Hati Yang Kau Lukai

Hati Yang Kau Lukai
Bab 4. Malam Panjang


__ADS_3


Bola lampu yang sebelumnya terang benderang, kini berubah temaram kala hanya ada lampu tidur yang menyala. Dinda yang duduk di tepian ranjang dengan mengenakan lingerie berwarna merah maroon, terlihat begitu gugup kala menunggu sang suami yang masih berada di dalam kamar mandi.


Berkali-kali ia mere*mas-re*mas telapak tangannya yang terasa begitu dingin untuk menetralisir degup jantung yang tiada terkendali. Ia merasa saat ini, jantungnya bekerja jauh lebih cepat dari biasanya. Bahkan berkali-kali ia membuang napas kasar pun juga tidak banyak memberikan efek yang berarti. Rasanya, ia teramat nervous untuk menghadapi malam ini.


Kata orang, malam pertama merupakan salah satu fase bagi seorang wanita di mana ia akan merasakan sakit yang luar biasa. Di malam ini, akan ada benda asing yang melesak, masuk dan merobek sesuatu yang berada di bagian inti. Membuatnya berdarah dan menimbulkan sensasi rasa sakit yang teramat sangat. Bahkan kata beberapa orang, jarang sekali bagi seorang istri yang merasakan kenikmatan di malam pertama seperti ini karena menahan rasa sakit itu.


"Tidak, tidak, tidak. Aku tidak boleh gugup malam ini. Bukankah ini merupakan salah satu kebahagiaan yang dinantikan oleh mas Bayu? Dan malam ini aku bisa menjadi istri mas Bayu seutuhnya. Dengan menyerahkan apa yang selama ini aku jaga."


Dinda sibuk bermonolog lirih. Nampaknya, ia tengah berupaya mati-matian untuk bisa membuang kegugupan yang masih saja merajai hati. Hingga perhatiannya pun beralih ke arah kamar mandi saat suara gemericik air kran sudah tidak lagi terdengar.

__ADS_1


Ceklekkk ...


Senyum manis terbit di bibir Dinda kala netranya menangkap sosok pria yang keluar dari dalam kamar mandi dan hanya berbalut handuk putih. Lelaki itu juga tak kalah memberikan senyum termanis yang ia miliki seakan menjadi isyarat bahwa ia begitu terpana melihat kemolekan tubuh sang istri yang tersembunyi di balik lingerie berwarna maroon yang dikenakannya itu. Warna merah, seakan membuat hasrat Bayu semakin tertantang untuk bisa segera menerkam tubuh sang istri.


Bayu melangkah pelan untuk kemudian duduk di samping Dinda. Ia raih dagu sang istri dan ia tatap lekat netra bening yang terbingkai indah dalam bulu mata panjang nan lentik ini. Dan sebuah kecupan lembut, mendarat di bibir tipis Dinda yang seketika membuat tubuh wanita itu dialiri oleh kehangatan yang luar biasa.


"Bolehkah malam ini aku meminta hakku atas dirimu Sayang?"


Dinda mengangguk pelan. "Aku sudah menjadi milikmu Mas, dan semua yang ada di dalam tubuhku ini juga telah menjadi milikmu. Kamu, bisa melakukan apapun."


Bayu tersenyum penuh arti. Ia kembali mengusap pipi Dinda dengan lembut. "Terima kasih Sayang. Akupun juga begitu. Aku akan menggunakan semua yang ada dalam diriku untuk membahagiakanmu."

__ADS_1


Bayu mulai melancarkan aksinya dengan memberikan kecupan-kecupan sensual di bagian wajah, leher dan dada Dinda yang membuat wanita itu hanya bisa memejamkan mata merasakan adrenalinnya mulai memuncak. Bayu menyeringai nakal kala melihat sang istri sudah terangsang. Jemari tangannya pun mengabsen satu persatu semua bagian tubuh Dinda tanpa melewatkannya satu bagian pun.


Bayu merebahkan tubuh Dinda di atas ranjang. Lelaki itu mulai menindih tubuh sang istri setelah berhasil melucuti seluruh kain yang membalut tubuh keduanya. Pada akhirnya malam ini terjadilah sesuatu yang memang sudah selayaknya terjadi diantara pasangan suami istri. Menyempurnakan ibadah mereka sembari mereguk apa yang dinamakan kenikmatan surga dunia.


Rembulan di luar sana dan angin malam yang berhembus kencang, seakan menjadi saksi atas cinta sepasang manusia yang berada di bawah ikatan halal yakni pernikahan.


.


.


. bersambung...

__ADS_1


__ADS_2