
Manusia di beri potensi akal pikiran dan hati. dengan keduanya, pintu kebenaran akan terbuka. Namun, dorongan mengikuti hawa nafsu, dan godaan bala tentara iblis membuat manusia menjauh dari kesadaran fitrahnya beriman kepada Allah.
Ya, Kesadaran tertinggi manusia adalah iman.bMeyakini adanya Allah. Meyakini harus beribadah dan patuh kepada allah. setelah itu, ada banyak kesadaran lain yang akan muncul dan membuat manusia condong akan kebenaran.
Kesadaran adalah hadiah terindah dari allah. Senja merasa kesadaran itu mulai mucul dalam hatinya.
Hal ini lah yang akhirnya membuat Senja memberanikan diri bertanya kepada Mang Didin. pamanya selama ini memang terkenal relegius.
"Mang Didin, Ayah Senja kira-kira masuk surga, enggak?" tanya Senja saat mereka duduk di lobi rumah sakit. Mang Didin sempat kaget dengan pertanyaan senja, tetapi kemudian langsung menjawab.
"Insyaallah masuk surga, Senja. memang masuk surga atau neraka itu hak prerogatifnya Allah. Tapi, Allah sudah memberi petunjuk, seseorang yang meninggal dalam keadaan bertobat dan Husnul khatimah, dia akan masuk surga. Ayahmu meninggal dalam keadaan baik, saat beribadah kepada Allah, saat menjemput ridho Allah, jadi insyaallah masuk surga."
"Kalau Senja pengen masuk surga, harus gapain ?" tanya Senja lagi. Mang Didin tersenyum mendengar pertanyaan senja.
"Masyaallah, Alhamdulillah, ponakan maymang sudah hebat sekarang. begini Senja, deseorang masuk surga itu kalau Allah ridho kepadanya. Nah, supaya Allah ridho, kita harus beribadah, menaati perintahnya. jadi, Senja harus rajin sholat, puasa di bulan Ramadhan, bayar zakat, dan kalau Allah mampukan, Senja niatkan bisa haji ke baitullah. denga kata lain, agama yang diridhoinya ini di tegakkna di dalam kehidupan," kata mang Didin panjang lebar.
"Tapi, dosa Senja itu banyak Mang Didin."
"Senja, sebesar apapun dosa manusia ampunan Allah lebih luas dari pada itu semua. Allah sangat suka Dengan hambanya bertobat ."
Senja mendengarkan setiap kalimat yang Mang Didin dengan hati terbuka.
"Baik Mang, terima kasih. Senja mau belajar."
"Alhamdulillah, nanti Mamang minta Resti hubungi kamu, ya."
Resti adalah anak Mamang Didin, sepupu Senja. Resti sedang kuliah di perguruan tinggi di Bandung.
"Buat apa hubungi Resti, Mang?"
"Buat Nemani kamu belajar."
"Aduh jangan, Senja malu."
" Lho, kok malu? Resti juga masih belajar."
"Iya, Tapi."
"Udah, Senja tenang aja. Resti itu santai anaknya. Senja tau sendiri dia mah kayak mana. begini Senja, kalau kamu ingin belajar Dan berubah, kamu harus mengubah lingkungan pergaulanmu. seorang itu sangat di tentukan oleh siapa yang menjadi sahabat dekatnya."
"Hmmmm," senja masih ragu.
"Tenang saja ya, nanti Mamang suruh Resti temuin kamu. Oke?"
Senja menganguk kecil sambil tersenyum.
20.vteman kesurga
Kamu adalah siapa sahabat mu.velang berkumpul dengan elang. ayam berkumpul dengan ayam, dan anjing berkumpul dengan anjing. setiap persekutuan selalu memiliki tujuan meskipun terkadang, ada juga orang-orang yang berkumpul dan menjadi dekat bukan karena tujuan yang berfaedah, melainkan sekadar having fun.
Senja sudah merasakan persekutuan dengan tujuan having fun. Beberapa teman yang sering gajak nya dugem, nongkrong di cafe, atau menghabiskan waktu shopping di mall dulu telah turut serta membentuk dirinya saat itu.
Akan tetapi, hati Senja kini mempertanyakan, apakah rasa senang yang di dapatkan dengan berbagai aktivitasnya dulu mewujud pada rasa bahagia yang mendamaikan dan menenagkan?
Hati kecil senja menjawab tidak. selama ini aktivitas having fun yang di lakukan bersama temannya hanya lah pemindahan kondisi gelisah menjadi kondisi yang melihat menyenangkan. namun, pada akhirnya menyimpan kesepian dan mendatangkan keresahan.
Senja sedang berada di rumahnya karena sudah tiga hari ini dia tidak pulang.vDi rumah sakit, Ibunya di jaga oleh BI
Ratna. Mang Didin dan Bi Ratna memang sangat baik, sangat perhatian kepada keluarganya. kali ini Senja sangat bersyukur Mang Didin pindah kerja ke bandung. coba kalau tidak ada mang Didin ? pasti Senja kerepotan sendirian mengurus Ibu di rumah sakit.
