Hati Yang Kau Lukai

Hati Yang Kau Lukai
Bab 71. Liburan ke Eropa


__ADS_3

"Sayang ... kamu serius tidak ikut ke Labuan Bajo? Kamu serius membiarkanku sendirian di sana?"


Tepat pukul enam, Jenica telah kembali ke apartement. Di kamar, ia melihat sang suami yang tengah bersiap dengan pakaian formal warna hitam. Dengan pakaian itu, ia bisa menebak jika Erlan akan menghadiri sebuah acara.


"Sendirian? Bukankah ada Dinda yang akan menemanimu? Aku sengaja meminta Dinda untuk ikut agar kamu tidak sendirian di sana. Apakah itu masih kurang?"


"Ya bukan begitu maksudku Sayang. Di Labuan Bajo aku ingin quality time bersamamu, tapi mengapa justru Dinda yang kamu minta untuk menemaniku? Gak lucu kan, jika kemana-mana Dinda mengikutiku?"


"Lalu, jika kamu tidak mau ditemani oleh Dinda, kamu mau ditemani oleh siapa Jen? Atau kamu mau pergi sendirian saja? Sayang tiket yang dibelikan oleh Papa!"


Aduuuhhhh... Kalau aku memaksa pergi sendirian pasti Erlan akan menaruh rasa curiga. Sudahlah, tidak apa-apa aku pergi bersama Dinda. Yang jelas, aku sudah membuat rencana dengan Bara. Tinggal membuat Dinda tutup mulut saja, semua pasti aman terkendali.


"Ya bukan seperti itu Sayang. Aku maunya pergi sama kamu, bukan sama Dinda."


Erlan hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan istrinya ini. "Sudahlah Jen, kamu tidak perlu khawatir. Sepulang dari Labuan Bajo, aku akan mengajakmu untuk liburan ke Eropa sebagai ganti bulan madu kita. Di mana Joni sudah pulang dari kampung dan aku bisa memanfaatkan waktu itu untuk berlibur."


Jenica yang sebelumnya menampakkan wajah masam, kini seakan berbinar terang. Kebahagiaan nampak membingkai wajah wanita itu.


"Sungguh, kamu mau mengajakku ke Eropa, Sayang? Ini bukan mimpi kan?"


"Tentu bukan Jen. Aku sengaja merencanakan perjalanan ke Eropa karena dulu aku pernah berjanji pada diriku sendiri untuk mengajak wanita yang paling aku cinta untuk berlibur ke Eropa. Katakan padaku, destinasi mana yang kamu inginkan? Paris, Italia, Swiss, Belanda, Barcelona? Silakan kamu tentukan."


"Sayang ....." Jenica merapatkan tubuhnya di tubuh Erlan. Ia peluk suaminya ini dari belakang dan ia benamkan wajahnya di punggung tegap sang suami. "Aku benar-benar bahagia Sayang. Ternyata kamu memang yang terbaik. Kamu selalu bisa membuatku tersenyum dan berbahagia. Terima kasih banyak ya Sayang. Dan untuk destinasi aku ingin ke Paris, Sayang. Aku ingin ke Eiffel."

__ADS_1


Erlan mengedikkan sedikit bahunya. "Baiklah, kita akan ke Paris di akhir bulan."


"Uhhhh ... terima kasih banyak Sayangku."


Lihatlah Jen, kamu ini benar-benar beruntung. Mendapatkan kepuasan batin dari Bara dan mendapatkan kepuasan materi dari Erlan. Sungguh sempurna hidupmu Jen. Di saat Erlan tidak bisa memuaskanmu di ranjang ada Bara yang datang dalam hidupmu. Benar-benar sempurna.


Erlan merapikan dasi yang ia kenakan sembari memandang bayangan wajahnya yang terpantul di dalam cermin. Lelaki itu mengangkat sedikit bibirnya dan tersenyum sinis. Entah apa yang ada di dalam benak lelaki itu.


***


Hujan lebat mengguyur bumi Jawa di bagian selatan. Mobil yang dikemudikan oleh Bayu masih berusaha untuk keluar dari area hutan pinus ini. Namun, kondisi cuaca yang tidak begitu bersahabat membuat jarak pandang mobil sedan putih itu terbatas dan hanya dengan kecepatan pelan, ia mengemudikan kuda besi ini.


Ckiiittttt....


"Ada apa ya Mas, kok banyak orang seperti itu?" tanya Maya dengan kernyitan di dahi. Terlintas dalam benaknya jika ada kecelakaan di depan sana.


"Entahlah Sayang, aku tidak tahu."


Bak dihujani oleh kelopak-kelopak kebahagiaan, senyum manis tersungging di bibir Maya kala mendengar Bayu memanggilnya dengan Sayang. Sudah lama ia tidak pernah merasakan kebahagiaan seperti ini.


Bayu menurunkan kaca mobil dan kepalanya sedikit menjorok ke luar.


"Pak, ini ada apa ya? Apa ada kecelakaan?"

__ADS_1


Salah seorang warga mendekat ke arah Bayu. "Tidak ada kecelakaan Pak, hanya saja akses jalan ke kota terputus karena longsor dan ada beberapa pohon yang tumbang."


"Jadi, jalan menuju ke kota tertutup Pak? Lalu, bagaimana caranya saya bisa sampai kota?"


"Iya Pak, jalan tertutup longsor. Terpaksa Bapak harus bermalam di sini karena baru besok kami bisa mengatasi perihal longsor ini."


Bayu terhenyak. "Bermalam? Maksud Bapak saya harus bermalam di mobil sampai esok hari?"


Salah satu warga itu hanya tersenyum seakan sudah memiliki jalan keluar. "Tenang Pak, di sisi kanan kiri Bapak ini ada beberapa penginapan jadi Bapak bisa singgah di penginapan sejenak sampai esok hari."


Bayu mengedarkan pandangannya ke arah sisi kanan kiri dan hanya ada bangunan-bangunan kecil yang dijadikan losmen sederhana.


"Bagaimana Sayang? Apa kamu bersedia bermalam di salah satu losmen ini?"


Maya turut mengedarkan pandangannya ke arah sekeliling. Karena dilanda oleh rasa kantuk dan lelah akhirnya ia mengangguk.


"Tidak apa-apa Mas kita bermalam di sini terlebih dahulu. Badanku juga sudah terasa lelah sekali."


"Baiklah, kita menginap di sini terlebih dahulu ya."


"Baik Mas."


Bayu mengarahkan setir kemudinya ke pelataran salah satu losmen yang ada di tempat ini. Ia memilih untuk beristirahat dan bermalam di sini sampai esok hari di mana longsor yang terjadi sudah bisa teratasi.

__ADS_1


__ADS_2