HIJRAH ITU CINTA

HIJRAH ITU CINTA
9.Fajar,kamu dimana?


__ADS_3

Ketiadaan sosok ayah bagi seorang anak adalah bencana. itu lah yang di rasakan oleh Senja ketika dia tumbuh dewasa, ketika Senja kecil, dia cukup puas dengan jawaban Ibu.Bahwa dia tak punya Ayah atau bahwa ayahnya sudah meninggal. namun, Ketika mulai dewasa, dia mempertanyakan semua jawaban Ibu.


Kalau Senja tak punya Ayah, itu tidak munkin. Bagaimana munkin Ibu bisa hamil dan melahirkan Senja? lalu, Ayah meninggal, kapan meninggalnya dan di mana makamnya? setidaknya, Senja ingin seperti anak lain yang berziarah ke makam Ayahnya ketika hari raya tiba.


Selama ini Senja bingung karena di halaman depan rapor sekolahnya tertulis nama Riki Hidayat sebagai ayahnya. siapa Riki Hidayat? Di mana dia sekarang?Apa dia benar ayah nya Senja?Ibu selama ini tak pernah menyebut nama itu.


Pertanyaan-pertanyaan itu terus membeani pikirannya dan mengetahui perjalanan hidupnya. menginjak usia Sma Senja memberanikan diri untuk bertanya pada ibu lagi. meski dia tahu, dia akan melihat Ibunya menangis tersedu, sesuatu yang sangat yang tidak dia suka.


"Ibu, sebenarnya siapa dan di mana ayah Senja? apakah Riki Hidayat yang tertulis di rapor sekolah itu Ayah Senja? Senja pasti punya Ayah, kab,, Bukan? Kalau beliau sudah meninggal, di mana kuburanya?"

__ADS_1


Mendengar pertanyaan Senja, air mata Ibu kembali tumpah. namun, Senja tetap memohon sebuah jawaban yang bisa membuat hatinya lebih puas. Ibu masih tak menjawab dalam tangisnya. akhirnya, Ibu menjawab pertanyaan Senja dengan emosi tertahan.


"Ayah mu adalah lelaki paling bejat di dunia, paling berengsek, pengecut,vpaling tidak bertanggung jawab, dan kita tak butuh sosok lelaki seperti itu. percuma mengharapkan dia."


Air mata Ibu kini berubah menjadi kemarahan. dari mata Ibu, Senja melihat kebencian yang sangat dalam. Namun, jawaban ini cukup memuaskan hati senja. Setidak nya ini cukup menjawab rasa penasaran yang dia rasakan selama ini.vBerarti benar bahwa Riki Hidayat adalah Ayahnya, dan dia adalah lelaki berengsek di dunia.


"Dia tak pernah ada, tak pernah memperdulikan kita. jadi, kita anggap saja dia sudah mati," tambah Ibu kemudian.


Kota Bandung yang tersenyum di pagi hari adalah sebuah kesempurnaan. Bagi Senja dan Ibu, Bandung adalah kota harapan karena di Bogor mereka hidup dalam cibiran dan hinaan. namun, Ketika pindah ke Bandung, mereka merasakan kebebasan. Tak ada yang mengenal mereka dan tak ada yang tahu masa lalu mereka sebelumnya.

__ADS_1


Ibu dan senja berusaha buka lembaran baru. meski bayangan masa lalu tetap sulit untuk di lupakan dan teramat sering datang menghantui.


Senja sedang berdiri menikmati hangat matahari terbit dari balik jendela kamar saat dia teringat bocah kecil yaang pernah menjadi sahabat baiknya. tapi, sulit sekali mengingat wajah lelaki itu sekarang. setelah 17 tahun, sudah banyak berubah dan memori baru tersiar dalam hidupnya.


Senja terus berusaha untuk mengingat nama lelaki itu. memori otaknya berpikir mencari sebuah nama hingga akhirnya satu kejadian muncul kembali dalam pikirannya.


Kamu yang memukul anak lelaki yang menghina ku dengan panggilan jadah, ucap Senja dalam hati


Sebuah kenangan tak bisa di lupakan begitu saja. Senja tersenyum mengingat nama seseorang yang kini muncul dengan jelas.

__ADS_1


Si Yatim, Fajar, kamu di mana sekarang?


__ADS_2