
Apakah cinta harus di buktikan????
Seperti apa pembuktian cinta sebenarnya????
Dua pertanyaan ini bersemanyan di pikiran Senja sejak dia hari terakhir. Satria meminta" pembuktian cinta " pada hubungan mereka baru seumur jagung. katanya agar hubungan cinta mereka lebih kuat dan lekat.
Walaupun belum lama mengenal Satria, Tapi di mata Senja, dia adalah lelaki sempurna. sikapnya begitu memesona. kata-katanya membuat melayang kepala.
"Bertemu dengan mu adalah keberuntungan terbesarku. Mencintaimu adalah episode terbaik dalam hidupku. Bisa di peluk oleh mu adalah wujud kebahagiaan," bisik Satria saat membonceng Senja menuju rumahnya kemaren sore.
Malam ini, Satria kembali mengajak bertemu.
"Kita dineer ya, sayang. aku punya kejutan untuk mu." Senja tak kuasa menolak ajakan kekasih tersayangnya itu.
Memang ibyu sedang sakit, tapi kan, Mang Didin dan Bi Ratna yang malam ini rencananya akan menginap di rumah. jadi,bdia bisa izin untuk pergi keluar dan makan malam sama Satria.
Pada Ibunya, Senja hanya bilang akan bertemu teman yang akan menawari job pemotrek produk.
Katanya untuk orang yang sedang mabuk cinta, berbohong kepada orang tua pun tak apa-apa. Dan, itu lah yang ada dalam pikiran Senja.
Bagi Satria, bisa merebut kehormatan Senja adalah cita-cita terbesarnya saat ini. Dia merasa kalau perbuatan itu pun tetaplah bentuk cinta asalkan didasarkan pada hubungan suka sama suka.
Semua jurus rayuan yang dia punya akan dikeluarkan sampai tujuannya bisa tercapai.
Beberapa hari yang lalu sebenarnya dia sudah memiliki rencana sempurna untuk mewujudkan keinginannya itu. saat tidak ada siapa- siapa di rumah, dia mengajak Senja kerumahnya. Mamanya biasa pulang malam, Adiknya sudah dua hari menginap di rumah temanya, Ayahnya sedang berada di luar kita. Benar-benar situasi yang menguntukan.
Akan tetapi, ketika dia dan Senja sampai di rumah nya menjelang magrib, Teryata. Mamanya sudah pulang, tak seperti biasanya. akhirnya, rencana hari itu gagal karena beberapa saat kemudian Senja pun harus segera pulang setelah menerima panggilan WhatsApp dari Ibunya.
Akan tetapi, malam ini dia memilih rencana yang jauh lebih baik. dia akan mengajak Senja makan malam di restoran hotel kelas atas di daerah Dago, lalu mengajaknya menginap di sana. ini adalah malam Minggu, suasananya pasti akan sangat mendukung.
Mengenakan dress sederhana Tampa lengan berwarna hitam, dipadukan dengan Stiletto shoes warna senada, penampilan Senja terlihat sempurna malam ini. siapa pun lelaki yang melihatnya akan terpukau dengan kecantikannya.
__ADS_1
Tak kecuali Satria yang telah sampai terlebih dahulu di restoran yang terletak di rooftop hotel Dengan pemandangan indah kota Bandung . malam ini dia terlihat gagah mengenakan setelan jas kasual dipadu sepatu kulit hitam.
Ketika Senja datang, dia berdiri menatap penuh kekaguman dan memberikan sekuntum bunga mawar. tak lupa dia mencium tanggan Senja, kemudian mempersilahkan duduk.
Di atas meja terlihat taburan bunga warna warni. bepadu dengan pijar lilin yang membuat suasana lebih romantis.
Pelayan datang menyajikan makanan pembuka, lalu makanan utama.tak lupa minuman wine menemani dinner sepesial mereka malam ini. Semuanya di sajikan dengan berkelas untuk menyenangkan hati Senja.
Selesai dinner, sambil bergandengan tangan mereka becakap penuh kehangatan.
"Kamu cantik, Sanja," puji Satria.
