
Ilmu adalah cahaya. ia hanya akan memasuki relung hati yang bersih. Ibarat gelas berisi air putih dan bening maka cahaya akan mampu masuk ke dalamnya untuk menerangi ruangan. Namun, jika air nya keruh , kotor, bahkan Hitam, maka cahaya tidak akan pernah bisa masuk ke dalamnya.
Nabi Muhammad di utuskan untuk menyempurnakan akhlak. tidak heran beliau adalah orang yang paling lemah lembut, penyayang dan baik akhlaknya kepada sesama manusia.
Itulah pesan-pesan dari Abah Iwan yang selalu diingat Satria, Angga, dan Demoy.
Pagi ini, setelah tausiah bakda subuh, ketiganya lari pagi mengintari perkebunan Teh Rancabali yang sedap di pandang mata.Angin Sepoi terasa nikmat menyegarkan menyentuh kulit. segarnya oksigen membuat dada terasa lega dan lapang. sambil duduk beristirahat, menjulurkan kaki, dan memandang hamparan perkebunan teh yang luas, ketiganya mengobrol dan bercanda satu sama lain.
"Demoy, kamu, kok, nangis pasti tausiah Abah Iwan kemarin?" tanya Angga
"Iya, terharu dengan cerita nabi Muhammad, Dijahatin Mala yang jahat didoain , ditengok pas sakit, disuapin, Ya Allah.......Aku, mah, dulu suka jahat Ama orang. pernah mukul orang. pernah nemenin temenku ngejambret juga. kalau ada orang yang jahat dikit sama aku, pasti aku balas dia sampai jadi perkedel. Astagfirullah......"
Demoy melihat hamparan Teh dihadapannya. Ada sesal dalam setiap kata kata dari bibirnya.
"Teryata nabi Muhammad itu karen, ya.Baru tau aku." Demoy melanjutkan.
"Yoi, manusia paling keren sepanjang zaman." Angga tak kalah memuji.
"Bener, jauh lebih keren dari idola-idola kita dulu," timpal satria.
"Emang dulu kamu idolain siapa?" Tanya Demoy.
"Ya samalah kayak orang lain, artis, selebritis, pemain band, paling yang begitu-begitu."
"Kalau Aku suka grup band *** pistol dan Blink 182. makanya badanku tatoan begini, niru mereka. nyesel salah milih idola," kata Demoy.
"Kalau aku mengidolakan Chris Cole, Skateboarder asal American, dan Ronaldo juga," kata Angga.
"Lebih hebat Messi daripada Ronaldo," kata satria
"Ya, enggaklah. lebih hebat Lord Atep-,lah," kata demoy
"Hahahaha......" Angga langsung tertawa.satria juga. Lord Atep adalah julukan untuk Atep, kapten Persib Bandung asal Cianjur.
"Untung kita enggak suka K-Pop. Bisa murtad aku dulu sebagai anak Punk kalau suka K-Pop."
"Satria suka K-Pop," tuduh Angga.
__ADS_1
"Enggak, cewek-cewek ku dulu suka K-Pop."
"Senja?" tanya Angga.
"Duh, diem. Mending ngomongin nabi Muhammad lagi."
"Senja di mana kau berada, rindu aku ingin jumpaaaaa......meski lewat WA......" Demoy bernyanyi dengan fals.
"Diiaam, ah, Demoy!"
Demoy cengar-cengir depan tertawa. Angga juga.
"WA dia nggak pernah di balas soalnya, Moy, hahahahahhaha..,..,.,.,,."godaa Angga lagi.
Satria langsung meninju lengan Angga pelan." Apaan, atuh, dibahas.,.,.,.,."
"Kalau sewot begitu, biasanya, mah, masih suka," kata Demoy.
"Bagaimanapun kita berada di sini itu karena senja. kalau aku gak ketemu dia, belum tentu kita tahu tempat ini."
"Iya, Alhamdulillah, bisa berada di sini. Rasanya bahagia, serasa kembali jadi manusia," kata demoy.
"Tenang dan damai," kata Angga.
"Semoga kita Istiqomah sampai enam bulan sekali," kata satria.
"Insyaallah........," kata Demoy.
"Amiiiin.......," kata Angga.
Mereka bertiga kembali ke kampung hijrah. ketika baru melangkah beberapa meter, mereka berpapasan dengan Abu Zaid yang sedang berjalan dengan santai yang lain.
Abu Zaid memandang tajam ke arah Demoy yang mengenakan kaos Tampa lengan, memperlihatkan tato tengkorak di lengannya.
"Apa lihat-lihat?" kata Demoy tak suka dengan tatapan Abu Zaid yang merendahkan.
"Bukan begitu, Akh, cuma mau ngingetin. Itu tato bersihin. Haram hukumnya. Enggak sah ibadahmu kalau masih bertato. surga juga enggak akan menerima orang bertato," jawab Abu Zaid.
