HIJRAH ITU CINTA

HIJRAH ITU CINTA
33.Benih-Benih Cinta


__ADS_3

Berawal dari tatapan mata, benih cinta tumbuh Tampa dipaksa. Sebuah rasa yang fitrah, getaran yang agung, yang Allah hadirkan pada hati setiap manusia.


Setiap orang pernah merasakan getaran cinta, atau akan merasakan getaran itu jika saatnya tiba. Entah seperti apa getaran dan perasaan itu dijelaskan, tetapi cinta memang hanya bisa dirasakan, dan tak butuh satu pun teori penjelasan.


Pertanyaannya bukan tentang apa yang sedang di rasakan? Namun, bagaimana mengaktualisasikan perasaan itu hingga menjadi kekuatan yang mengerakan pada kebaikan. Sehingga, menjadi aktualisasi cinta yang Allah ridho dalam wujud pernikahan.


Getaran cinta juga bisa menjadi awal bagi seseorang. Untuk nantinya belajar dan menghayati arti mengikhlaskan.


Getaran itulah yang kini melanda Fajar. pertemuan singkat, tetapi bermakna dengan senja membuat nya terjebak pada pengalaman cinta pertama. Rasa tertarik kepada seseorang yang tak pernah muncul sebelum nya kini membesar dan membuat dirinya gundah gulana. Senja memang tak berkerudung seperti yang dia harapkan, tapi benih perasaan tak mengenal syarat untuk Allah tumbuh kan. Apalagi, sosok yang di cintai adalah seseorang yang sudah menghadirkan banyak kebaikan di dalam hidupnya.


Kini, dia berusaha mengendalikan semua perasaannya. Dia mengendalikan perasaan itu kepada Allah.


Apakah wajar aku jatuh cinta kepada senja?


Apakah ini benar -benar cinta atau nafsu belaka?


Pertanyaan-pertanyaan itu membuatnya tak henti memohon petunjuk ke pada Allah. Dia tak ingin perasaan yang tiba-tiba hadir ini merusak kenikmatan ibadahnya. merusak hubungannya dengan Allah yang sudah terbangun selama ini.


Pada satu malam, dua hari setelah pertemuan dengan senja, Fajar menumpahkan semua perasaan juga kegelisahannya kepada Allah. salah satu doa dan harapan yang di ucapkan kepadanya terdengar lihir dan mengiba.


"Ya Allah, jika dia, Senja, adalah orang yang engkau hadirkan untuk ku, mohon dekat kan dan satu kan kami dalam pernikahan,Ya Allah.Tatapi, jika dia buka yang terbaik untuk dunia akhirat ku, mohon kau jauhkan dia dari pandangan ku, dari hatiku, dan aku yakin enkau akan memberikan ku seseorang yang lebih baik dari pada dia."

__ADS_1


Setelah shalat, Fajar membuka mushaf dan mengulang-ulang hafalan Al-Qur'an nya. Berapa beruntung dirinya bisa fokus dan mengalokasikan waktu di sela kesibukannya bekerja untuk menghafal Al-Qur'an. Betapa besar karunia Allah untuk nya. selam ini.


Pertemuan dengan seseorang bisa mengubah hidup mu. mengarahkan mu pada jejak-jejak kebaikan baru. Apalagi, jika orang yang kamu temui itu adalah seseorang yang selama ini sudah membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik.


Seperti Senja yang berada di kamarnya pagi ini. Dia berkeinginan membiasakan diri melaksanakan sholat Dhuha. ketika mentari hangat membaluri setiap sudut kamarnya, dia teringat kata-kata Fajar beberapa hari yang lalu.


"Semenjak hafal surat Adhu-Dhuha waktu itu,saya membiasakan diri sholat Dhuha setiap hari, Alhamdulillah, banyak sekali manfaatnya dalam hidup, terutama menjadi optimistis menatap hidup. serasa selalu ada allah yang siap menolong kita keluar dari segala problem dan ujian."


Senja ingin mengikuti kebiasaan Fajar sholat Dhuha. Dia berharap dirinya bisa menjadi hamba-nya yang selalu berperasangka baik dan optimistis memandang kehidupan.


Di nikmati nya rakaat demi rakaat dalam shalat nya. udara pagi yang menyatu bersama hangat mentari terasa nyaman menyentuh kulit wajahnya.


Setelah selesai shalat Dhuha dan berdoa, Senja berjalan pelan menuju meja di kamarnya dengan mukenah masih terpasang. Di Attas meja itu ada juz amma yang telah fajar kebalikan. Diambilnya juz amma tersebut, lalu di bukanya berlahan dengan wajah penuh senyum, muncul keinginan dalam hatinya untuk menghafal semua surat dalam juz amma itu.


Itu motifasi dirinya untuk melakukan lebih banyak lagi kebaikan.


Sora hari di rumah Senja, Mang Didin datang menengok Ibu yang masih dalam masa pemulihan. Ibu ingin membicarakan sesuatu yang penting terkait Senja dengan Mang Didin.


"Alhamdulillah, Senja sudah banyak berubah sekarang, Mang.Teteh enggak nyanka dia berubah sedratis ini. Bersyukur banget. terima kasih bimbingannya, ya, Mang."


"Iya, alhamdulillah. semuanya berkat Allah, Teh. Berkat doa Teteh. Dan, tentunya Senja sendiri yang mau berubah......"

__ADS_1


"Iya,sekarang tinggal membujuk Senja untuk berjilbab."


"Tak perlu di bujuk atau di paksa, Teh. Biarkan perosesnya berjalan pelan-pelan, Insyaallah Senja itu Muslim cerdas. Dia akan memutuskan yang terbaik untuk nya ketika sudah mantap," kata Mang Didin.


"Iya, semoga aja.Teteh selalu doain setiap hari. meski Teteh tetap khawatir....."


"Khawatir kenapa?"


"Senja itu, kan, cantik. keman pun dia pergi pasti menarik perhatian lelaki."


"Teteh jangan khawatir begitu. serahkan kepada Allah saja. Senja sudah dewasa. pasti bisa menjaga diri......"


"Teteh enggak akan khawatir kalau seandainya senja sudah menikah dengan lelaki saleh yang bisa menjaganya."


"Maksudnya, Teteh ingin Senja segera menikah?"


"Iya, Mang. usianya, kan, sudah cukup. kuliyah nya sudah lulus. Mang Didin apa punya kenalan lelaki saleh yang bisa di jodohkan dengan senja?"


Mang Didin berpikir serius, kemudian tersenyum kepada ibu seperti mendapatkan jawaban.


"Insyaallah, ada. pemuda ini high quality singlelillah. Teteh pasti suka."

__ADS_1


Dalam benak mang Didin, terbayang wajah pemuda yang menurut nya akan bisa menjadi imam terbaik bagi Senja.Yang bisa menjaga dan membimbing Senja menjadi muslimah sejati.


__ADS_2