
Apa pun yang mendekatkan kepada Allah maka ikutlah.
apa pun yang bisa membuat kita menjadi lebih baik maka lakukanlah. Karena Allah akan mencatat segala ikhtiar yang kita lakukan, sejak dari niat sampai pada setiap langkah yang kita ayunkan.
Pagi-pagi sekali, ketiga muslima yang sedang semangat-semangatnya belajar itu sudah berada di depan Masjid Istiqoma. Majelis Teladan Cinta merupakan kajian rutin yang di laksanakan setiap bulan dengan pembicaraan yang bergantian. tetapi dengan topik yang sama, yaitu seputar cinta, jodoh, pernikahan, dan keluarga menurut perspektif Islam.
Ada hampir seribu jamaah yang hadir. Didominasi anak muda usia 20-25 tahun. Senja, Resti ,dan Yulia kini sudah berada di saf akhwat bagi depan. pengisi pertama dari kajian ini adalah ustadz Handy Bonny, dai muda kota Bandung yang banyak digandrungi anak-anak muda. Ia berdiri di depan dengan setelan Khasnya: memakai topi, T-shirt putih di padu kemeja tanggan panjang, dan celana jeans. Ustadz Handy Bonny memberi salam, lalu membuka ceramahnya dengan mukodimah dan sholawat.
"Wiiiih, ustadz nya keren, gaooool......," bissik Yulia ke Resti.
"Hussssshhhhh.....,,," jawab Resti singkat.
Senja senyum-senyum melihat Yulia salah tingkah.
"Cing, Siapa di sini yang lagi pacaran?" kata ustadz Handy Bonny.
Kebanyakan jemaah diam, hanya beberapa yang berani mengacung.
"Geura putuskeun!!!!!! kata ustadz Bonny
Para jemaah terlihat mengemburuh sambil menengok kekanan dan kekiri.
"Tuh, dititah putus euy.......," kata jemaah di samping senja sambil ketawa.
"Nanaonan Ari maneh.....," kata ustadz Bonny lagi, yang artinya'gapain kamu begitu.' Kemudian, Beliau melanjutkan ceramahnya.
"So brother and sister Fillah, dari pada fokus ke pacaran mending fokus meraih cinta Allah sekarang, mah. Yuklah semua mending hijrah, Tobat cinta sekarang. Begini, kalau cinta sampai mampus sama manusia, pasti galau dan menyesal akhirnya. mending cinta Sam Allah saja, deh, yang benar-benar cinta kita. Kegalauan yang kita punya kerena cinta, obatnya itu sujud dan mendekat kepada allah. orang yang bertobat itu selalu mendapat nilai plus dari allah. karena setiap hari dia jadiin istighfar. karena setiap hari dia berusaha mendekat kepada allah. kalu teman-teman deketi Allah, Allah lari dekati kita. percaya, deh,bAllah gak perenah ninggalin kita, tapi seringnya kita yang ninggalin
Allah, brother and sister....Siapa yang merasa hidupnya dalam kesedihan tenang saja, brother end sister. sejatinya kita enggak pernah sendiri. senantiasa di temani dan bersama Allah SWT. Inallaha ma'ashabirin, sesungguhnya Allah itu bersama orang-orang yang sabar. sabar di kal sendiri dengan istirahatkan masalah cintanya. Sabar ketika harus menahan rindu, sabar stalking-an IG mantan geus jadian deui, sabar.....Tapi, teryata kenikmatan kita dalam kesendirian berbuah sangat indah, kanapa? karena kita sedang mendekati Yang Mahacinta. kita sedang mendekati Yang Maharomantis. kita sedang mendekati Sang Maha Pemilih Segala Rindu. Dan, kita sudah memiliki Yang Maha Penggasih dan Penyayang. Hanya Allah, dan biar Allah yang mengatur kadar cinta kita pada manusia.bCapek kalaun ngejar makhluk. mending ngejar yang punyanya makhluk, karena Dia-lah yang memiliki segalanya."
__ADS_1
Senja mengangguk-angguk mendengar penjelasan ustaZ Bonny. Begitu juga dengan Resti dan Yulia.vKetiga nya terlihat menikmati kajian hari ini.
