngomong-ngomong..."
Dia bicara kemudian melirik kearah Ahem.
"Aku fikir seseorang menunggu mu sejak tadi Didepan"
mendengar ucapan perempuan itu seketika Ahem mengerut kan keningnya.
"Siapa?"
__ADS_1
Tanya nya cepat.
"Seperti nya dia orang yang cukup penting, pergilah kedepan, aku akan mengawasi di depan sini dan menyelesaikan sisanya.
Ahem seketika langsung membalikkan tubuhnya, dia bergerak cepat kearah depan sana dan mencari sosok siapa yang menunggu diri nya.
Begitu tiba di depan sana, bola mata Ahem mengawasi arah bagian depan, entahlah tapi felling nya berkata dia seperti nya tahu siapa yang mencari dirinya saat ini.
Dikala laki-laki tersebut sibuk mencari sosok yang di bicarakan perempuan di sampingnya tadi, tiba-tiba sebuah sentuhan halus terasa di pundak bagian kirinya.
awalnya Ahem terkejut, dia menoleh dengan cepat dan sepersekian detik berikutnya Seulas senyuman mengembang di balik bibir nya.
"Aku cukup tidak menyangka kamu datang Kemari"
Ucap laki-laki tersebut sambil menatap dalam wajah perempuan di hadapannya itu.
Alih-alih menjawab perempuan itu memunyung kan bibirnya.
"Apa aku pulang saja sekarang?"
Perempuan itu mencoba menggoda Ahem.
Dia pura-pura merajuk kemudian mencoba untuk beranjak.
"Hayat..."
"Aku hanya bercanda"
Perempuan itu seketika tertawa kecil, dia memeluk Ahem dengan cepat.
"Aku merindukan kamu"
Lanjut Hayat kemudian memeluk erat tubuh laki-laki tersebut.
__ADS_1
"Ohhhh akhirnya aku benar-benar bisa memeluk mu disini"