Hati Yang Kau Lukai

Hati Yang Kau Lukai
Bab 64. Nggak Jadi


__ADS_3

"Selamat pagi Sayang!"


Jenica memeluk tubuh Erlan dari belakang kala lelaki itu berdiri di depan almari untuk mengambil pakaian kerjanya. Erlan yang berbalut bathrobe warna hitam itu masih enggan menanggapi apa yang diucapkan oleh sang istri. Ia bahkan memilih untuk menyibukkan dirinya untuk memilih pakaian yang akan ia kenakan.


"Sayang .... kamu mengapa masih cuek sih? Aku minta maaf karena semalam aku pulang begitu larut. Saking asyik mengobrol dengan teman-temanku membuatku lupa waktu. Maafkan aku ya Sayang."


Jenica semakin mengeratkan pelukannya. Ia letakkan kepalanya di punggung sang suami sedangkan tangannya meraba dada bidang Erlan. Yang seketika membuat suasana intim semakin terasa.


Erlan masih memilih untuk terdiam dan membisu. Meskipun semalam ia sudah mencoba untuk menenangkan diri di ruang kerja, namun tetap saja hati dan juga pikirannya masih terasa begitu kacau. Apa yang dilakukan oleh Jenica benar-benar tidak mencerminkan sosok seorang istri.


Jenica melengos karena masih belum bisa membujuk dan merayu agar sang suami berhenti merajuk. Namun ia sama sekali belum mau menyerah. Ia harus berhasil mengubah keadaan seperti semula. Di mana Erlan kembali bersikap hangat tidak dingin seperti ini.

__ADS_1


Mata Jenica berbinar kala dalam otaknya muncul sebuah ide yang ia rasa cukup briliant. Ia yakin dengan cara seperti ini hati Erlan pasti akan luluh. Tangan yang sebelumnya berada di dada bidang Erlan, perlahan bergeser ke bawah hingga kini berada tepat di atas benda pusaka milik lelaki itu. Tanpa basa-basi, ia menyentuh dengan lembut benda pusaka itu. Bahkan tidak hanya menyentuh, ia juga mere*mas-rem*asnya.


Tubuh Erlan sedikit terperanjat kala mendapatkan serangan mendadak dari Jenica. Secara naluri sebagai seorang laki-laki, benda pusaka miliknya ini memberikan respon dengan cara tegak berdiri.


"Bagaimana kalau sebelum kamu berangkat, kita bercinta terlebih dulu Sayang? Kita cari keringat sama-sama dan mend*esah sama-sama. Aku yakin dengan begitu kamu bisa semakin bersemangat dalam bekerja."


Suara Jenica yang terdengar mendayu dan sensual, sukses mengobarkan api hasrat yang ada di dalam dada Erlan. Ditambah dengan jemari tangan Jenica yang semakin liar, membuat lelaki itu sudah tidak sabar untuk menerkam tubuh sang istri. Napas lelaki itu juga menderu yang semakin menguatkan bahwa tubuhnya sudah dipenuhi oleh naf*su.


Erlan berbalik badan. Ia masih terdiam namun sorot matanya tak lepas dari bola mata Jenica. Hal itulah yang membuat Jenica seakan di atas angin. Ia merasa bahwa caranya ini akan berhasil. Dan setelah ini Erlan tidak akan lagi bersikap dingin.


Tanpa banyak kata, Erlan yang sudah dipenuhi oleh na*fsu itu mendorong tubuh Jenica. Hingga tubuh wanita itu terhempas di atas ranjang dalam posisi terlentang. Erlan mulai menanggalkan bathrobe yang ia pakai dan kini tak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Gegas, ia melucuti lingerie hitam yang dipakai oleh Jenica dan wanita itu pun juga dalam keadaan polos.

__ADS_1


Jenica kegirangan saat Erlan sudah terlihat semakin ganas menggerayangi tubuhnya. Lelaki itu juga ikut berbaring di atas ranjang. Ia miringkan tubuh Jenica, bermaksud memberikan sentuhan dan mencumbu sang istri dari belakang.


Saat Erlan fokus mencium ceruk leher sang istri, tiba-tiba ia hentikan aktivitasnya. Seketika benda pusaka miliknya pun layu. Erlan kembali berdiri dan mengenakannya lagi bathrobe nya.


Jenica terhenyak. "Loh Sayang ... mengapa tidak kamu lanjutkan? Ayo Sayang kita bercinta.


"Aku harus segera berangkat ke kantor, ada meeting hari ini."


.


.

__ADS_1


. bersambung....


Hayoooo .... kenapa tiba-tiba Erlan mengurungkan niatnya untuk bercinta? 😆😆😆😆 hihihihi hihi .... tunggu episode selanjutnya ya Kak... 😘😘😘


__ADS_2