HIJRAH ITU CINTA

HIJRAH ITU CINTA
6.perempuan bernama ibu


__ADS_3

Entah mengapa pagi dini hari, sekitar pukul 3.00 Senja terbangun dari tidurnya, mulutnya haus dan lidahnya kering. Dengan langkah pelan, Senja pergi ke dapur mengambil air minum. ketika melewat kamar Ibunya, tak sengaja Senja melihat kamar Ibunya terbuka. Senja mengintip ibu nya sedang sholat.


Senja merasa aneh dengan semua hal yang terjadi pada ibu nya akhir-akhir ini.


Ada apa dengan Ibu? Kenapa Ibu sekarang kemana-mana memakai terusung?


Kenapa ibu suka sholat, suka baca AL-QUAN, dan suka ikut pengajian? Bukan kah dulu ibu selalu bilang tuhan tidak adil? Kenapa Ibu sekarang rajin beribadah?


Pertanya-peetanyaan itu berputar di kepala Senja..semenjak paman dan Bibi pindah kerja dari Jakarta ke Bandung, lalu sering bertemu iibu, di situ lah Senja merasa Ibu berubah.Tiga bulan akhir ini tepatnya.


Mamang Didin, begitu Senja bisa memanggil pamannya, adalah lelaki lucu dan baik hati. Istrinya, Bi Ratna, yang suka mengenakan jilbab, adalah perempuan yg ramah dan perhatian.


Ibu dan Senja selama ini memang paling dekat dengan Mang Didin Bahkan, bisa dibilang, Mang Didin adalah satu satunya keluarga Ibu yang dekat. satu-satunya saudara kandung Ibu karna kakek Senja hanya memiliki dua anak yaitu Ibu Mang Didin.


Dulu mereka semua tinggal satu atap di rumah kakek Senja di bogor. saat itu Senja masih kecil, dan Mang Didin kuliah di IPB. setelah lulus dari IPB, Mang Didin di terima berkerja di salah satu Bank konvensional di Jakarta, sampai akhir menikah dengan Bibi Ratna.


Kakek Senja meninggal saat Senja berumur 6 tahun. Menyusul nenek yang sudah lama meninggal sejak Senja belum terlahir kedunia.


Awal-awal di Bandung, Ibu pernah lama berkerja menjadi buruh di pabrik. lalu, akhirnya berbisnis katering karena Ibu pintar masak. sayang dua tahun lalu usaha Ibu tutup karena Ibu mulai sering sakit. Ibu mempunyai penyakit Mag kronis.


Tiga bulan yang lalu, Mang Didin pindah kerja menjadi manajer di salah satu Bank syariah di Bandung. semenjak itu lah, Ibu sering bertemu Mang Didin dan Bi Ratna. Dan, sejak saat itu sampai hari ini, Senja melihat ibu semakin aneh.

__ADS_1


Kenapa Ibu berubah???


Ah, bagaiman perubahan Ibu, di mata Senja, Ibu adalah perempuan terhebat di dunia. Ibu yang membanting tulang membesarkan Senja seorang diri. Ibu yang selalu membela ketika dia di hina sejak kecil. Ibu yang selalu memberinya cinta tak terbatas selama ini.


Apa pun yang terjadi pada ibu, Senja akan selalu mencintai ibu, perempuan yang tercipta dari sejuta air mata.


7. yatim dan jadah


Semua orang di Desa Ciapus Bogor memanggilnya yatim atau si Yatim. Ayahnya sudah meninggal sejak dia berumur 3 tahun. Ibunya berjuang membesarkannya dan adiknya yang masih bayi seorang diri.


Terkadang ada anak jahat yang merisaknya dengan sebutan" si Yatim Miskin". Dan, ketika panggilan" Miskin "itu di letakkan padanya, dia hanya diam dan tersenyum karena Ibunya mengajarkan untuk bersabar dan jangan marah.


