I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Terkunci bersama sampai lebaran


__ADS_3

Author POV


Reza masih berada di depan ruang ganti, sambil memikirkan bagaimana caranya mengeluarkan Luna yang dalam posisi terdouble lock tersebut, ia tidak bisa menggunakan kunci biasa untuk membukanya, sementara kunci khusus itu di berada di tangan Alex, ayah Reza yang saat ini sedang berada di luar negeri.


Untuk mendobraknya sekalipun, mungkin bukan pintunya yang terbuka tetapi malah tubuhnya yang akan terluka. Entah mengapa ayahnya mendesain rumah ini dengan segala keanehannya.


“Kak, kenapa lama sekali? Aku takut…” suara Luna dari dalam kamar ganti.


“Iya Luna, aku akan mencari kuncinya dulu,” ucap Reza sambil keluar ruangan meninggalkan istrinya.


“Apa Kak? Jadi kunci ruangan ini masih harus dicari dulu, iyakah??! Luna semakin kacau setelah mendengar ucapan suaminya tersebut. Tanpa ada sahutan dari Reza, Luna masih berfikir dan mencerna apapun yang ia dengar, ia sangat tidak paham dengan desain rumah ini.


Apa keluarga ini memiliki misi rahasia, sehingga mereka pun harus mendesain ruangan seperti ini dan dengan kunci yang rumit juga. Siapakah mertuaku sebenarnya? Agen CIA? Atau member dari suatu organisasi tertentu? Atau mungkin beliau adalah Reseller resmi MLM seperti , sophi* paris, MS galau atau apa? Ah, sudahlah, dari pada aku mati penasaran dibuatnya, Luna terus bermonolog.


Reza keluar dari kamar dan bertanya pada semua maid, tentang keberadaan kunci itu, tetapi tak satupun yang tau sebab kunci khusus dari setiap ruangan khusus itu didesain oleh ayah Reza secara private hingga tempat penyimpanannya pun tak dapat diketahui orang lain, selain dirinya sendiri.


“Nis, kamu tau kunci khusus Papa?” tanya Reza pada adiknya yang sedang menonton TV dengan satu bungkus snack pada dekapannya.


“Kunci apaan Kak? kunci gitar?"


“Bukan Nis, kunci yang dipake buka ruangan yang terdouble lock dari dalam?”


“Oh itu, gak tau sih. Coba telepon Papa,” sang adik menjawab sambil mengunyah, tampak tak peduli dengan apa yang sedang dipertanyakan oleh kakaknya.


“Gak ada signal sama sekali sejak kemarin di tempat papa dan mama,” jawab Reza, mulai terlihat khawatir.


“Wah, emang ada apa sama kunci itu Kak?” Ganis mulai ingin tahu tentang apa yang terjadi tetapi masih dengan kunyahan snacknya.


“Luna Nis, dia terkunci di dressing room, terdouble lock dari dalam,” jawab Reza.


“Ah?? Gimana ceritanya?” Ganis terkejut.


"Wah gimana dong Kak??" Ganis benar-benar panik dan segala isi mulutnya menyembur keluar.


"Dih bener-bener ya ratu lebah itu! hobi banget kekunci!"


“Aku coba cara lain dulu ya Nis," Reza pun kembali ke atas, meninggalkan adiknya yang masih kelabakan di tempat.


****


Suara langkah kaki menyadarkan Luna jika Reza telah kembali ke kamar itu.


“Kak, gimana? Ada kuncinya?” tanya Luna dengan nafas yang masih menggebu seakan ketakutannya bertambah.

__ADS_1


“Tidak ada kuncinya, Lun..” Reza juga melemah.


“Huaaaa, bagaimana ini Kak, aku takut!!” ucap Luna semakin panik.


"Aku akan mencoba memanggil locksmith ya, semoga ia bisa membantu," ucap Reza sambil mendial nomor tukang kunci.


Beberapa menit kemudian, locksmith datang dan mencoba membuat kunci cadangan untuk pintu aneh itu.


"Wah Tuan, sepertinya ini tidak akan berhasil," ucap tukang kunci itu, terlihat pasrah setelah beberapa kali mencoba.


"Apa masalahnya sebenarnya?" tanya Reza, dalam hatinya ia sangat mengkhawatirkan istrinya, meskipun ini bukan pertama kalinya hal ini terjadi tetapi getaran kepanikan itu tak pernah berubah, ia hanya sedang berusaha menutupi rasa panik itu dengan sekuat tenaga, agar tidak membuat Luna semakin kacau.


"Tuan Roosevelt, saya minta maaf sebelumnya, tetapi desain kunci ini sangat sulit untuk diduplikat. Saya rasa hanya ayah anda yang mampu membuatnya," ucap tukang kunci sambil mengelap keringat di dahinya.