Ketika Zuhur tiba, Senja melaksanakan ibadah sholat. tadi subuh pun dia sholat meskipun bangunya jam 6:00 pagi.Tapi, semangatnya untuk menunaikan sholat semakin tumbuh dalam hati.
__ADS_1
"Karena sholat adalah tiang agama," itu yang Senja tahu dari dulu dan diingatkan kembali oleh Mang Didin.
Ketika sholat Zuhur, Senja merasakan ketenangan dan kedamaian mulai hadir. pelan-pelan menyelinap dalam hatinya yang selama ini selalu gelisah.
Alhamdulillah, ucapnya dalam hati setelah sholat.vtak lupa dia mendoakan kesehatan ibunya.
Seharian Senja beres-beres rumah dan mencuci pakaian. juga mempersiapkan perbekalan untuk besok kerumah sakit. tiba-tiba Senja teringat kembali pesan dari mang Didin.
" kamu kesurga gak bisa sendirian. kamu butuh teman berjuang, teman belajar, teman hijrah, Resti lagi semangat-semangatnya belajar. jadi, bisa barengan."
Ah, Resti. sebenarnya Senja sangat malu padanya. saudara sepupunya yang berhijab itu lebih paham agama, oada hal usianya lebih muda.
Hari ini rencana nya Resti akan datang kerumah. tadi dia sudah mengirim pesan. tadi pagi juga, Senja menerima telpon ajakan bertemu dari temanya Mirna. Mirna adalah teman Senja sejak kuliah. teman nongkrong di cafe dan ngemall. Mirna jugalah yang kali pertama mengajak Senja dugem, serta mencoba minuman beralkohol.
Akan tetapi, ajakan Mirna di tolak Senja. Senja beralasan Ibunya sakit dan dia tidak mau pergi kemana-mana terlebih dahulu.
Beberapa saat kemudian Resti tiba bersama sahabatnya Yulia, gadis Betawi yang selalu membuat heboh suasana.
"
Ini kenalin, kak, sahabatku, namanya Julia," kata Resti.
"Hallo Yulia, aku Senja."
"Iye, kenalin Mpok Senja, nama aye Yulia, tapi sering di panggil siren Sungkar."
"Oooohh gitu. jadi, mau di panggil Yulia atau siren?"
"Selena aja kalau begitu."
"Nah, lho. lucu ih teman kamu, Resti," kata senja sambil menahan tawa. Resti juga terlihat cegegesan.
Resti dan senja kompak ketawa.
"Yulia ini suka bercanda, kak Senja, mohon dimaklumi, ya,"
"Iya, Mpok, mohon dimaklumi. tuntunan fans sebenarnya ini."
Senja tersenyum.
Sebelumnya, Resti sudah di ingatkan oleh Ayahnya agar membimbing proses belajar Senja dengan pelan-pelan dan mengasikkan. toh, dia juga sedang dalam peroses belajar.
jangan pernah memaksa melakukan itu ini, pelan-pelan saja, yang penting kesadaran untuk berubah dan taatnya Yang tumbuh. karena fitrah manusia itu mudah digerakkan pada ketaatan, asalkan kesadaran dan hatinya terbuka.
Resti mengingat betul pesan ayaahnya. makanya Resti mengajak Yulia bergabung biyar suasananya cair, apalagi, yulia juga dalam proses belajar juga.
"Aye sedang belajar hijrah, mpok. dah bosan menolak cowok melulu," kata Yulia, mukanya yang serius, tapi lucu membuat Senja ingin ketawa.
"Wah hebat, ya, sering nolak cowok."
"Maksudnya aye yang ditolak, mpok. aye lah milih kata yang di depan tadi."
"Hehehehe, duh, kasihan," kata senja.
Resti geleng-geleng kepala.
"Jadi kapan kita nonton film derama koreanya, Mpok?" kata Yulia.
"Lah, siapa yang gajak nonton derama Korea?" tanya Resti
"Tadi bilang gajak nonton. apalagi kalau bukan derama Korea?"
__ADS_1
"Yulia suka nonton derakor juga,ya?" tanya Senja.
"Iye, terutama yang di perankan oleh Kim Jong un."
"Itu mah Peresiden Korea Utara. lh kamu, Yulia," kata Resti sementara Senja terpingkal-pingkal.
"Maaf, maksudnya, aye suka oppa song Joong Ki.vsayang doi udah merrid. padahal, aye udah nunggu dia selama tujuh purnam," kata Yulia dengan nada kecewa.
Kali ini dia seperti serius menyukai artis Korea yang banyak penggemarnya di Indonesia itu.
"Tapi, pernikahannya so sweet, Lo." kata Senja.
