HIJRAH ITU CINTA

HIJRAH ITU CINTA
Bab 60. Tasyakuran Empat Bulanan


__ADS_3

"Sayang, kesini lah!" ucap Ghibran dengan canggung karena malu kedapatan sedang berciuman.


Dengan riang Syifa berjalan mendekati ranjang. Dia melihat sang mami yang bersembunyi di balik selimut.


"Mami kenapa sembunyi?" tanya Syifa.


"Tadi bibir mami di gigit semut. Makanya Papi obati dengan meniupnya. Bukan menggigit. Kamu salah lihat deh," ucap Papi Ghibran mencoba ngeles dari tuduhan sang putri.


Syifa naik ke ranjang dan membuka selimut. Aisha tersenyum begitu penutup wajahnya terbuka. Bocah itu langsung menatap wajah sang mami.


"Bibir mami bengkak. Itu bukan di gigit papi? Pasti semutnya gede, kok bibir mami bisa bengkak begitu jadinya," ucap Syifa polos.


"Sudah jangan tanya lagi, Sayang. Mami sakit bibirnya, tak bisa jawab," balas Ghibran.


Setelah beberapa menit barulah Aisha bangun dan langsung menuju kamar mandi.


***


Tak terasa sudah satu bulan Ghibran pindah ke pinggir kota ini. Dia berencana mengadakan tasyakuran empat bulan kehamilan sang istri. Semua persiapan telah matang.


Suasana di rumah kediaman Ghibran tampak ramai dengan keluarga besarnya dan tamu undangan. Walau dia kurang suka dengan keluarga Ibu Nur, tapi atas permintaan Aisha akhirnya semuanya tetap diundang.


Ghibran tampak bahagia menyambut kedatangan rekan kerjanya. Awalnya tasyakuran akan di adakan di salah satu hotel berbintang, tapi Aisha tidak setuju. Dia ingin tasyakuran empat bulanan kehamilannya dilaksanakan secara kekeluargaan. Biar lebih akrab.


Ghibran juga mengundang ibu-ibu pengajian yang berada di sekitar rumahnya, tidak lupa seluruh tetangganya. Acara di bagi menjadi dua sesi. Pagi hari buat para tetangga dan sore buat para kolega bisnis.

__ADS_1


Ghibran dan Aisha menyediakan dua macam souvernir, buat pagi hari ia menyediakan souvernir yang berisikan handuk berwarna pink dan juga botol aroma terapi.


Untuk para kolega bisnisnya Ghibran menyedihkan suvenir yang sedikit lebih besar dan mewah. Namun tetap terdiri dari handuk yang cukup besar dan aroma terapi dalam botol besar ditambah sabun.


Acara dimulai dengan kata sambutan dari Ghibran sebagai tuan rumah dan ayah dari calon bayi yang sedang dikandung Aisha. Dia mengucapkan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan dan acara, dan memohon doanya agar dilancarkan kehamilan Aisha hingga hari persalinan nanti.


Assalamu’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat ALLAH SWT dan sholawat serta salam kepada Nabi Muhammad SAW beserta Para pengikutnya.


Sebelumnya kami ucapkan banyak terima kasih kepada Para Hadirin yang sudah menyempatkan waktunya untuk bisa hadir memenuhi undangan kami.


Tujuan kami mengundang Para Hadirin sekalian adalah berhubungan dengan Istri saya yang InsyaAllah pada hari ini sedang mengandung anak kami yang kedua dan alhamdulillah saat ini sudah memasuki usia kandungan yang ke empat bulan.


Kami sebagai tuan rumah meminta maaf apabila dalam memberi sambutan tempat dan jamuan kurang berkenan dihati para hadirin sekalian.


Kiranya cukup sekian dari saya, apabila ada tutur kata yang kurang berkenan, saya mohon maaf yang sebesar - besarnya. Selanjutnya untuk memimpin Do'a kami serahkan kepada Bapak Ustad Zulkarnain.


Dari saya..


Wassalamu'alaikum wr wb


Acara dilanjutkan ceramah dari Ustad Zulkarnain dan dilanjutkan dengan alunan ayat suci Al-quran dari ibu majelis taklim. dekat rumahnya.


Surat yang dibacakan terdiri dari surat Yusuf ayat 1-16, surat Maryam ayat 1-15 atau keseluruhannya, dan surat ar-Rahman ayat 1-78). Jika ingin membaca surat lainnya tidak apa asalkan bersumber dari al quran.

__ADS_1


Setelah pengajian selesai Ghibran mempersilakan tamu undangan untuk mencicipi hidangan yang telah ia sediakan.


Ibu Nur tidak banyak bicara. Dia hanya menikmati acara. Sebelum berangkat kemarin, ayah telah berpesan agar istrinya jangan lagi ikut campur dalam urusan keluarga sang putra.


Annisa dan keluarganya datang ketika acara berlangsung saja. Tidak menginap karena Ikhbar yang tidak mengizinkan. Semua keluarga kagum dengan suasana rumah Gibran dan Aisha yang sangat asri.



Acara selesai jam empat sore. Annisa dan keluarganya pamit dengan Ghibran dan Aisha.


"Aisha, Tante pamit. Mohon maaf jika kamu pernah tersinggung dengan ucapan dan sikap Tante," ucap Mamanya Annisa.


Annisa telah bercerita jika Aisha masuk rumah sakit setelah acara di rumah mamanya. Jadi wanita itu merasa tidak enak hati dan akhirnya hari ini berkesempatan meminta maaf.


"Semua kesalahan yang mungkin Tante lakukan telah aku maafkan, aku juga minta maaf jika ada salah. Doakan aku dan calon baby sehat hingga hari persalinan, Tante," ucap Aisha.


Mamanya Annisa lalu memeluk Aisha. Setelah merasa cukup barulah wanita itu melepaskan pelukannya. Annisa juga melakukan hal yang sama.


"Semoga Allah memberkati Mbak, dengan kehamilan yang bahagia dan aman dengan bayi yang sehat dan gembira," ucap Annisa.


"Terima kasih doanya, Nissa," balas Aisha.


Satu persatu keluarga mulai pulang. Begitu juga rekan bisnis Ghibran. Hanya tersisa keluarga inti saja. Ayah dan Ibu Nur, akan kembali menginap.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2