"Ngomongi cinta, ngomongin pernikahan, brother and sister, Gimana sekarang kita prepare menuju pernikahan dengan cara yang baik bukan dengan cara yang buruk.Tenang saja, Dengan cara yang baik insyaallah lebih berkah. Ingat, ya, brother and sister, di akhir zaman, laki-laki berbanding wanita itu 1 berbanding 9. Mendekati kiamat 1 berbanding 40 nanti, itu teh laki-laki normal. lelaki biasa. Nah, kalau lelaki nya saleh sering ke masjid, sering ikut kajian itu akan semakin limited edition berarti, maka para Ikhwan....." ustadz Bonny terdiam beberapa detik,".....Hei, dengerin, Ikhwat, Kita, mah, jadi rebutan.....," Lanjut beliau dengan berbisik melalui mic yang dipegang nya. sebagian audiens tertawa.
"Perempuan senantiasa memperbincangkan kita. Kita, mah, direbuti kalem aja, yakin, akhwat itu 9 berbanding 1 terhadap ikhwat. jadi, harus segera proses pencariannya dari sekarang, biar nggak kehabisan....."
Mayoritas para audiens kembali tersenyum.Tak terasa, satu jam materi ustadz Handy Bonny akhirnya selesai. para jemaah belum beranjak karena setelan ini akan ada pemateri kedua, yaitu kang Athar, seorang penulis buku dan pembicara rutin di MajelisTeladan Cinta. setelah membuka dengan salam, mukadimah, dan sholawat, Kang Athar menyampaikan materinya.
"Saya mau menyampaikan materi tentang bagai mana menjemput jodoh.Tapi, sebelumnya izinkan saya bertanya dulu kepada hadirin semua......
"Acungkan tanggan di sini siapa yang sudah siap untuk menikah? Cing...." Kang Athar terlihat mengancungkan tanggapan tinggi-tinggi.
Banyak dari jemaah ikhwat dan akhwat yang mengancungkan tangannya. Resti menahan diri dari mengancungkan tanggan, dia memang belum siap menika.Yulia mengancungkan tanggannya sendiri.
"Aye udah pengin nikah, pengen nikah muda, tapi masih bingung caranyeeee........," bisiknya kepada Resti dan Senja.
Sementara Senja? Dia terlihat kebinggunga. Apakah Sudan siap menikah atau belum?bAh, pernikahan adalah kalimat yang benar-benar dia pikirkan hari ini.
Beberapa jemaah terlihat cengar-cengir. Yulia juga begitu Dia langsung berbisik kepada dua sahabatnya," Kalo aye bukan singlelillah, tapi pi single lelah.....aye udah lelah jadi single." Resti dan Senja menutup mulut, hampir tak kuasa menahan tawa. kemudian, mereka kembali memperhatikan materi yang di sampaikan.
"Bagian dari penyempurnaan ikhtiar menjemput jodoh dan mempersiapkan pernikahan adalah menentukan target kapan akan menikah.Tetapi, jangan lupa tambahkan insyaallah dalam target kita itu.setelah target si tetapkan, serahkan rencana dan target itu kepada Allah dalam doa, biar nanti Allah yang mengatur urusan kita. Lalu, kita lakukan fase-fase berikutnya dalam menjemput jodoh. Apa itu?
"Nah ini, ada materi menjemput jodoh dengan rumus 3M. silahkan kalau ada yang mau di catat," kata Khang Athar. Benerapa jemaah terlihat mengeluarkan alat tulis.
"M yang pertama itu mengikhlaskan hati. jodoh itu di jemput dengan doa dan ikhtiar. ikhtiarnya bisa dengan cara ta'aruf, tapi. sebelum ke ikhtiar yang serius,kita harus mengikhlaskan hati dulu sejak awal dengan belajar mencintai dalam ikhlas. cinta dalam ikhlas itu meski masing-masing memiiki kecenderungan hati, Tapi tak pernah menyimpan ekspektasi harus dia. ketika kita suka atau sedang berperoses dengan seseorang, yakni jika tak bersamanya pun baik-baik saja karena mencintai itu belajar mengikhlaskan, bukan memiliki. semua yang kita cintai adalah kepunyaan Allah, bisa dipisahkan, di satukan atas izin dan ridahnya Allah.....
"Opsinya nanti ada dua, kita di satukan dengan seseorang yang kita harapkan, atau kita akan di tunjukkan seseorang yang lebih baik. kedua opsi tersebut insyaallah yang terbaik menurut-nya. jika teryata kita tak bersatu dengan yang di harapkan maka belajarlah mengiklaskan. ada banyak hal yang munkin harus kita ikhlaskan kepada Allah ketika proses menuju pernikahan kita jalani. misalnya kehilangan, kegagalan, penolakan, penghianatan, atau harapan yang terlalu berat kepada makhluk.
