
Orang yang sedang berhijrah itu sibuk untuk bertobat dan sibuk untuk taat. Dia fokus menyesali dosa-dosa dengan memperbanyak istighfar dan bermuhasabah diri. Dia sibuk menata diri nya menjadi insan yang taat dengan memperbanyak amal ibadah kepada Allah.Bukan sebaliknya. sibuk melihat kekurangan, dosa, dan kesalahan orang lain, juga sibuk menila serta mengevaluasi amalan orang lain.
"Hijrah itu proses. setiap orang memiliki fasenya masing-masing. Di kampung hijrah,kami mambangun rasa saling menghargai, membimbing dan saling mendoakan satu sama lain agar proses perubahan yang terjadi bisa dilakukan secara bersama-sama."
Begitu jawaban Abah Iwan ketika seorang santri baru memprotes sebagian santri di kampung hijrah yang menurutnya masih awam beragama.
Santri yang memperkenalkan diri dengan nama Abu Zaid itu terlihat tidak puas dengan jawaban Abah Iwan.
__ADS_1
"Lalu, bagaimana dengan bidah yang dilakukan di kampung hijrah? sedangkan, bidah itu akan mengantarkan pada neraka," katanya kemudian.
Suasana dalam masjid mulai riuh. Abah Iwan tetep tenang menghadapi Abu Zaid. lalu, beliau menjawab,
"Tidak ada bidah di kampung hijrah. semua aktivitas ibadah yang di lakukan di kampung hijrah sesuai dengan tuntutan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi. Adapu program 40 hari menyucikan dan membangun jiwa hanya lah metode pendidikan seperti halnya kampus atau pesantren lain yang menyusun program pendidikan dalam kurikulum semester atau triwulan. seperti program dauroh 30 hari menghafal Alquran.seperti program mabit yang banyak di laksanakan di perkotaan. Ingat, kampung hijrah adalah tempat pendidikan. Jadi, kami membuat program juga berdasarkan riset-riset pendidikan.Tetkait membangun kebiasaan positif, menurut penelitian, waktu minimal 40 hari adalah waktu yang paling efektif untuk menginstal kebiasaan -kebiasaan baru yang akan bermanfaat sepanjang hidup. Apalagi rata-rata santri -santri yang datang ke sini adalah mereka yang sedang berproses membangun kebiasaan baru yang positif. Jadi, kami rasa program ini sangat efektif. Dan, ini sifatnya bukan membuat ibadah baru, karena, yang terpenting dari program ini adalah, apa aktivitas yang dilakukan di dalam nya, apakah menyalahi tuntunan atau tidak? semua aktivitas dalam program ini memiliki landasan dalil dan ada tuntunannya. seperti keharusan mempelajari ilmu taharah atau bersuci, karena bab bersuci ini harus menjadi awal yang di pelajari sebelum mempelajari yang lain. juga, keharusan melaksanakan ibadah shalat wajib, keharusan mempelajari dan membaca alquran.melaksanakan sholat malam.memperbanyak zikir, istighfar, muhasabah.melaksanakan puasa Sunnah.membersihkan diri dari dendam, iri, dan dengki. Juga, ada keharusan meminta maaf kepada orang tua dan orang-orang yang telah di zalimi., Dan, aktivitas lain yang dilakukan dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw."
"Pada zaman Rasulullah Saw.,, diriwayatkan oleh Anas bin Malik, pernah ada orang kampung yang datang kepada nabi Muhammad Saw. orang itu berkata, 'Hai, Rasul, kapan kiamat?' Nabi balas bertanya 'Apa yang telah kamu persiapkan?' Ia menjawab,' Aku tidak mempersiapkan sholat dan puasa yang banyak, hanya saja aku cinta kepada Allah dan rasul-nya.'.'Lalu nabi berkata,'seseorang akan bersama orang yang dicintainya.""'
__ADS_1
Lalu, Abah menatap kami semua dengan tatapan lembut penuh cinta.
"Abah mencintai kalian semua karena allah. semoga santri kita semua dikumpulkan kembali bersama manusia terbaik sepanjang masa, Rasulullah Saw., dan semua pengikut yang mencintainya."
Kami semua mengamini.Tausiah di akhiri dengan doa dari Abah. sebuah doa yang pernah diucapkan oleh nabi Daud 'aluhis-salaam.
"Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada- mu cinta-mu dan cinta orang -orang yang mencintai-Mu dan aku memohon kepada mu perbuatan yang dapat mengantarku kepada cinta-mu.Ya Allah, jadikanlah cinta-mu lebih kucintai dari pada diri ku dan keluarga ku serta air dingin bagi orang-orang yang kehausan."
__ADS_1