"Kakkkk..? Apa yang terjadi? apa locksmith berhasil?" teriak Luna memperjelas bahwa apa yang ia dengar dari dalam itu benar.


"Iy-iya Luna, tunggu ya. Kami sedang berusaha, " kata Reza gugup.


"Tuan, saya rasa tuan bisa masuk ke dalam ruangan itu melalui jendela," ucap tukang kunci.


"Apa??" Reza terkejut.


"Benar tuan, cobalah untuk masuk lewat jendela lalu tuan bisa membantu nona untuk keluar, tetapi jangan lupa untuk tetap membiarkan jendela itu terbuka," Locksmith mencoba memeriksa keadaan jendela di ruang ganti tersebut.


Menit berlalu dan akhirnya locksmith berhasil membukanya.


Ceklek.


Setelah locksmith membantu membukakan jendela itu, Reza pun masuk, dilihatnya Luna tertidur dan bersandar pada dinding.


Reza POV


Aku tak kuasa menahan rasa ini, saat ini kulihat Luna mengenakan kemeja putih milikku, ia tertidur dan bersandar pada dinding di dekat pintu, sungguh istriku memang imut dan menggemaskan. Jika saja tadi dia tak lari dariku mungkin kejadian ikonik dari cerita ini pun tak akan terus terulang seperti ini.


Aku menghampirinya, membelai wajah teduh yang masih dibasahi oleh sisa air mata.


"Maafkan aku Luna, telah membuatmu menunggu terlalu lama," ucapku sambil mengangkat tubuh itu menuju bangku yang biasa kugunakan untuk duduk saat memakai sepatu.


"Luna... " gadis itu masih memejamkan matanya, hingga akhirnya kudengar Ganis memanggil namaku melalui balik jendela.


"Kak.. Kak, gimana Luna?" ucap Ganis setengah berbisik.


"Nis, Luna tertidur."

__ADS_1


"Oh, iya udah tunggu sampe bangun aja Kak ntar baru keluar dari ruangan ini," Ganis masih mendongakkan kepalanya dari luar jendela lalu meletakkan air dan makanan melalui celah seukuran tubuhnya itu.


"Kak, aku tinggal dulu ya. Cepetan keluar kalo Luna udah bangun! jan keenakan di dalam kak," ucap Ganis, aku pun hanya menggelengkan kepala.


Kulihat Luna mulai terbangun dan membuka matanya.


"Kak Reza," ucap Luna lirih.


"Iya Lun, aku di sini," aku pun menghampirinya dan memberikan segelas air.


"Kak... " Luna memelukku, aku pun terkejut, bisa-bisanya ia memelukku seperti ini.


Reza POV End


Luna POV


Aku terbangun dari tidurku, sialnya ternyata aku masih berada di tempat aneh ini. Kupandangi sekeliling dan mata ini menangkap sosok yang tak asing, bukankah itu Kak Reza? Dia berada di sini? Apakah kuncinya sudah bisa dibuka. Ataukah ini hanya hayalanku semata.


"Kak Reza.. " Aku memanggil namanya, dan dia pun menoleh, segera kupeluk tubuh itu untuk memastikan jika ini bukan mimpi ataupun hayalan.


"Ya Luna, aku di sini," jawab Kak Reza. Sungguh ini bukanlah khayalan. Dia benar-benar ada di sini. Aku pun melepaskan pelukanku, tetapi sayangnya aku lupa jika aku hanya mengenakan kemeja saja, tanpa dalaman.


Ayolah Luna, gunakan sesuatu untuk menutupinya! ucapku tetapi hanya membatin tanpa solusi.


"Luna, duduklah aku akan mengambilkan air untukmu," ucap Kak Reza sambil menyerahkan segelas air untukku.


Aku pun meminumnya perlahan sambil membetulkan kemeja yang terlalu besar ini, aku sangat canggung saat mata kak Reza memandangi tubuhku, aku takut jika ia tau bahwa di balik kemeja ini sudah tidak ada pelindung lagi.


"Luna, setelah ini kita akan keluar melalui jendela ya," ucapnya sambil melihat ke arah jendela.


"Iya kak, tetapi apa mungkin kita bisa keluar lewat sana? jendelanya saja juga terkunci Kak, " jawabku.


"Terkunci??" Kak Reza sangat terkejut saat ia mendengar perkataanku.


"Iya Kak, coba lihatlah itu!" seketika ia berlari menuju jendela


"Astagaa! Ganiss!!!" Kak Reza berteriak memanggil nama adiknya.


"Rengganis! Kemarilah!" namun tak ada jawaban dari Ganis.


"Kak, ada apa?" aku mengikuti Kak Reza dan ia tampak kacau sekali.


"Luna, sepertinya kita akan terkunci bersama di sini hingga besok pagi.."

__ADS_1


__ADS_2