"Lalu, bagaiman jika Anda belum siap menikah, Tapi sudah punya cemceman mulai dari sekarang? Opsinya, nikahi atau ikhlaskan. kalau belum siap menikah maka belajarlah melepaskan. sampaikan kepada dia, tak perlu ada ikatan apa pun antara kita, kita tak perlu saling menunggu, kita hanya perlu berlajar saling melepaskan dan menerima ketentuan allah. nanti ketika kita sudah dalam keadaan siap, biyar waktu dan tida-nya yang mempertemukan juga mempersatukan. Atau, munkin skenario-nya berkata kita harus bertemu dengan seseorang yang lebih baik....
__ADS_1
"Oke, M yang kedua itu memantaskan diri. memantaskan diri adalah setiap aktivitas yang di lakukan untuk membuat kualitas dan kapasitas diri kita meningkat. kenapa kita harus memantaskan diri? Karena, menjalani pernikahan itu butuh ilmu.pernikahan itu banyak ujiannya. Jadi, kita harus belajar, tidak cukup modal semangat dan keinginan saja. jadi, setelah target ditetapkan, setelah hati berserah kepada Allah. buatlah program memantaskan diri. caranya bisa ikut kajian ilmu, membaca buku, bertanya kepada orang yang lebih berpengalaman, ikuti seminar atau workshop dan yang
lainnya.
"Dan yang terakhir, adalah M yang ketiga. M yang ketiga itu insyaallah sahabat semua nanti akan mendapatkan jodoh di waktu Dan saat yang tepat. Bisa sesuai dengan target yan kita tulis, bisa lebih cepat atau malah kita diminta bersabar. yang kelas, jodoh itu nanti datang nya dari allah. cara nya bisa sahabat lama yang di pertemukan kembali, sahabat masa kec, teman sekolah, kuliyah, tetangga dekat, saudara jauh, teman kerja, teman sekomunitas, di jodohin teman, di jodohin guru, di jodohin sama guru gaji ,di jodohkan orang tua, di jodohin saudara, atau ketemu di medsos. yang jelas, dari man pun asalnya datangnya jodoh itu, yang penting jemputlah jodoh dengan ikhtiar yang Allah ridho supaya pernikahan kita berkah.....
Khan Athar terdiam sejenak, Senja terlihat semakin antusias dengan materi yang di sampaikan Kang Athar. Begitu juga dengan Resti dan Yulia. Kang Athar kembali melanjutkan.
"Dan, jangan lupa setelah menikah, teruslah memantaskan diri sampai kita mati, sampai Allah ridho, karena kita berharap dengan pasangan kita nanti, kita tak hanya hidup, tapi juga sesurga.Tak hanya jodoh di dunia, tetapi juga di akhirat....."
Selesai Sudan materi yang di sampai kan Kang Athar. kembali satu jam terlewati dengan tak terasa. Senja, Resti, dan Yulia mendapatkan pencerahan terkait cinta, jodoh, dan pernikahan.Topik yang selama ini sering membuat mereka galau, bahkan sering salah memaknai juga mengaktualisasikannya.
Dan, untuk kali pertama dalam hidup Senja, kata jodoh dan pernikahan terlintas serius, bahkan terpatri di kepalanya.
Tiba-tiba dalam pikirannya bermunculan banyak pertanyaan.
Kapan aku menikah?
Siapa jodohku?
Di mana dia sekarang?
Bagaiman aku menjemputnya?
Pertanyaan-pertanyaan itu memunculkan senyuman manis di wajah cantiknya, hingga kemudian azan zhuhur indah berkumandang.
Sementara itu, di ujung saf Ikhwan bagian belakang seorang lelaki muda sedari tadi memperhatikan materi yang di sampaikan oleh Khang Athar dan Ustad Handy Bonny. sebenarnya, dia tadi tak sengaja lewat depan Masjid Istiqomah dan mampir untuk melaksanakan sholat Dhuha. Namun, karena ada melihat kajian, dia putuskan untuk bertahan di masjid. Dia sempatkan diri untuk mendengarkan materi demi materi yang di sampaikan. Dan, dia sangat bersyukur, berkali-kali dadanya bergetar dan matanya berbinar ketika materi tentang jodoh dan pernikahan disampaikan dan mememgaruhi alam pikirannya. Dalam hatinya mulai tumbuh dan keinginan untuk segera menyempurnakan agama.
Selama ini Fajar selalu berdoa untuk dipertemukan dengan senja, Dan, dua insan yang bersahabat sewaktu kecil itu kini berada di ruangan yang sama, belajar ilmu yang sama,di masjid yang sama, dan shalat zhuhur bersama.
__ADS_1
Betapa kecil bumi Allah mendekatkan yang jauh, betapa besar kuasa Allah untuk menjauhkan yang dekat.