Hati Yang Kau Lukai

Hati Yang Kau Lukai
Bab 90. Cerita Sebenarnya


__ADS_3

Dinda menatap nanar sebuah foto yang berada di dalam ponsel milik Kartina. Dari foto itu terlihat jelas sepasang manusia yang tengah melakukan prosesi ijab-qobul di depan kyai. Meskipun masih bersifat sirri, namun pernikahan itu benar-benar terjadi. Dan yang lebih membuat Dinda tercengang, lelaki di dalam foto itu adalah suaminya sendiri.


"Mbok ... Ini benar mas Bayu. Mas Bayu menikah sirri Mbok..."


Tak kuasa menahan rasa sesak dalam dada, Dinda meletakkan kepalanya di pundak Surti. Wanita itu menangis tergugu di sana. Setelah sekian lama dibuat bertanya-tanya akan kemana Bayu dan Sonya yang tiba-tiba menghilang tanpa kabar, akhirnya hari ini terjawab sudah. Sang suami menikah lagi secara sirri.


"Ya Allah ... Sabar ya Din sabar," ucap Surti lembut. Ia kembali menautkan pandangannya ke arah Kartina. "Tin, jadi benar lelaki ini menantumu?"


Kartina mengangguk pelan. "Benar Sur, baru kemarin mereka menikah!"


"Ya Allah ...."


Kartina memandang iba Dinda yang tengah larut dalam kesedihannya. Ia benar-benar tidak menyangka jika hal seperti ini akan terjadi.


"Bukankah saat ini kamu bekerja di luar negeri untuk mencari kebahagiaanmu sendiri Nak? Dan tega mencampakkan suamimu?"


Dinda terhenyak. Gegas, ia mendongakkan kepala. "Saya bekerja di luar negeri untuk mencari kebahagiaan sendiri? Omong kosong apa lagi itu Bu? Saya bekerja di Jakarta menjadi pembantu rumah tangga bukan untuk mengejar kebahagiaan diri saya sendiri tapi untuk ikut menopang kondisi perekonomian keluarga."


"Tapi itu yang dikatakan oleh Bayu Nak. Dan bukankah kamu juga sudah ditalak oleh Bayu? Sehingga Bayu bisa menikah dengan anak saya?"

__ADS_1


"Astaghfirullah ... Kebohongan seperti apa lagi ini?" lirih Dinda sembari mengurut dadanya yang terasa berdenyut nyeri. "Demi Allah saya belum ditalak oleh mas Bayu, Bu. Sampai saat ini saya masih berstatus sebagai istri mas Bayu yang sah!"


Kartina semakin dibuat terkejut setengah mati. Ternyata semua cerita yang disampaikan oleh menantu dan besannya hanyalah sebuah karangan bebas seperti cerita novel yang dibuat oleh author ini. Kepala Kartina ikut pusing sekali.


"Ya Allah ... Jadi sejauh ini Bayu dan ibunya membohongiku dan juga anakku?"


Dinda mengangguk pelan. "Begitulah cerita yang sebenarnya Bu. Saya ini masih menjadi istri sah mas Bayu." Dinda menghela napas panjang dan ia hembuskan perlahan. "Lalu sekarang mas Bayu ada di mana Bu? Saya ingin menemuinya. Tolong pertemukan saya dengan dia Bu!"


"Untuk saat ini Bayu beserta istri keluarganya sedang berlibur Nak. Mungkin baru akan kembali besok sore. Jadi kamu baru bisa menemuinya besok."


"Atau saya minta nomor ponsel mas Bayu saja Bu, biar saya menghubunginya terlebih dahulu."


Surti memegang pundak Dinda. Dia menggelengkan kepala. "Lebih baik kamu tunggu sampai besok saja Din. Biar kedatanganmu bisa menjadi kejutan untuk Bayu."


Meskipun rasa ingin bertemu dengan sang suami terasa begitu menggebu, namun Dinda mencoba untuk menahannya. Ia masih harus bersabar lagi sampai tiba esok hari.


Dinda kembali memeluk tubuh Surti. Wanita itu semakin larut dalam kesedihan yang ia rasakan.


***

__ADS_1


"Apa ini!" pekik Erlan pada saat Joni melempar sebuah brosur ke arahnya.


"Bacalah. Mungkin ini bisa menjadi jalan perubahan nasibmu!" jawab Joni dengan santai.


Tanpa basa-basi Erlan menuruti perintah asistennya. Ia menatap lekat brosur yang diberikan oleh Joni. Kedua bola matanya terbelalak saat membaca kata demi kata yang tertulis di sana.


Yang pendek jadi panjang. Yang kecil jadi besar. Yang loyo jadi kuat. Yang sebentar jadi lama. Inilah ramuan dahsyat Mak Erot. Tak perlu ragu. Segera datang dan buktikan keampuhannya! Bergaransi. Satu minggu tak menampakkan hasil, uang kembali.


Erlan seakan kesusahan menelan salivanya. Tidak menyangka setelah ia curhat perihal Jenica yang berselingkuh karena miliknya yang kecil, asisten pribadinya ini langsung bergerak cepat untuk mencari solusi.


"Tapi ini ...."


"Sudah, sudah, jangan banyak protes. Langsung datang saja kamu ke tempat itu dijamin tokcer!"


Erlan semakin menajamkan indera penglihatannya. Ia semakin terkejut saat membaca alamat yang tertera di sana.


Ini kan daerah kampung halaman Dinda? Apa iya aku harus berobat sampai sana?


.

__ADS_1


.


. bersambung...


__ADS_2