Hasrat Sang Milyader Dingin

Hasrat Sang Milyader Dingin
Romeo and Juliet


__ADS_3

Bonus part Ahem dan Hayat


Villa utama Freya


02.10 dini hari


Begitu Zoe mengangkat dan menggendong Freya menuju ke arah dalam villa, hayat Tampak menatap punggung laki-laki itu untuk beberapa waktu.


Dia menghela pelan nafasnya, dia fikir tidak tahu kenapa laki-laki itu begitu lama menutupi perasaannya pada gadis itu.


15 tahun lebih bukan waktu yang sebentar, jika jadi dia mungkin hayat sudah menyerah melihat diam-diam orang yang di sukai nya, bahkan harus pura-pura bersikap dingin asalkan tidak berinteraksi banyak pada orang yang disukai nya.


Atau bahkan Pura-pura menutup mata dan telinga soal perasaan yang sebenarnya.


Dia tidak heran sebenarnya, seperti kata Zoe, jika dia melangkah dan salah arah, dia takut kehilangan keluarga besar nya, satu-satunya orang yang menggenggam tangan nya di masa kecil dulu adalah Mommy Nadya, satu-satunya orang yang mendidik nya dengan baik, membuat dia menjadi laki-laki kuat dan memiliki martabat adalah Daddy all.


Dan kedua orang itu benar-benar memberikan Zoe kehidupan serta keluarga yang baru, dia mana berani meminta lebih.


"Kau tahu Hayat? aku memang mencintai nya, tapi cinta ku bisa menghancurkan hubungan baik semua orang satu hari nanti"


"Hanya orang yang tidak tahu berterima kasih Yang tega melakukan hal bodoh seperti itu, setalah mendapatkan banyak cinta, mendapatkan limpahan materi apa aku akan tega merampas putri mereka dengan kata atas nama cinta, apa kata dunia dan seisinya nanti?"


Saat itu bisa dia ingat bagaimana ekspresi Zoe ketika membicarakan semua perasaan nya.


Sejenak hayat menghela pelan nafasnya, dia mencoba memutar tubuhnya untuk kembali ke mobil, dia berkata akan pulang ke apartemen nya menggunakan mobil Zoe.


Tapi baru saja dia membalikkan tubuhnya, seketika dia dikejutkan oleh seseorang.


"Alamak...kuntil bapak"


Seketika latah Hayat keluar secara tiba-tiba.


"Apa? itu kata-kata macam apa?"


Suara bariton mendominasi mengejutkan dirinya.


Seketika Hayat membulat kan bola matanya.


Laki-laki putra tertua keluarga Hillatop itu tengah berdiri tepat dihadapan nya.


"Kamu kenapa ada disini?"

__ADS_1


Hayat Bertanya sedikit terkejut saat sadar Ahem ada di hadapannya.


Laki-laki datar dan dingin itu belakangan terlihat persis seperti hantu, selalu datang tak di undang bahkan pulang tidak di jemput.


Ketika dia ingin datang, Tiba-tiba ada disekitar nya dan mengejutkan dirinya, persis seperti saat ini.


"Kamu belum menjawab pertanyaan ku"


Ahem kembali bertanya tanpa menghiraukan pertanyaan balik Hayat.


"Ah yang Mana?"


Dia bertanya sambil mengingat-ingat.


"Kuntil bapak, apa itu semacam penyakit menular?"


Tanya Ahem tiba-tiba.


"Ya?"


Penyakit menular?.


"Aku tidak berfikir itu seperti sebuah penyakit menular, tapi jika iya itu pasti mengerikan"


Jawab Hayat sambil menahan tawa nya.


"Itu terdengar seperti kata umpatan?"


Protes Ahem.


"Oh tidak, bukan begitu, maksud ku itu hanya kata spontan yang keluar karena terkejut, aku ini perempuan muda yang sedikit latah"


Hayat buru-buru meralat ucapan nya.


Mendengar ucapan Hayat, laki-laki itu diam sejenak.


Seolah-olah tidak lagi mempedulikan Ahem, dia berusaha untuk berjalan kedepan tapi tiba-tiba Ahem menarik cepat bahu Hayat.


"Ehhh?"


Perempuan itu jelas terkejut dan langsung menoleh.

__ADS_1


"Kenapa?"


Hayat Bertanya sambil mengerutkan keningnya.


"Mari mengurus surat-surat pernikahan nya besok"


Ucap laki-laki itu tiba-tiba.


"Ya?"


Hayat jelas terkejut.


"Akan Sulit menyakinkan Daddy All dan semua orang saat ini, aku hanya butuh Restu satu saja dari keluarga Azzura di awal, sisa nya aku akan mengurus semuanya"


Mendengar ucapan Ahem seketika Hayat menelan salivanya.


"Diam berarti setuju"


Ucap Ahem cepat.


"Bukan begitu, maksud ku..."


"Tidak setuju?"


Ahem mengerutkan keningnya.


"Bukan begitu..."


Dia malah jadi serba salah, mencoba mengatur detak jantung nya sejenak, tapi tiba-tiba tubuhnya malah dipeluk dengan cepat oleh laki-laki itu.


"Semua akan baik-baik saja"


Bisik Ahem pelan dibalik telinga.


Seketika Hayat memejamkan bola matanya.


Ah.... apakah semua akan baik-baik saja?.


Tanya nya dalam hati.


Kisah mereka lebih mirip seperti Romeo dan Juliet, permusuhan ber abad-abad 2 keluarga menyulitkan mereka untuk terus bersatu hingga akhir.

__ADS_1


__ADS_2