Hati Yang Kau Lukai

Hati Yang Kau Lukai
Bab 67. Sertifikat


__ADS_3

"Benar-benar keterlaluan istrimu itu Bay. Jauh-jauh kerja di Jakarta tapi gaji yang dikirim ke kita hanya tiga ratus ribu. Memang gaji yang dia dapat itu berapa?"


Sonya juga tiada henti mengomel sendiri saat bukti transfer yang ada di ponsel diperlihatkan oleh Bayu. Semua rasa bercampur menjadi satu. Rasa marah, rasa jengkel dan rasa gemas akan apa yang dilakukan oleh menantunya. Pundi-pundi rupiah yang ada di dalam angan seketika lenyap saat nominal tiga ratus ribu terlihat jelas di depan mata. Mimpi yang telah ia bangun setinggi gunung bahwa dia bisa memanfaatkan gaji sang menantu pada kenyataannya semua musnah. Hilang tak berbekas.


"Entahlah Bu, aku juga tidak tahu. Aku kira Dinda sudah sepakat dengan obrolan kita sesaat sebelum dia berangkat yang akan mengirimkan semua gajinya untuk kita, tapi ternyata ..."


Bayu memijit-mijit pelipisnya. Lelaki itu terlihat begitu frustrasi. Memikirkan bagaimana caranya dengan uang tiga ratus ribu itu bisa ia gunakan untuk bersikap royal di hadapan Maya dan juga Cantika. Ia berpikir jika uang itu teramat kurang untuk bersenang-senang dengan wanita incarannya itu.


"Atau apa dia sedang dalam masa training ya Bay, sehingga gaji yang dia dapatkan hanya sedikit. Tapi semakin lama akan semakin bertambah besar? Dengan begitu yang akan dikirim untuk kita akan banyak pula?" tebak Sonya yang masih berharap bahwa uang yang dikirim sang menantu akan lebih besar lagi dari ini.


"Mau training ataupun tidak kita tidak bisa berharap banyak lagi dari Dinda, Bu. Maya sudah memberikan sinyal positif, jadi lebih baik kita percepat saja rencana kita untuk mempersunting Maya."


Sonya tampak hening mencerna kata yang diucapkan oleh Bayu. Dahinya mengernyit seakan menjadi tanda bahwa dia tidak begitu paham dengan maksud anaknya ini.


"Lalu sekarang kita harus bagaimana Bay? Apa yang harus kita lakukan?"


"Menurutku, aku harus cepat-cepat menikahi Maya Bu."

__ADS_1


Sonya terhenyak. "Menikah? Kamu itu ngelindur atau bagaimana Bay? Mana mungkin kamu menikah sedangkan kamu masih berada dalam ikatan pernikahan dengan Dinda?"


Bayu nampak tenang. Sepertinya lelaki itu sudah memiliki rencana perkara hal ini. "Ibu tenang saja. Aku akan menjelaskan kepada Maya bahwa aku akan menikahinya secara siri terlebih dahulu. Setelah Dinda pulang, baru kita bisa menikah secara resmi."


"Kamu yakin Maya bisa menerima itu semua?"


"Aku yakin Bu. Yang jelas, aku dan Maya harus menikah terlebih dahulu. Dan semua pasti akan baik-baik saja."


"Tapi setidaknya kita harus punya banyak uang Bay, paling tidak untuk meyakinkan Maya bahwa kita ini tidak blangsak-blangsak amat," ujar Sonya menyampaikan pemikirannya.


Bayu sependapat dengan apa yang disampaikan oleh sang ibu. Namun, ia dibuat bingung dengan bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan uang lebih. Karena untuk saat ini penghasilannya sebagai driver ojek online sungguh tidak bisa diandalkan.


"Aha! Sepertinya Ibu punya cara Bay!"


Bayu dibuat bertanya-tanya dengan apa yang dilakukan oleh sang ibu yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah. Hampir lima belas menit berlalu menunggu sang ibu, akhirnya Sonya kembali berdiri di hadapan Bayu dengan membawa sebuah map berwarna biru.


"Ini Bay ... Ini caranya agar kita mendapatkan banyak uang dan bisa kita pamerkan di depan Maya!"

__ADS_1


Tubuh Bayu terperanjat. Ia seketika bangun dari posisi duduknya dan mendekat ke arah Sonya. Ia ambil map biru dalam genggaman sang ibu dan kedua bola matanya pun terbelalak sempurna.


"Sertifikat rumah?"


"Ya, dengan sertifikat ini, meskipun Dinda tidak mengirimkan gajinya, kita tetap bisa menjadi manusia yang bergelimang harta."


"I-ibu serius?"


Sonya mengangguk mantap. "Ya, anggap saja sertifikat ini sebagai timbal balik karena Dinda sudah menjadi pembawa sial untuk hidup kita!"


.


.


. bersambung...


Mohon maaf baru bisa update ya kak.. baru saja pulang dari Madura☺☺ dan mohon maaf jika terlalu pendek, inshaaAllah nanti lanjut lagi🥰

__ADS_1


__ADS_2