__ADS_1
"Apa Lo? Mau ku jadiin perkedel?" Demoy emosi mendengarkan perkataan Abu Zaid. matanya menantang, tapi Angga langsung menenangkan.
"Sudah.........sudah...... katanya mau niru akhlak nabi Muhammad," kata Angga.
Demoy menarik napas panjang dan mengucap istighfar.
"Demoy masih berperoses dan belajar, Abu. tolong di maklumi," kata Angga.
"Doakan kami bisa menjadi orang yang lebih baik. seperti kami mendoakan mas Abu Zaid agar bisa menjadi pribadi yang lebih baik juga. kami doakan mas Abu Zaid bisa masuk surga. insyaallah ....," kata satria.
Abu Zaid tak mengindahkan perkataan Angga dan Satria, lalu pergi menjauh begitu saja.
Sementara itu, Demoy masih sedikit emosi.
"Itu Abu, semenjak ada dia, suasana di kampung hijrah jadi enggak nyaman," kata Demoy sambil melanjutkan perjalanan.
"Sabar, Moy......," kata Angga sambil mengusap punggung Demoy.
"Kamu harus ingat kata Bang Mirza, Hijrah itu pasti ada ujian. sikap Abu itu ujian kesabaran untukmu, jadi sikapi dengan tenang," kata Satria.
Sebenar nya terkait tato, Demoy sudah pernah mengonsultasikan ini kepada Abah Iwan. Apalagi yang bertato di kampung hijrah itu bukan dia saja. Dan, jawaban Abah Iwan lah yang menjadi acuannya selama ini.
Kata Abah Iwan waktu itu," Tato memang di larang dalam Islam. Namun, bagaimana jika sudah terlanjur bertato? Apakah harus di atau dihilangkan? Begini, jika upaya menghilangkan nya dapat menyebabkan cacat dan penyakit diri sendiri maka tidak perlu dilakukan. Cukup beristighfar dan memohon ampun kepada Allah sambil menyesali perbuatan. Bersabar menunggu semoga Ada teknologi yang bisa menghapus tato Tampa harus menyakiti diri sendiri.Terkait di terima atau tidak nya ibadah kita, hanya Allah yang tahu. jadi, serahkan kepada Allah semuanya karena ini kondisi khusus."
Jawaban itu lebih menenangkan juga memotivasi Demoy untuk terus memperbaiki diri. sebenarnya dia pun sangat ingin menghapus tato di badannya. Dan, dia sudah sangat menyesali perbuatannya.
Sementara itu, dalam hati Satria, dia tak habis pikir dengan sikap yang di tunjuk kan abu zaid. asalnya sejak awal masuk kampung hijrah, Bang Mirza sebagai pembimbingnya sudah mewanti-wanti pentingnya mengedepankan adap sebelum mempelajari ilmu. Bang Mirza dulu pernah mengajarkan.
"Kata imam Malik, pelajari adab, akhlak, sebelum mempelajari ilmu lainnya. Alkisah saat Imam Malik akan belajar kepada Rabi'atur Ra'yi, beliau mendapatkan nasihat dari ibunya.' Naak, camkan pesan ibu, pelajarilah olehmu adab Rabi'atur Ra'yi sebelum kau pelajari ilmunya.' pun begitu pendapat dari Imam Ahmad 'Bagaimana cara meluruskan niat dalam mencari ilmu? 'Beliau menjawab,' Meniatkan dirinya agar bisa rendah hati dan menghilangkan kebodohan darinya.' Sementara kata Syeikh Ibnu Mubarak, seorang ulama yang saleh,' Kami mempelajari ilmu lainnya selama 20 tahun.'
"Pesan-pesan tentang adab ini mengisyaratkan bahwa tak akan bermanfaat ilmu setinggi apa pun jika tiada adab atau tak menghasilkan adab yang baik di dalamnya. para ulama terdahulu telah bersepakat,' Kada al-adab qabla al-'iml'yang artinya 'posisi adab itu sebelum ilmu.'Semakin berilmu seseorang seharusnya semakin beradab dan rendah hati dia."
Begitulah pesan-pesan yang digaungkan di kampung hijrah yang sangat diingat oleh satria, juga mayoritas santri lain. Abah Iwan sendiri paling tidak mau jika orang yang berhijrah malah jadi besar kepala. merasa paling saleh, paling benar, dan merendahkan orang lain seolah dia paling tahu segala hukum. merasa pantas menghakimi orang lain dengan mendapat yang sebenarnya masih bisa diperdebatkan, atau khilafiah.
Satria pun teringat satu pesan dari Abah Iwan yang sangat membekas dalam hatinya.
"Kita berhijrah agar bisa mengikuti akhlak Nabi Muhammad, bukan mengikuti sifat iblis yang sangat pintar, sangat berilmu, tetapi terusir dan terkutuk karena kesombongannya."
__ADS_1