Hati Yang Kau Lukai

Hati Yang Kau Lukai
Bab 94. Atiku Tatag


__ADS_3

Dinda mencoba untuk tetap tenang dan tegar berhadapan secara langsung dengan Bayu meskipun suaranya terdengar bergetar. Sekuat tenaga ia menjaga hati agar tetap terkendali sehingga tidak menimbulkan masalah yang berarti. Ia harus berhasil menguasai emosi diri sehingga tetap terlihat memiliki harga diri. Meskipun pada kenyataannya harga diri yang ia miliki telah dirusak, diinjak, dan dijatuhkan hingga ke dasar bumi.


"Mas, siapa wanita ini? Mengapa ia mengenalmu?"


Maya dibuat bertanya-tanya dengan kehadiran wanita asing di kediamannya. Terlebih wanita itu mengetahui nama sang suami dan bahkan nampak begitu mengenalnya.


Bayu tergagap. Lidahnya seakan begitu kelu untuk berucap. Ia hanya bisa terdiam, membisu dan menutup mulutnya rapat-rapat. Kehadiran Dinda sudah cukup membuat nyawanya seperti tercabut secara paksa dari dalam raga.


"Mas, kenapa kamu hanya diam saja? Siapa wanita ini Mas?" teriak Maya semakin lantang. Ia sudah tidak sabar menunggu jawaban dari Bayu.


"Berkatalah jujur tentang siapa wanita ini Bay. Aku tidak menyangka jika kamu sudah sejauh ini menipuku dan juga Maya!"


Kartina yang juga merasa dibohongi, melontarkan sebuah kata untuk mendesak sang menantu untuk berbicara. Karena diamnya Bayu tidak akan pernah bisa untuk menyelesaikan masalah.


"Apa Bu? Ibu bicara apa? Menipu? Siapa yang menipu dan siapa yang ditipu?"


"Tanyakan saja pada suamimu. Siapa wanita ini?"


"Mas, mengapa kamu diam saja? Siapa wanita ini Mas?"


Bayu terhenyak. Sekuat apapun ia membisu namun ia tidak akan pernah bisa merubah keadaan di mana Dinda akan muncul secepat ini.


"D-Dia Dinda, May... Dia Dinda!"


Tatapan mata Dinda yang sebelumnya fokus ke arah Bayu, kini beralih ke wajah wanita asing yang datang ke kediamannya ini. Maya mengayunkan tungkai kakinya untuk bisa lebih dekat dengan Dinda.


Maya menyilangkan kedua lengan tangannya di dada. Tatapan sinis terlihat jelas ia berikan untuk wanita yang ia yakini mantan istri dari sang suami. Padahal kenyataannya, wanita itu sama sekali belum bercerai ataupun ditalak oleh Bayu.


"Oh ... Jadi ini wanita tak tahu malu, tak pandai bersyukur atas apa yang sudah Mas Bayu berikan?"


Dinda dibuat terperangah oleh perkataan Maya. Matanya sedikit menyipit dengan dahi yang mengernyit.


"Maksud Anda apa Mbak? Mengapa Anda mengatakan saya tidak pandai bersyukur?"


"Seluruh dunia juga tahu bahwa kamu ngotot bekerja ke luar negeri agar bisa hidup mewah. Kamu sama sekali tidak menghargai penghasilan Mas Bayu kan?"


Dinda semakin dibuat terperangah. Ternyata cerita seperti itu yang dikarang oleh Bayu untuk melancarkan niat busuknya.

__ADS_1


"Kamu salah Mbak. Kamu sudah tertipu!" Dinda menoleh ke arah Surti. Ia merasa Surti lah yang bisa menjadi saksi kunci dari apa yang terjadi ini. "Mbok, coba katakan semua yang mbok Surti ketahui. Sepertinya istri baru mas Bayu ini tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi."


Surti yang setia berdiri di samping Dinda mulai menghela napas panjang dan perlahan ia hembuskan. Saat ini, ia harus bisa berdiri untuk membela Dinda, wanita berhati mulia.


"Dinda tidak pernah bekerja di luar negeri. Dia bekerja di Jakarta hampir dua bulan ini. Dan yang harus Anda pahami, tidak ada istilah seorang istri yang egois memikirkan kepentingannya sendiri ataupun istri yang tidak pernah bersyukur akan hasil yang diberikan oleh suaminya. Karena sejatinya Dinda bekerja di ibu kota untuk membantu sang suami yang ketika itu sedang mengalami kesulitan finansial."


Kedua bola mata Maya terbelalak dan membulat sempurna. Ucapan Surti sungguh membuat dirinya terkejut setengah mati.


"Tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin seperti itu!" Maya bergegas menautkan pandangannya ke arah Bayu yang hanya bisa terdiam dan membisu. "Mas, ini semua tidak benar kan? Yang benar adalah semua yang kamu katakan kan? Bahwa mantan istrimu ini memang wanita yang tidak pandai bersyukur dan banyak tuntutan? Jawab Mas!"


Bayu semakin menunduk dalam. Ia semakin sadar bahwa semua yang ia tutupi akan terbongkar satu persatu mulai detik ini. Lelaki yang telah tega bermain api itu semakin dibuat kebingungan sendiri.


