HIJRAH ITU CINTA

HIJRAH ITU CINTA
37. Memilih Taaruf


__ADS_3

Dia lelaki yang hadir di waktu Fajar.


...Bak mentari yang cahayanya menerangi gulita....


...Dia lelaki yang selalu bersujud di waktu Dhuha....


...Bak harapan yang selalu bersinar mewarnai hati yang tertimbun luka....


...Dia yang menghafal surat-surat cinta sang pemilik jiwa....


...Bak pangeran yang sedang mengukir mahkota terindahnya di surga....


...Dia yang menjadikan taat sebagai jalan hidup....


...Bak dedaunan jatuh yang selalu patuh pada angin yang menerbangkan....


Dia,


...Dialah cinta yang Tuhan janjikan untuk seorang Dewi senja?...


Resti dan Yulia tersenyum menatap Senja yang sedang bingung. Entah dengan cara apa mereka bisa menyelami perasaan perempuan berhati lembut yang kecantikannya tak kalah dari putri Indonesia itu. Bagi mereka, kebingungan yang di rasakan Senja bukanlah masaalah rumit. Namun, bagi Senja, semuanya sangat lah rumit.


Senja menatap balik Resti dan Yulia. Dua sahabatnya yang kini malah cengengesan.


"Jadi gimana pendapatnya?" tanya Senja, Mata bulatnya menyipit, penasaran dengan saran dua sahabatnya.


"Aye, sih, yes. Enggak tau kau mas Anang," kata Yulia sambil menoleh ke arah Resti yang sedang tersenyum.


"Hmmmm, sebenarnya menikah dengan hafiz Al-Quran impianku. Jadi, aku pasti yes. Siapa yang gak mau, coba?"


"Lagian , Mpok Senja banyak mikir. Nanti si hafiz ganteng itu berpaling ke akyu, gimana?" kata Yulia lagi.

__ADS_1


"Bukan kebanyak mikir. Ini memang harus di pikirkan. Senja merasa belum mantap saja. lebih tepatnya, belum pantas,"


"Yang penting, kan, fajar-nya mau." Resti berusaha memastikan.


"Nah, betul tu. Sebelum dia berubah pikiran, buruan di embat, dah," kata Yulia.


"Emangnya nikah harus buru-buru? Ingat, enggak, kata Kang Athar dulu? Nikah itu harus di persiapkan. jangan tergesa-gesa."


"Tapi, ini yang berniat baik bukan orang sembarangan." Resti kembali berusaha menyakinkan."


" Senja penginnya lelaki baik, saleh, dan satu visi."


"Emang Fajar enggak sevisi?" tanya Yulia.


"Kan, Senja belum tau visi dan rencana hidupnya bagaimana."


"Ya, cari tau kalau begitu, Mpok," kata Yulia lagi.


"Berarti ta'aruf dulu saja, jangan langsung nikah." Resti memberi solusi.


Senja langsung mengangguk.


"Nah, itu maksudnya. Senja pengen ta'aruf dulu," kata Senja sambil mengangkat jempol tangannya.


"Memang rencana hidup Senja ke depan bagaiman?" tanya Resti penasaran.


"Senja juga masih rencana hidup Senja ke depan, dan masih bingung," jawab Senja.


"Tepi, kan, perempuan tinggal ngikut laki-laki. Ikut imam," Kata Yulia.


"Ya, tidak bisa gitu. kita perlu tahu rencana calon imam kita ke depan kayak mana. kita pun berhak memilih rencana hidup sesuai peran kita," jawab Senja tak mau kalah.

__ADS_1


"Iya, ya. seperti kita ngaji pranikah, kesesuaian visi itu penting untuk kelanggengan pernikahan," Resti mulai memahami pikiran Senja.


"Iya. kalau sekadar mengikut keinginan, jujur, Senja mau menikah dengan Kang Fajar. Udah saleh, cakep, baik, sahabat masa kecil, udah kerja, kurang apa lagi, coba?"


"Hadeeeeeeeeeehhhhhh, euuuyyyyyy.....,," teriak Resti dan Yulia kompak.


"Terus, dia penghafal Al-Qur'an, lagi."


"Hadeeeeeeeeehh, euyyy....."


"Lh, apaaan, sih, hadeeeeh, hadeeeeh gitu....."


" Hadeeeeeeh..... ta'aruf. Ada yang mau ta'aruf, nih, cieeee......" Yulia terus menggoda.


Senja langsung melempar bantal yang sejak tadi dia pegang ke arah Yulia. Yulia berhasil mengelak penuh gaya. Resti dan Senja tertawa melihat tingkahnya.


"Iya, iya, deh, insyaallah, Senja Akan ta'aruf Sama Kang Fajar. puassss?" Kini Senja melotot ke arah Yulia.


Yulia lalu berdiri, berpidato seperti Mama Dede yang sedang menasehati emak-emak galau di studio TV.


"Dengar ...... dengar aye, ya. pokoknya kalian, ya, menurut penerawangan aye, nih, cocooooookkkk banget. Kisah kalian berdua itu so sweet. seperti kisah-kisah dongeng percintaan gitu. Sahabat masa kecil yang akhirnya berjodoh. Uuuuhhhh.... keren. Dan, kali jadi nikah nanti, kalian bisa bikin baper. Bakal bikin patah hati semua jomblo yang hidup di Instagram. Bakal jadi Hari Patah Hati Nasional! Hamish dan Raisa, Lewaaaaaat!!!!" Yulia mencerocos, membuat Resti dan Senja tertawa.


"Senja gak mikir begitu. Publisitas itu gak penting. Rida Allah itu yang penting. Fokus doakan saja di proses ta'arufnya, yang jelas ini mungkin jawaban dari Allah."


"Aamiiin....."


Resti dan Yulia kompak mendoakan. senja tersenyum kepada kedua sahabatnya. Dalam hati dia merasa beruntung memiliki sahabat yang selalu bersedia mendengarkan ceritanya. segera setelah berdiskusi dengan kedua sahabatnya, Senja memberi kabar kepada Mang Didin dan Ibu. Bahwa, dia. ingin Ta'aruf terlebih dahulu dengan Kang Fajar. Mang Didin dan Ibu setuju dengan ide tersebut.


Senja teringat pesan dari Kang Athar soal ta'aruf ketika mengikuti Majelis Teladan Cinta.


"Ta'aruf itu bukan ikatan. Bukan pula bagian dari rukun nikah. ta'aruf merupakan metode untuk saling kenal hingga akhirnya terbangun keyakinan sebelum menuju kejenjang yang lebih serius, Yaitu khutbah dan menikah. Ta'aruf harus difasilitasi oleh perantara, dan dilakukan dalam tempo waktu tertentu yang disepakati. setelah waktu ta'aruf berakhir, kedua belah pihak berhak memutuskan untuk melanjutkan atau tidak ke tahap khutbah dan nikah."

__ADS_1


__ADS_2