Kenyataan, dia memang anak paling miskin di desa tersebut. Rumah pun dia gak punya. Ibu hanya mampu mengontrak rumah yang atapnya sering bocor kala hujan turun. kamar di rumah tersebut hanya ada satu. masih untuk ada kamar mandi kecil di rumah berukuran 4*5 meter itu.


Di TKA itu lah di awal dia mengenal seorang perempuan seumuran bernama Senja. Gadis kecil cantik yang tak pernah menghina nya dengan sebutan apapun. saat awal masuk TKA, dia tak punya teman. sifatnya yang pemalu membuatnya tak berani mendekati siapa pun.


"Nama kamu sapa?" tanya Senja.


Fajar awalnya diam tak menjawab, wajahnya yang putih tiba-tiba bersemu merah.


"Hallo, Aku Senja, nama kamu sapa?"btanya Senja lagi

__ADS_1


"Namaku Fajar Lesman, panggilannya Fajar."


Semenjak perkenalan itu, mereka menjadi teman dekat karena bertemu setiap hari di tempat pengajian. Mereka selalu memanggil satu sama lain dengan nama masing-masing, Fajar dan Senja.


Satu waktu, Bobby, anak paling besar dan sering bersikap kasar di KTA merisak Fajar dan Senja yang sedang bermain ayunan.


"Tuh liat, si Yatim Miskin dan si jadah lagi main ayunan bareng, cieee."


Fajar mendengar panggilan itu langsung berdiri menghadap Bobby. napasnya naik turun. Raut mukanya memerah karna marah. dia rela di panggil si Yatim Miskin, tapi dia tak rela Senja di hina. Seketika Fajar langsung mendekati Bobby.Tampa basa basi dia langsung melepaskan pukulan telak. Bobby tersungkur. Dari hidung keluar cairan segar berwarna merah.


Karena itu Fajar di hukum dan Ibunya si panggil oleh pihak sekolah. Namun, setelah peristiwa itu tak ad lagi yang berani menghina Senja dengan pangilan si anak Jadah.


Perihal sebutan Jadah pada Senja memang sudah menjadi gosib lambsi desa tersebut.senja pernah bertanya pada Ibunya, kenapa beberapa anak maka memaggil dia dengan sebutan itu?Tapi, Ibunya hanya menjawab dengan menangis tersedu, Dan, Senja menjadi Enggak mau untuk menanyakan hal itu kembali.


Selain soal Jadah, Senja memiliki pertanyaan besar untuk Ibu, yaitu tentang sosok Ayah. Satu waktu Senja menanyakan keberadaan seorang Ayah yang juga di miliki oleh teman-temanya, tetapi Ibu hanya menjawab," Kamu tidak punya Ayah, Ayahmu sudah mati, Nak."


Semasa dia kecil, Ibu nyaris tak pernah bercerita tentang Ayah nya.


Hal ini yang membuat Senja akhirnya merasa senasib dengan Fajar. mereka sama-sama tak memiliki sosok lelaki bernama Ayah. seorang yang selalu mengajak jalan-jalan, suka memberi uang jajan, dan membelikan oleh-oleh ketika pulang kerja.


Suatu sore, Fajar bermain dengan teman-temanya di jalan dekat rumah. ketika waktu mendekati magrib,, teman-temanya itu pulang menyambut Ayahnya yang baru kembali dari tempat kerja. dan, Fajar hanya bisa melihat dengan tatapan sedih saat teman-temanya, satu demi satu, bersorak-sorak menyambut Ayah mereka tiba.

__ADS_1


Dari balik jendela rumah salah seorang temanya, Fajar mengintip kebahagiaan satu keluarga utuh saat membuka oleh-oleh yang di berikan oleh sang Ayah.Terlihat buah-buahan segar di dalam kantong pelastik hitam yang di buka penuh antusiasi. Fajar melihat adengan itu dengan iri. Dia pulang kerumah dengan perasaan sedih karena ingin mendapatkan oleh-eleh seperti itu juga.


__ADS_2