
Aisha baru saja menidurkan Syifa. Mulai hari ini dia yg tidur di kamar sendiri. Anak seusia bocah itu sedang ingin tahu segalanya.
Masa balita merupakan masa aktifnya anak melakukan banyak hal. Segala hal baru yang dilihatnya pasti jadi tanda tanya yang besar di otak balita anda. Jadi, tidaklah heran jika anak sering bertanya dan mencoba banyak hal yang baru.
Menghindari hal yang tidak diinginkan, Aisha meminta Syifa yg tidur terpisah dengan mereka. Beruntung bocah itu telah terbiasa yg tidur sendiri sehingga dia langsung setuju bahkan senang saat melihat dekorasi kamarnya yang bertema hello Kitty.
Tadi saat masuk ke kamarnya, Syifa terlihat sangat bahagia sekali. Dia langsung melompat ke atas ranjang dengan senangnya.
"Kamarku bagus banget, Mi. Aku suka," ucap Syifa dengan riangnya.
"Alhamdulillah, jika Syifa menyukainya. Mami ikut senang," balas Aisha dengan senyuman.
"Terima kasih, Mi," ucap Syifa. Dia turun dari tempat tidur, menghampiri wanita itu.
Syifa memeluk pinggang sang mami. Dia bahagia sekali bisa berkumpul dengan keluarganya, impiannya sejak masuk sekolah dan sering mendapat bully-an.
"Mulai hari ini, anak mami sudah harus mandiri. Tidur di kamar ini sendiri, mami akan menemani hingga kamu terlelap," ucap Aisha.
"Iya, Mi. Aku memang sudah tidur sendiri saat di panti asuhan,Mi," jawab Syifa.
"Syukurlah kalau kamu memang terbiasa tidur sendiri, Sayang. Mami jadi tidak perlu kuatir," balas Aisha.
Setelah itu, Aisha meminta Syifa tidur. Yakin putrinya telah terlelap, barulah Mami meninggalkan kamar.
Setelah membersihkan wajahnya, Aisha naik ke ranjang. Ghibran sedang serius dengan laptop nya. Wanita itu membaringkan tubuh tepat di samping sang suami yang sedang bekerja. Menyadari istri telah berbaring, pria itu mematikan laptop. Dia juga ikut membaringkan tubuhnya.
__ADS_1
"Syifa sudah tidur, Sayang?" tanya Ghibran dengan tangan mengusap perut sang istri yang sudah mulai sedikit membuncit.
"Sudah, Mas. Syifa anak yang manis. Tidak pernah merepotkan. Sangat mandiri," jawab Aisha.
"Terima kasih, Sayang. Sudah menerima Syifa dengan ikhlas dan menyayanginya dengan tulus," ucap Ghibran. Dia membawa kepala sang istri ke dalam dekapan dadanya.
Ghibran selalu mengucapkan terima kasih atas semua yang istrinya itu lakukan. Sangat bersyukur karena mendapat jodoh seorang wanita yang lembut seperti Aisha. Dalam hatinya pria itu berjanji tidak akan pernah meninggalkan sang wanitanya.
"Sayang, hari Minggu ada pertemuan keluarga lagi. Kali ini di rumah orang tua Annisa. Cukup jauh, dua jam perjalanan. Apa kamu ingin pergi? Jika kamu ragu, sebaiknya kita jangan datang," ucap Ghibran.
"Kita datang saja, Mas. Nanti apa kata keluarga kamu jika kita tidak datang. Pasti aku juga yang akan disalahkan. Aku benar saja tetap salah," ucap Aisha.
Ghibran menarik napas dalam. Ucapan istrinya telah jelas mengartikan jika dia sebenarnya tidak nyaman berkumpul dengan keluarganya, tapi demi menghargai sang suami, Aisha rela datang.
"Baiklah, Sayang. Tapi kamu harus siap jika masih ada yang menyinggung kamu," ucap Ghibran.
"Apa pun itu aku akan selalu siap, asal ada kamu yang selalu siap membelaku," ucap Aisha.
