HIJRAH ITU CINTA

HIJRAH ITU CINTA
17,Pondok Qur'an


__ADS_3

*hallo-hallo Bandung


ibu kota periang


hallo-hallo Bandung


kota kenangan-kenangan


sudah lama Beta


Tak berjumpa dengan kau


sekarang sudah menjadi lautan api


Mari bung rebut kembali*


Bandung adalah kota impian yang terbentuk dari darah dan pengorbanan para perjuangan kemerdekaan indonesia. Bandung pernah menjadi kota lautan api karena peristiwa kebakaran besar yang terjadi pada 23 Maret 1946. saat itu, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200 ribu penduduk kota Bandung membakar lalu meninggalkan rumah mereka menuju pengunungan di daerah selatan bandung.vsemua itu di lakukan untuk mencegah tentara sekutu dan NICA Belanda mengunakan kota Bandung sebagai markas strategis militer dalam perang kemerdekaan Indonesia. Peristiwa bersejarah ini melegenda dan menjadi kebanggan semua warga Bandung.


Bandung di juluki kota kembang dan Paris Van Java Karen keindahan, tanah yang subur, dan banyak pohon, taman, juga berbagai bunga yang menghiyasi kota.


Hari ini, untuk pertama kali Fajar mengijakkan kaki di Bandung. kota harapan yang selama ini hanya ada Dalam angan-angan.


Setelah bus yang membawanya dari Bogor berhenti di terminal Leuwi panjang. Fajar langsung naik angkot jurusan cicaheum sesuai petunjuk ustaz rofiq. terik matahari siang tak menyurutkan semangatnya. senyumnya semeringai meski harus berhimpitan dalam angkot bersama penumpang lain. sesampainya di terminal cicaheum, dia turun. dan langsung naik angkot warna hijau rute cicaheum_cileunyi.


Beberapa menit kemudian, di turun di daerah Cijambe dan langsung naik menuju pondok Qur'an yang berada di giri mekar, kecamatan gilengk karang.

__ADS_1


Ojek yang di tumpangi Fajar melaju cepat menuju pondok Qur'an, meskipun rute yang dilewati berupa tanjakan ekstrem. dan, bukan hanya tanjakan, motor metic yang di tumpangi nya harus melewati jalan aspal perbukitan yang kiri-kanannya terdapat perpohonan rindang. Semakin jauh dan tinggi motor itu melaju, semakin indah kota Bandung terlihat. sepeeri Lego berderet-deret. setelah hampir 15 menit, Fajar sampai di sekolah sekaligus pesantren dengan gerbang besar bertuliskan pondok Qur'an.


Dengan berjalan pelan, Fajar masuk. sampai tak berkedip matanya melihat kesemua penjuru. di zona kanan ada asrama-asrama yang besar, dua lantai, dan dibangun dengan desain minimalis, tetapi berkelas khas Eropa. sentara di zona kiri ada saung-saung kecil dengan pemandangan pegunungan juga perbukitan yang indah, alam terbuka. di sana. dia melihat banyak santri sedang belajar menghafalkan Al-Qur'an.


Fajar takjub melihat pemandangan kiri-kananya. teryata ada tempat seperti ini di Bandung, ujarnya dalam hati. dia bersyukur bisa sampai di tempat ini. dia berdoa semoga dia bisa ikut belajar Al-Qur'an di pondok Al-Qur'an.


Tak lama kemudian ustad Ali dengan wajah teduh dan senyum yang terpancar dari wajahnya.


"Assalamu'alaikum......."


"Waalaikumsalamwarahmatullah....."


Tanggan mereka berjabat erat. Fajar langsung memperkenalkan diri." ustaz perkenalkan saya Fajar. muritnya ustaz roqib,vpesantren Qur'an pedani Bogor," kata Fajar. mendengar perkataan Fajar, wajah ustaz Ali tambah semriang.


"Masyallah, ini dia yang ana tunggu-tunggu. ustaz roqif sudah cerita banyak tentang antum. ahlan wa sahlan. selamat datang di pondok Qur'an."


Mereka berdua lalu berbincang hangat. Fajar di ajak berkeliling melihat aktivitas di pesantren.


"Pondok Qur'an ini bukan hanya untuk tingkat SMP dan SMA. ada juga program untuk yang sedang atau bahkan sudah lulus kuliah."


"Alhamdulillah. jadi, saya bisa belajar di sini ustadz?"


"Tentu saja bisa," jawab ustaz Ali.


Mendengar jawaban ustadz Ali. perasaan Fajar menjadi lega. Apalagi ustaz Ali menawarkan sesuatu yang menarik.

__ADS_1


"Antum bisa tinggal di sini. bisa sementara juga bisa seterusnya. tapi. ada syaratnya"


"Apa syaratnya ustaz?'"


"Harus mau mengajar Al-Qur'an."


"wah kalau itu say tak bisa, ustaz. belum sampai ilmu saya mengajarkan Al-Qur'an. saya masih belajar"


"Sebentar, antum dengerin dulu. di pondok Qur'an itu ad program pengabdi masyarakat. yang kita ajari masyarakat yang belum bisa membaca Alquran jadi. nanti antum di tugas kan bekunjung di rumah penduduk, komunitas -komunitas, masjid, bahkan kelepas penjara, untuk membimbing orang-orang agar bisa membaca Alquran.vtargetnya yang awam, yang baru belajar, dan yang sedang melancarkan bacaan dengan Tartil, bagaimana?"


"hmmm, kira saya hajar di sini, ustaz. kalau hajar di sini saya malu. Di sini pasti sudah pinter-pinter. tapi, kalau membimbing mengaji yang masih awam insyaallah saya besedia."


"Alhamdulillah, kita dapat satu lagi pasukan."


"siap, ustaz!"


"gomong-gomong. kata Ustad roqif, Antum mau tes di bank syariah. ya? kapan itu?'"


"insyaallah tiga hari lagi. doakan ya, Ustad,"


"amiiiin, kalau di terima, antum tinggal pilih saja mau tinggal sini saja atau indikos dekat sini. kalau tinggal di sini, tinggalnya barengan di asrama dengan yang lain, satu kamarnya sekitar lima orang."


"baik, ustaz. nanti saya pikirkan. tapi, untuk sebulan ini, saya boleh tinggal di sini dulu, ustaz?"


"sangat boleh."

__ADS_1


Fajar kembali tersenyum penuh rasa syukur. mukjizad Al-Qur'an mengantarkannya sampai di tempat ini. karena Al-Qur'an pula dia merasa mendapatkan banyak kemudahan serta pertolongan.


__ADS_2