"Terima kasih," jawab Senja tersipu.
"Senja, sepertinya aku benar-benar tak bisa hidup tanpa kamu," kata Satria sambil menyentuh rambut Senja, pelan dan lembut.
"Perasaan kita sama, terima kasih sudah hadir dalam hidup ku dan membuatku bahagia," balas Senja dengan tatapan penuh cinta.
"Aku juga, Satria. kadang aku juga takut kehilangan kamu.q ingin terus bisa bersama kamu,"
Satria merasa rayuan nya sudah berhasil. inilah saat yang tepat mengajak Senja"membuktikan cinta."
"Bagaimana kalau kita malah ini tidur di sini? menginap disini? kita buktikan kalau kita berdua saling mencintai dan akan terus bersama. kamu mau, kan?"
Senja terdiam mendengar ajakan Satria. dan, bagi seorang wanita, diam berarti setuju.
Akhirnya, mereka check-IN di kamar No.203. keinginan besar Satria sejak awal bertemu Senja sebenarnya lagi akan terwujud. saat mereka memasuki kamar hotel bintang lima tersebut, dunia akan menjadi milik mereka berdua. mereka bebas melakukan apapun yang mereka inginkan.
Semua rencana terlihat sempurna. namun, teryata tuhan memiliki rencana lain. sesaat ketika masuk ke kamar hotel ada telpon dari Mang Didin yang langsung di angkat oleh Senja.
"Hallo,viya Mang, ada apa?"
__ADS_1
"Ibu kamu sakitnya semakin parah. perutnya semakin sakit. demamnya semakin tinggi dan sempat tak sadar kan diri. Dia terus memanggil-manggil kamu sekarang Mamang mau bawa Ibu rumah sakit Antapani. kamu kesini sekarang juga Senja. Takut Ibu kenapa-kenapa."
Satria yang nafsunya sudah memuncak segera ingin mendekati dan memeluk Senja, tetapi Senja langsung berkata.
"Ibu masuk rumah sakit. tolong antar aku kerumah sakit, Satria."
Satria seperti tak perduli. Dia terus mendekat dan berusaha memeluk Senja Hinga tubuhnya terjatuh ke kasur.
Kedua tangan mungil Senja di pegang oleh Satria, dan saat itulah Satria melihat Senja menangis.
"Tolong antar kan aku kerumah sakit. Satria.".
Seketika Satria terdiam. terasa ada pandangan aneh di matanya. samar-samar di melihat wajah Senja seperti wajah adik perempuannya sendiri.
Satria menjauh dari Senja dan menggeleng-gelengkan kepalanya. apa ketakutan yang tiba-tiba merasuk.
"Aku harus pergi sekarang," kata Senja lagi sambil berdiri dan merapikan pakaiannya.
"Maaf Senja. aku antar kamu ke rumah sakit biyar cepat," kata Satria kemudian.
Mereka berdua lalu pergi ke rumah sakit. sepanjang perjalanan, dalam pikiran mereka berkecamuk banyak hal yang sulit dijelaskan.
kenapa semua terjadi dengaan tiba-tiba?tanya Satria dalam hati.
Dia menyesali kegagalannya malam ini. tapi, di satu sisi dia ketakutan dengan bayangan adiknya yang tiba-tiba muncul saat menatap Senja tadi.
kenapa sulit sekali???? kenapa tak seperti biasa???? kata Satria dalam benaknya lagi. wajar saja dia merasa gagal karena biasanya trik seperti ini selalu berhasil.
Malam ini, bukan hanya dirinya yang merasa kecewa, setan yang selama ini memberi petunjuk pun merasa kecewa.
Sementara pikiran Senja pokus ke Ibunya, tiba-tiba dia merasa sangat takut kalau harus kehilangan Ibunya. perempuan yang tercipta dari sejuta air mata. Dalam pikirannya, seharusnya dia membuktikan cinta kepada Ibunya yang sejak kecil merawatnya dari pada memaksakan pergi bersama Sartia. kekasih yaang baru dia kenal satu bulan.
__ADS_1
penyesalan memang selalu datang terlambat...