
Prolog-1
Seorang lelaki paruh baya menangis dalam doanya setelah sholat sepertiga malam. Tangisnya semakin menjadi ketika mengingat dosa-dosa di masa lalu. Kegilaan demi kegilaan yg pernah di lakukan nya semasa muda muncul seperti adegan film yg tergambar di depan mata. meneror dan mencabik- cabik hatinya penuh penyesalan.
Ini adalah sholat malam kesekian ratus sejak dia memutus kan untuk bertobat. tanggisan kesekian ribu yang di harap kan mampu mengetuk pintu langit. ratapan istighfar yang sudah tak terhitung jumlahnya. sebuah pertobatan agung seorang pendosa kepada sang pemilik jiwa, pemilih alam semesta raya, sang Mahacinta.
maafkan aku, Sinta......
maafkan aku, anakku......
Ampuni aku ya Allah.......
Cabut nyawa ku dalam keadaan Husnul khatimah..........
Malam pertemuan
Senja dan satria, keduanya saling tertarik satu sama lain. mereka bertemu kali pertama pada satu malam di kawasan jalan Braga, Bandung. malam itu, senja baru saja keluar dari diskotik. Ini adalah kali kedua senja main kesan. kali pertama di ajak teman nya bulan lalu. dan sekarang, dia memberanikan diri untuk dalang seorang diri untuk melepas penat setelah seharian penuh jadwal pemotretan.
__ADS_1
Memakai blus ketat warna putih dan rok hitam di atas lutut, senja terlihat sangat cantik dan seksi. wajah nya bersinar dalam temaran. rambut nya yg hitam pendek sebahu buat dia seangun Dewi malam.
Saat waktu sudah lewat tengah malam, senja berjalan pelan menuju pertigaan Braga mencari taksi. dalama perjalanan muncul sekelompok laki- laki yg mengodanya. senja bersikap cuek dan terus berjalan. tapi, mereka semakin mendekat. bahkan, berusaha memegang dan menarik tangan senja. seketika senja mengepalkan dan mengeraskan tangga nya lalu menghindar cepat..matanya melotot tajam. tapi, bukannya menyikir, lelaki yg mencoba menarik tangan senja hanya terkekeh dan menggoda saja,
"Hahahaha.........sok jual mahal, nih, cewek. ayo, sayang........mending ikut kita masuk. kita traktir minum, dan pulang nya kita bisa check-in bareng. asik, kan?"
"Kita banyak bawa duit ko, tenang aja," timbal lelaki yg lain.
Di kawasan jalan Braga memang berjejer tempat hiburan malam,dan senja ingin segera meninggalkan lokasi itu. tak digubrisnya ajakan dan lecehan dari para lelaki berengsek itu. senja mencoba menjauhi mereka dengan melangkah secepat munkin, tapi dua orang mengejar senja dan menarik paksa tangannya.
Senja berteriak," Lepaskan, berengsekkkk!"
Senja berusaha melepaskan tangannya dari cengkeraman dua lelaki yang terlihat semakin kesetanan.
Senja memperhatikan adegan perkelahian yg terjadi di hadapan nya dengan wajah ketakutan.
"Jangan ganggu dia,atau kalian mati malam ini!" kata sang pemuda tegas.
Para lelaki hidung belang itu mendengus, kemudian masuk ke diskotik. sumpah serapah mereka ucap kan, tetapi sang pemuda tak mempedulikannya. beberapa orang yg berada di sekitar mereka melihat memperhatikan, kemudian bersikap biasa saja. seolah tidak terjadi apa-apa.
Pemuda itu menoleh dan mendekat kearah senja. "Kamu tidak apa-apa?"
__ADS_1
Senja menggeleng, wajahnya masih ketakutan. "Terima kasih," ucap senja.
Sang pemuda hanya membalas dengan anggukan. kemudian, dia memuka masker penutup wajah dan penutup kepalanya. rambutnya yg belah samping dan tatapan matanya yg tajam kini terlihat jelas.
"Aku satria, Satria Praddita," kata satria sambil mengulur kan tangganya.
Dan, itulah kali pertama senja melihat wajah rupawan satria. tanggan mereka bersalama. di bawah cahaya lampu remang di jalan Braga, mereka saling menatap beberapa detik lamanya.
"Aku senja, Senja Aurelia," kata senja sambil tersenyum. senyumanya seketika menghangatkan hati satria.
Tangan mereka berdua pelan terlepas.ad getaran yg di rasa kan senja saat bersalaman dengan satria tadi.
"Tak baik perempuan secantik kamu sendirian di tempat seperti ini malam- malam. kamu mau keman?" tanya satria.
"Aku mau pulang."
"Pulang kemana?"
"Kerumah keantapani."
"Aku antar, ya?"
__ADS_1
Senja terdiam sejenak sebelum akhirnya mengiyakan. benerapa saat kemudian, motor Honda CBR250 milik satria membawanya pulang.