HIJRAH ITU CINTA

HIJRAH ITU CINTA
28.Hijrahku bukan komoditas!


__ADS_3

Ibunda senja akhirnya boleh pulang dari rumah sakit. keadaanya terus membaik, meskipun belum bisa beraktivitas seperti biasa karena disarankan oleh dokter untuk banyak beristirahat. Mang Didin dan Bi Ratna tetap rutin memantau kondisi Ibu. pun demikian dengan senja yang selalu memperhatikan kondisi Ibunya. dengan telaten senja merawat Ibu. seperti siang ini, Senja menyuapi Ibu dengan bubur buatannya sendiri.


"Alhamdulillah, nak. Ibu senang bisa tidur di kamar ini lagi," kata ibu sambil menyantap bibi, di suapi senja.


"Iya, Bu , Alhamdulillah," jawab Senja.


Sesaat kemudian, Ibu menatap senja dengan tatapan haru, lalu tersenyum.


"Ibu kenapa, sih, menatap Senja begitu?" tanya senja.


"Kamu sangat cantik, Nak.....," kata ibu.


"Siapa dulu ibunya....."


Ibu tersenyum, dan senja terlihat tersipu.


"Nak, Ibu punya permintaan untuk mu, boleh?"


"Boleh, dong, Bu. permintaan apa?" tanya senja.


"Menurutnya Ibu, kamu akan jauh lebih cantik kalau berkerudung. berjilbab seperti Resti dan Yulia," kata ibu.


Senja terdiam beberapa saat, lalu menjawab.


"Insyaallah, Bu, doa kan Senja, ya, bu. Senja, kan, sedang belajar sekarang," jawab senja sambil tersenyum.

__ADS_1


"Insyaallah, Ibu selalu mendoakan kamu, nak," kata Ibu, juga dengan wajah tersenyum.


Setelah memutuskan berhijrah, Senja memang tidak langsung mengenakan jilbab. dia tau menutup aurat itu wajib bagi muslimah. namun, dia ingin menikmati proses belajarnya setahap demi setahap. tampa merasa di paksakan di setiap tahapnya. dia selalu teringat pesan mang Didin.


"Saat kamu memutuskan berubah, Allah akan memberikan petunjuk dan hidayah. biarkan kesadaran diri mu untuk taat menuntut mu mengambil keputusan di setiap proses yang kamu lewati. nikmati saja proses nya setahap demi setahap."


Ya, Senja saat ini sedang menikmati proses demi proses yang dia lewati. dan, dia bersyukur dengan apa yang terjadi dalam hidupnya belakagan ini.


Suatu sore, Resti dan Yulia datang kerumah senja. seperti biasa mereka mengobrol dan berbagi cerita Dengan seru di kamar senja..


"Dewi senja .....," kata Yulia


"Husss. kok, memanggil gitu, sih?" kata Resti.


"Biarin saja, asal jangan di panggil Dewi cinta," bela senja.


"Senja, kamu, kan, terkenal, ye, di Instagram, seleb,bkan, kenape sekarang tak aktif, coba?"


"Males aja, yul. enggak semangat. Mau update apa?"


Setelah berhijrah, Senja memang memutuskan nonaktif dari instargram. akunnya tetap ada. Beberapa produk endrorse yang hanya gambar produk saja tetap di posting di akun Instagram nya. namun, dia tak lagi menerima produk endorse dengan Poto dia sendiri. juga, tak pernah mengunghah foto selfie atau gaya fesyen yang selama ini menjadi ciri khasnya. Banyak foto dia dengan pakaian yang ketat dan sexsi sudah dia hapus di Instagram.


"Ya, foto kamu lagi bergaya ,dong. upload gitu, kan, bagus....."


"Iya, Tapi......"

__ADS_1


"Tapi, kamu belum berjilbab? Ya pake jilbab, dong. kamu akan lebih terkenal kalau berjilbab. Dunia medsos pasti akan heboh dengan hijrahnya Dewi senja. terus........"


"Yulia......," Resti berusaha memotong dan mengingatkan arah pembicaraan yulia. Yulia langsung terdiam karena merasa keceplosan.


"Maaf, ya, Senja.......maaf."


Senja tersenyum melihat wajah Yulia yang tiba-tiba merasa bersalah.


"Enggak apa-apa. Enggak perlu minta maaf," kata senja sambil tersenyum


"Aduh, jadi enggak enak.....," kata Yulia, masih rasa bersalah.


Kini senja menatap kedua sahabatnya.


"Begini, Senja gak mau hijrahnya senja menjadi komonitas, jadi omonga orang-orang. Lagian belum pantas juga senja diomongin orang sekarang senja mau fokus belajar. itu dulu yang ingin senja lakukan.Temani dan bantuin. ya," jelas senja kepada kedua sahabatnya.


"Siapa laksanakan," kata Yulia.


"Alhamdulillah, sahabat kita yang satu ini memang keren," kata Resti.


"Eh, ngomong-ngomong, besok ada kajian bagus, lho. Majlis Teladan Cinta di Masjid Istiqomah. Ikut, yuk. yang ngisi ustadz muda yang kece-kece," kata Resti lagi


"Kalau beneran kece, aye ikut.....," kata Yulia berbinar-binar.


"Yuk, insyaallah, ikut.....," kata Senja.

__ADS_1


Satu jam kemudian, selepas Maghrib, Resti dan Yulia pamit pulang. Dan, kini senja terdiam seorang diri di kamar. Alunan suara ibu yang sedang mengaji Alquran terdengar merdu sampai ke dalam kamarnya. seketika senja pun mengambil mushaf Al-Qur'an, lalu mengaji pelan dengan penuh kesyahduan.


__ADS_2