Bayu yang nampak ketakutan setengah mati, hal berbeda justru ditampakkan oleh Dinda. Ia semakin kebingungan mendengar ucapan Maya.


"Apa kamu bilang Mbak? Mantan istri? Maksud kamu aku adalah mantan istri Mas Bayu?"


"Jangan pura-pura amnesia kamu. Saat kalian berbicara via telepon, mas Bayu sudah mengucap kata talak kepadamu. Itu artinya kamu adalah mantan istri Mas Bayu!"


Dinda semakin terperangah dan terkejut setengah mati. Ternyata sudah sejauh ini sang suami bermain drama untuk mengelabui Maya.


"Demi Tuhan, Mas Bayu tidak pernah menalakku, Mbak. Sampai saat ini aku masih istri sah mas Bayu!"


Maya semakin berteriak lantang di hadapan Bayu. Wanita itu semakin dibuat kebingungan. Ia teramat bingung harus percaya pada ucapan siapa.


Bayu masih membisu. Ia tidak bisa untuk berucap satu katapun. Ia seperti dikuliti habis-habisan di depan istri dan mertuanya.


"Jawaban sudah ada di depan matamu May. Sadarlah bahwa kita telah ditipu oleh Bayu dan juga Sonya!" ucap Kartina mencoba untuk membuka mata juga hati sang anak.


Maya menggeleng-gelengkan kepala. Tidak bisa percaya begitu saja.


"Tidak Bu, tidak bisa seperti itu. Aku sudah terlanjur mencintai Mas Bayu dan Cantika juga sudah ketergantungan dengan Mas Bayu. Aku tidak bisa melepaskan mas Bayu!"


"Maya! Jangan gila kamu Nak!" teriak Kartina dengan suara yang memekakkan telinga. "Sadarlah kalau Bayu masih terikat dalam tali pernikahan. Tidak sepantasnya kamu merusaknya!"


"Sekali tidak tetap tidak Bu! Aku akan tetap mempertahankan mas Bayu!"


Plak!!!

__ADS_1


"Aahhhh!!!!"


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Maya. Untuk menghentikan kegilaan sang anak, Kartina terpaksa menampar putrinya ini.


"Sadar kamu May! Bayu dan Sonya hanya memanfaatkan kita dan juga Cantika. Kamu harus sadar itu!"


Maya tetap kekeuh menggelengkan kepala. Rupanya ia tetap berdiri di atas pendiriannya.


"Tidak Bu, aku tidak akan melepaskan mas Bayu."


"Maya! Kamu itu seha...."


"Stop! Cukup semua cukup!"


Perkataan Karina terpangkas kala Dinda berteriak lantang, berupaya untuk menghentikan kekacauan ini. Ia merasa, inilah saatnya untuk mengakhiri semua. Baginya, lelaki yang tidak setia memang tidak pantas untuk dipertahankan.


"Mas Bayu, ceraikan aku saat ini juga. Aku akan membebaskanmu. Sehingga dengan begitu tidak ada dua hati lagi yang kamu genggam."


Dinda menjeda sejenak ucapannya. Rasa sesak itu kembali menguasai hati. Namun ia mencoba untuk tetap kuat hati.


"Aku bisa bertahan di saat kamu tidak memiliki apapun. Bahkan aku sanggup untuk mengorbankan diriku untuk ikut mencari nafkah. Namun tidak dengan kamu selingkuhi ataupun kamu madu. Aku minta ceraikan aku saat ini juga Mas!"


"Tapi Nak, seharusnya Maya yang mundur. Bayu masih sah sebagai suamimu Nak," ucap Kartina memberikan pemahaman.


"Tidak Bu. Tidak seharusnya seorang suami terus menerus menyiksa batin istrinya dan tidak seharusnya seorang suami merusak semua kepercayaan yang ada. Mas Bayu sudah mengingkari janji yang telah ia ucapkan di depan penghulu dan saksi Bu. Aku tidak bisa lagi menerima keberadaan mas Bayu!"


Bayu mendongakkan kepala. Hatinya sedikit lebih bisa dikendalikan di saat mengetahui jika Maya berada di pihaknya dan tetap bertahan.


"Ayo lekas ceraikan aku Mas. Setelah ini, aku tidak akan pernah mengganggu hidupmu lagi!"


Bayu menarik udara dalam dan ia hembuskan sedikit kasar. "Adinda Rahma , aku jatuhkan talak kepadamu. Dan mulai hari ini kamu bukanlah istriku lagi!"


Dinda tersenyum getir. Ada satu kelegaan karena pada akhirnya ia bisa terlepas dari lelaki yang tidak setia. Namun tidak bisa ia pungkiri juga jika hatinya teramat sakit saat teringat lelaki yang telah lama ia cintai ini menjadi lelaki yang paling menyakiti hati.


"Aku terima Mas. Namun ada satu permintaanku. Kembalikan kunci rumahku, karena rumah yang selama ini kamu tinggali adalah rumah peninggalan orang tuaku. Dan itu adalah hakku!"


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2