
Senja Aurelia adalah nama yang mengantarkan pada popularitas di instargram sebagai selebram. nama indah itu berarti Dewi Senja.
Dewi Senja memiliki penampilan fisik nyaris sempurna. badan ideal, bentuk wajah simerik, kulit putih mulus, bulu mata lentik, hidung kecil dan mancung, bibir dan dagu juga manis. mbuatnya di kagumi banyak orang. para perempuan menjadikan dia ikon fesyen dan kecantikan sedangkan bagi laki-laki, Senja adalah harapan sosok pasangan ideal secara fisik dan penampilan.
Akan tetapi, apakah yang terlihat ideal Daan indah di mata orang juga terasa indah di hatinya sendiri?
Teryata tidak. selama ini, Senja jauh dari perasaan bahagia. dia merasa ada kekosongan dalam jiwanya. Instragram dan media sosial adalah cara dia berekspresi dan mengaktualisasikan diri. namu, itu semua membuatnya terjebak dalam kebahagian palsu. puluhan ribu like, love, dan coment berisi pujian akan kecantikannya sama sekali tak membuatnya menjadi bahagia.
Galeri Instagram sama sekali tak menjelaskan dirinya. selama ini, dia menanipulasi kondisi hatinya dan menggugah sesuatu yang cool dan menyenangkan bukan untuk kepuasan dirinya, tetapi untuk kepuasan yang lain. dan, dalam keadaan terpuruk seperti sekarang, dia merasa ingin menjauh dari ingar bingar media sosial. berulang-ulang dia bertanya dalam hati tentang arti ketenangan dan kedamaian.
apakah dengan semua yang telah terjadi, hidupnya bisa tenang dan damai?apa rasanya bahagia? dengan cara apa semuanya bisa di dapatkan?
pertanyaan pertanyaan ini menggelayut pikirannya
Sementara di rumah saki, setelah dua hari di rawat di ruang ICU, kondisi ibu membaik dan sudah di pindahkan keruang perawatan. Senja menemani Ibunya dengan perasaan campur aduk. apalagi,bsetelah membaca surat dari Ayah, Senja merasa harus lebih mencintai Ibunya. mengingat bagai mana penderitaan Ibu dan keluarganya di masa lalu. Tapi, ada juga perasaan bersalah dalam hatinya. dan, rasa itu menguat dan meneror batinya.
mengapa ibu tidak mengugurkan kandungan waktu itu? bukankan aku anak yang tidak di harapkan? apakah aku anak pembawa sial dalam keluarga?
ingin sekali Senja menanyakan. ini kepada Ibu . tetapi Senja takut pertanyaan ini menyakiti beliau.
Hingga ketika malam tiba, Senja berkesempatan mengobrol bersama Ibu di kamar perawatan.
__ADS_1
"Ibu, Ibu masih benci sama Ayah?"
"Alhamdulillah nak, Ibu sudah memaafkan Ayah. Ibu belajar dan rasanya plong sekarang. Nak, kamu juga ya, belajar maafin Ayah mu."
"Iya Bu, Senja akan belajar."
"Alhamdulillah."
Ibu tersenyum pada senja. beban yang sejak dulu dia rasakan pelan-pelan berkurang.
"Bu, menurut Ibu, tuhan adil gak pada kita?"
"Nak, Allah itu maha adil. maha pengasih dan maha penyayang. tampa Allah, Ibu tak kan bisa membesarkan mu. selama ini Allah berikan kita ujian, agar kita tumbuh menjadi hamba-nya yang selalu berdoa, berusaha, dan bertawakal. Ibu merasakan itu, nak. Ibu merasa kuat setelah menerima semua takdir yang terjadi dan berpesangka baik kepada Allah."
"Maafkan, Senja, Bu,kalau kehadiran Senja kedunia ini menyusahkan," kata Senja, pelan.
"Nak, kamu adalah anugrah terindah dari Allah untuk Ibu. kamu gak pernah salah. Ibu yang salah Ibu, Ayah, juga kakek mu, yang salah," jawab Ibu dengan wajah yang tampa lemah
Sangat sedikit kenangan Senja tentang kakek.Tapi, kakeknya adalah sosok baik hati. hanya itu yang diingat Senja.
"Kamu tahu, Nak, di awal masa kehamilan, kakekmu seolah tak mau menerima kehadiranmu.Tapi, pelan-pelan ketika kamu lahir, dia bahagia bisa memiliki cucu. kesedihanya hanyalah karena masyarakat selalu menghukum kita seolah kita telah gagal menjadi manusia," kata itbu dengan wajah serius.
__ADS_1
"Kakek bahagia dengan kehadiranku, Bu?"
"Iya, Senja. Dia bahagia pada akhirnya. nama kamu itu pemberian kakek. Nama
Senja, Ibu yang pilikan. sedangkan Ainul Mardhiah adalah pemberian kakek. ada doa dan harapan dalam nama itu."
"Ainul Mardhiah artinya, Bu?
"Ainul Mardhiah, kata kakek, adalah bidadari surga," jawab Ibu.
Senja terdiam dan termenung. Dia memikirkan beberapa hal yang tiba-tiba berkecamuk dalam hatinya.
Senja Ainul Mardhiah, itulah namaku.
seorang bidadari surga?
surga, Bagaimana cara aku meraihnya?
bagaimana jalan menuju kesana?
pertanyaan pertanyaan ini terus muncul dalam hati Senja. pertanyaan yang nantinya akan membimbing dia melewati jalan tak terduga.
__ADS_1