HIJRAH ITU CINTA

HIJRAH ITU CINTA
3.Selegram dan Skateboarder


__ADS_3

Satu Minggu lalu. Senja sedang tiduran santai di kamar nya yg penuh dengan tempelan posteran artis korea. Senja memang pengemar berat korea. seharian ini saja, dia sudah menonton tiga derama Korea.


Hari ini Senja tak punya jadwal pemotretan untuk produk dan endorse Instragram. sejak lulus kuliah enam bulan yg lalu, Senja memang pokus dengan aktivitasnya menjadi model dan selebgram. lebih tepatnya, dia tak sengaja jadi selebgram. Awalnya Senja iseng mengunggah gaya berpakaiannya setiap hari ke kampus dengan hashtag#ootd yg populer dicari jutaan orang di dunia Maya.


Keisengan ini baru di mulai di semester akhir. sebelumnya, Senja jarang bermain instargram, tapi. karena kecantikan, tubuh idealy, dan gaya fesyen yg up to date, Senja langsung mendapatkan ratusan ribu follower dalam waktu singkat. fan-nya di dunia Maya terus bertambah setiap hari, dan keisenganya itu teryata mendatangkan uang dengan cepat.


Banyak tawaran endorse produk datang kepadanya. Alasan ini lah yg membuat Senja bersemangat untuk terus meng-update akun Instagram nya. karna dari uang yg di peroleh, dia bisa membantu meringankan beban ibunya.


Senja Aurelia adalah nama bekennya di Instagram nya, bukan nama lengkap Senja sebenarnya.nama asli Senja adalah senja Ainul mardhiah. tapi, di kehidupan sehari-hari pun, saat ini, Senja lebih suka menggunakan nama Senja Aurelia karena dirasa lebih catchy dan menarik.


Di Instagram, Senja di kenal sebagai perempuan aktif, cantik, pintar, dan seksi. caption yg dia tulis selalu positif dan menginfirasi banyak follower. meski dia kadang merasa sedih karena di kehidupan aslinya tak seceria yg orang- orang lihat di galeri Instagram.


Akan tetapi, seminggu ini kehidupan Senja benar-benar berwarna. dan, ini semua karena sosok pemuda mesterius yg bernama Satria.


Di kamarnya hari ini, Senja tersenyum membaca beberapa pesan dari Satria. ya, seminggu setelah pertemuan di malam itu, Senja dan Satria sering berkirim pesan. mereka merasa nyaman satu sama lain. tampa Meraka duga,ad rasa terbangun begitu cepat.


Sebenarnya, tak mudah bagi Senja mengagumi dan tertarik pada seorang lelaki.dalam perjalan cintanya, baru tiga kali dia menjalin hubungan. satu kali Ketika SMP, satu kali ketika SMA, satu kali saat awal kuliah, namun, semuanya di jalani dengan perasaaan biasa. Senja tak pernah menganggap nya serius. semuanya sekedar main-ain saja.


Setelah bersetatus jomblo, banyak lelaki yg tertarik ingin menjadi kekasihnya. apa lagi iya cantik dan seorang selegram.


Namun, Senja tak pernah tertarik pada mereka. entah kenapa, Senja selalu sulit untuk membangun hubungan serius.


Akan tetapi, kini jadi seorang pemuda yg bernama Satria. Dan, Satria itu berbeda. selain berpenampilan keren dan berwajah rupawan, satria juga telah berjasa dalam hidupnya. kejadian saat awal ketemu Satria selalu di ingatnya dengan penuh kekaguman.


Senja meletakan ponsel kesayangannya di sampingnya. matanya terpejam memikirkan wajah Satria yg sedang tersenyum kepadanya. beberapa detik kemudian, bunyi notifikasi WhatsApp membuyarkan lamunannya. Senja langsung meraih ponsel dan menyalakannya dan teryata ada pesan masuk dari satria.


satria


Ketemu yuk sore ini, aku mau mengajakmu mengalah kan rasa takut😊


senja


Oh ya, di man?


satria


Skate park samping taman jomblo pukul 16.30


senja


Oke deh, jomlowan keren.


satria


Hahahahah....kamu mau di jemput, jomlowati?


senja


Enggak usah, kita ketemu di sana.


satria


Siap, deh. oh ya, kamu jangan lupa pake jeket, ya


senja


Okeeeee...

__ADS_1


Satria sampai terlebih dahulu skate park yg lokasinya berada di bawah flyover tol pasopati. persih di samping taman jomblo juga taman film pasopati. Dua taman tematik juga unik yg di bangun oleh wali kota Bandung yg terkenal gaul, berjiwa muda, dan kereyatif yaitu pak Ridwan kamil. skate park ini pun di bangun atas inisiasi beliau, sebagai tempat bagi para Skateboarder berseluncur dan unjuk kebolehan. juga menjadi tempat anak muda di kota Bandung berkumpul dan berkreasi. di skate park pasopati. dan, sore ini dia ingin menunjukan kebolehannya pada Senja.


Mengenakan sepatu Vans, masker, Hoodie kesayangannya, dan celana jins, Satria berjalan dari tempat parkir motor menuju skate park sambil memegang erat papan seluncur di tanggan kanannya.


Sampai di lokasi, dia meletakan papan seluncur dekat lantai, lalu duduk di atas papan sambil melihat beberapa temannya yg sedang berseluncur.