"Iye, song-song couple. entar kalau iye nikah juga mau bikin yu yu couple. semoga laki aye kecipratan sedikit cakep nya Soong Jung Ki," kata Yulia.
"Udah ah, ko jadi gomongin derama Korea, sih." perotes Resti.
"eh, iyeeee, Buk ustazah, maaf. monggo lanjut," kata Yulia.
Senja tersenyum, film Korea adalah film kesukaan ya juga. jadi, dia juga ikut asik pas di ajak gobrol film Korea.
"Tapi gak apa-apa ko suka film Korea, aku juga suka film korea. sesekali. hehehehe," kata Resti.
"Alhamdulillah, berarti kamu normal, Resti." kata Yulia.
"Tapi, jangan berlebihan sukanya," kata Resti.
"Tu dengar." timpali Senja.
"Jadi, kita mau gapain kesini? nonton apaan? tanya Yulia.
"Kan, dah di bilang, mau silaturahmi saja, sekalian nonton bareng Vidio ustad Adi hidayat. itu yang terkenal di you tube."
"Oh, ustaz Adi hidayat. pernah lihat ada yang share di Facebook. yang orang riau itu, ya?" kata Yulia.
"Bukan, itu mah ustaz Abdul Somad," kata Resti.
"Yang ganteng itu, bukan?" tanya Yulia.
"Nah, memangnya ustaz harus ganteng?ini ustaz masih muda, ilmunya mantap. pokoknya Resti suka. Ayah juga suka nonton video ustaz Adi. yuk, kita nonton saja vidionya pakai laptop kak Senja, bisa, kan?"
Senja tersenyum.
"Bisa dink," katanya sambil mengambil laptop di atas meja.
...Setelah itu, mereka bertiga menonton Vidio ceramah ustad asi Hidayat yang bejudul" teman surga "...
"Allah berikan nikmat kepada anda dengan hadirnya teman terbaik, saudara seiman dalam hidup. cuma itu yang bisa menolong anda di akhirat yaitu teman-teman terbaik selain syafaat-syafaat lainnya."
Dengan serius ketiganya mendengarkannya ceramah ustad asi Hidayat.
"Ada orang mendekat dengan Al-Qur'an, ada orang yang sering bersholawat kepada nabi. ada orang-orang belum bisa maksimal menunaikan Itu semua. dia cari teman-teman yang Soleh yang bisa menunjukan pada kebaikan demi kebaikan. bukankah sering anda seperti itu? munkin anda berteman dengan seseorang yang tingkat ibadanya jauh di atas anda? anda menunaikan sholat, masih puasa, tapi karena sibuk dengan urusan dunia, masyaallah, kurang bekal ibadah anda. tapi, beruntungnya anda, dengan punya teman yang Sholeh, berjemaah dengan imam yang Saleh, puasa dengan dia,buka sama-sama, kadang sering ikut-ikutan, misalnya dala taklimnya, masyaallah, maka ketika anda di kenal oleh dia, di ingat oleh dia, di akhirat nanti, tidak di temukan anda,ya Allah......dia kawan saya ya Allah, dia teman saya ya Allah, dia saudara saya Aya Allah, kami pernah taklim bersama ya Allah, kami pernah puasa bersam ya Allah, kami pernah sholat berjamaah bersama-bersama ya allah. mohon jangan pisahkan ya Rabb, jangan pisahkan. pertanyaanya, sudah kah anda punya teman seperti itu? yang saling menolong dalam kebaikan? kalau belum, temukan, cepat cari, mumpung masih hidup. sebab kalau kehidupan sudah berakhir, tidak mudah untuk membukanya. maka, pastiakan di kantor anda, teman anda bisa membawa anda ke surga, pastikan teman di sekolah anda, kerabat anda adalah teman yang bisa mengingatkan, mencari anda, membawa anda masuk kesurga....."
Yulia mangut-mangut, Resti dan senja saling melihat satu sama lain, mereka menikmati ceramah ustaz Adi yang di sampaikan dari hati,
"Dan, saya mohon kepada anda semuanya. tolong ingatkan yang baik-baik, kalau nanti di akhirat, anda tak temukan saya di surga, minta tolong ingatkan ya Allah, mohon ya Allah.....Adi hidayat pernah mengajar dan mengingatkan anda di sini...."
Ceramah sekian menit itu terlewat tak terasa. penutup yang di sampaikan oleh ustadz Adi membuat ketiganya berpelukan satu sama lain.
...Beberapa menit kemudian azan ashar syahdu terdengar. bergegas mereka mengambil wudu. kemudian, mereka bertiga sholat ashar berjemaah di dalam kamar Senja....
Saat sholat, Senja merasakan rasa haru yang tumbuh, tetapi membahagiakan. Senja bersyukur kini memiliki teman dekat yang berbeda. ini adalah teman sejati yang peduli dengan kehidupan akhiratnya. bukan sekedar teman hura-hura yang hanya peduli kehidupan dunia.
__ADS_1