Aisha menyembunyikan kepalanya ke dada bidang sang suami. Mencium bau tubuh pria itu.
"Sayang, aku pengin! Boleh aku meminta hakku malam ini?" tanya Ghibran. Dia memang selalu minta izin setiap mau melakukan hubungan. Aisha menjawab dengan anggukan kepalanya.
Ghibran langsung menyingkap daster yang Aisha pakai keatas, memperlihatkan perut istrinya. Dia mengecupnya dengan tangan yang terus merayap menuju dada dan berhenti tepat di gunung kembarnya.
Ghibran lalu membuka pengait bra dan menyingkap baju hingga ke leher. Terpampang lah dengan nyata dua gunung kembar istrinya yang makin kelihatan membesar karena kehamilannya. Ghibran mengecup pucuk gunung itu, membuat Aisha melenguh nikmat.
Aisha melihat Ghibran yang sedang menghisap secara bergantian pucuk gunung kembar miliknya. Dia mengusap rambut suaminya dan mengeluarkan suara kenikmatannya. Pria itu mengangkat sedikit kepalanya dan memandangi istrinya.
__ADS_1
Setelah puas menghisap dan meninggalkan jejak di gunung kembar istrinya, Ghibran membuka baju atasan istrinya. Dia juga meloloskan segitiga penganan istrinya sehingga sekarang tubuh Aisha telah polos.
"Sayang kamu di atas ya? Kata dokter posisi paling aman berhubungan badan saat hamil yaitu istri yang berada di atas memimpin permainan."
"Tapi aku'kan kurang pintar kalau berada di atas," ucap Aisha dengan manja.
"Siapa bilang kamu kurang pintar memimpin. Kamu sudah mahir itu. Aku sangat menikmatinya." Aisha jadi malu mendengar ucapan sang suami.
Ghibran langsung melecuti pakaiannya hingga tidak ada sehelai benangpun yang tersisa di tubuhnya. Setelah itu dia duduk bersandar di kepala ranjang dan meminta Aisha naik ke atas inti tubuhnya.
Aisha langsung duduk di paha suaminya itu. Ghibran menuntun adik kecilnya memasuki goa milik sang istri.
Aisha mengangkat sedikit bo*ko*ng nya dan menempatkan adik kecil Ghibran tepat di depan gua miliknya. Wanita itu menurunkan tubuhnya agar adik kecil milik suaminya bisa masuk sempurna ke Goa miliknya.
Setelah dirasakan adik kecilnya Ghibran telah masuk dan mendarat sempurna di gua miliknya, Aisha mulai menggerakkan tubuhnya. Dia lalu melingkarkan tangannya di leher sang suami sebagai pegangan saat bermain kuda-kudaan.
"Sayang, goyangannya jangan terlalu semangat. Ingat ada bayi di dalam rahimmu," ucap Ghibran melihat istrinya yang memimpin permainan kuda-kudaan dengan penuh semangat.
Selang beberapa saat terdengar suara lenguhan kenikmatan dari mulut Aisha. Ghibran tahu pastilah istrinya sedang mencapai puncak. membiarkan wanitanya menikmati dulu.
Setelah dirasakan cukup memberi waktu, Ghibran kembali memegang pinggang istrinya dan memintanya kembali bergerak.Tidak berapa lama terdengar juga suara lenguhan kenikmatan dari mulut pria itu, tanda pria itu mencapai puncak kenikmatannya.
Setelah sama-sama mencapai puncak kenikmatan, Ghibran menarik pinggang istrinya agar makin merapat ke dadanya. Aisha memeluk erat sang suami tanpa melepaskan penyatuan mereka. Ghibran lalu mengecup dahi,pipi dan bibir istrinya berulang kali.
"Terima kasih, Sayang. Kehadiran kamu dalam hidupku membuat segalanya berubah. Aku makin semangat dalam menjalani hidup ini." Ghibran lalu mengecup seluruh bagian di wajah istrinya itu.
...----------------...
__ADS_1
Selamat Pagi semua. Sambil menunggu novel ini update, bisa baca karya teman mama di bawah ini. Terima kasih.