"Sat, tumben kamu datang. sebulan ni kemana saja?"


Satria menoleh, dan tangan kanannya langsung bersalaman dengan pemuda yg kehadirannya tidak di harapkan. pemuda itu langsung duduk di samping Satria. Satria melepas maskernya.


"Iya nih, udah kangen kesini euy. kamu apa kabar, ngga?"


"Baik, Alhamdulillah......" jawab Angga sambil tersenyum tipis penuh keraguan kepada Satria.


"Sat, sebenarnya kamu kesini kangen skate park atau........?"


"Atau, apa?"


"Enggak....bisa saja karena ada korban bari."


"Ah kamu, sok tahu........"


Saat mengobrol dengan Angga, Satria mendengar panggilan dari kejauhan.


"Sat......"


Senja melambaikan tanggan dan berjalan menuju Satria. penampilannya hari itu sangat menawan, dengan jeket dan celana jins warna biru.


"Tuh, kan, benar.....," kata Angga.


"Ini urusan peribadi, jangan ganggu, lah.....," balas Satria dengan muka kesal.


"Yang ini beda, kamu tak akan ngerti."


" Sudah sampai man? Baru menjajakan atau sudah berhasil kamu ajak chenk-in?"


"Bukan urusanmu, Angga!"jawab Satria. nada suaranya mengeras.


"Sat, cuma mau ngingeti. kasihan atu cewek nya. sebagian anak-anak mah udah pada hijrah dan gaji ke Al-lathiif. kamu masih kayak gini sat. malu atuh."


Satria berdiri dan pokus melihat kearah senja.


"Awas yah, Pak ustad, kamu jangan ganggu," balasnya cuek.


Satria bergegas pergi meninggalkan Angga dan langsung mendekat kearah Senja.


Senja tersenyum ketika jarak mereka semakin dekat.


"Senja kamu terlihat semakin cantik," kata Satria, membuat Senja tersipu malu.


Mereka berdua kini saling berhadapan.


"Jadi ini tempat faporitmu yg sering kamu cerita kan itu?"


"Salah satunya, tapi, ad yang lain."


"Memangnya mau gapain ngajak Senja kesini?"

__ADS_1


"Kan,aku sudah bilang mau ngajari kamu mengalahkan rasa takut."


"Caranya."


"Ini......."


Satria mengangkat dan menunjukan papan luncur ya kepada Senja.


"Tapi,aku ngak bisa main skateboard."


"Kamu lihat aku saja dulu.pelan-pela nanti aku ajari."


"loh, siapa yang minta diajari?"


"Laaaaa, emangnya kamu enggak mau bisa main skateboard?"


"Mmmmmmmm, menarik sih, tapi kamu aja, deh. Senja gak suka yang eksrtim-ekstrem....."


"Oke kalau gitu, yuk....."


Satria dan Senja mendekat kearah skate park. mereka berdua kemudian duduk sambil mengobrol dan melihat orang-orang bermain *skateboard.


"Senja, kamu duduk di sini*, lihat aku main,ya."


Satria berdiri, menginjak papan skateboard bagian belakang dengan cukup keras. papan skateboard yang naik ke arahnya langsung di pegang dengan tanggan kanan. setelah itu dia berjalan menuju arena *akate park.


Senja tersenyum kepada satria. good luck*!"


Satria membalas dengan mengacungkan jempol tanggan nya kepada Senja.


Selama hampir satu jam, Satria unjuk kebolehan bermain skateboard pada senja yg menatap dengan penuh kagum. dengan lincaah dia bergerak cepat dan melompat di atas papan skateboard. berbagai trik yang iya kuasai berhasil di tunjukan nya berulang-ulang. mulai dari teknik manual, Ollie, kickflip, heelflip. terakhir, Satria terlihat melayang di udara sambil memegang papan skate di sisi tengah samping sehingga papan skate tetap menempel di kakaonya sampai dia mendarat sempurna. indy grab, teknik dasar skateboard yang dia tunjukan barusan membuat Senja semakin berdecak kagum.


"Keren.......," kata Senja sambil memberi dua jempol ke Satria.


Satria mendekat, lalu duduk di samping Senja. keringat mengucur membasahi waja dan badanya.


"Begini lah cara Ku mengalah kan rasa takut, dengan bermain skateboard," kata Satria, dengan napas memburu.


"Kamu sering main di sini?"


"Dulu lumayan sering, sekarang enggak terlalu. sekali saja."


"Ohh.....," ucap Senja pelan.


Matahari mulai terbenam. waktu magrib segera tiba.


"Senja, kita pergi yuk."


"Kemana?"


" Ketempat lain yang kusukai."


"tapi, jam 8.00 malam antar q pulang, Ibu lagi sakit."


"Siap laksanakan, Tuan putri," kata Satria sambil membukuk belakangnya seperti ajudan. Senja tersenyum melihat tingkah Satria.


Satria lalu berpamitan dengan beberapa kenalannya yang masih bermain skateboard. kemudian, dia dan Senja meninggalkan are skate park menuju tempat parkir motor.

__ADS_1


Dari kejauhan,Angga melihat kepergian mereka dengan sedih, khawatir, dan dahi berkerut.


Jadi, calon korbanmu sekarang seorang selegram, satria ?


__ADS_2