I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Yoshi dan Ana


__ADS_3

AUTHOR POV


“An, jangan kasar!” ucap Yoshi saat istrinya membelitkan dasi berwarna abu-abu itu semakin kencang, seketika kulit putih itu memerah sebab ikatan kain yang terlalu kuat.


“Uhuk.."


“Uhuk.."


Yoshi terbatuk-batuk akibat tenggorokannya tercekik, sementara Ana semakin berambisi untuk menyiksa suaminya. Sesekali bibir tipis itu mencium wajah suaminya, menyapu setiap inci pahatan Tuhan yang sempurna tersebut, hingga tanpa sadar Yoshi telah berusaha menanggalkan kancing baju kemeja dengan label sekolah menengah atas tersebut.


“Kau ingin menjeratku? Baby sugar?” bisik


Yoshi pada telinga istrinya.


“Iya Om-om senangku, apa om keberatan?” Ana membalas bisikan suaminya tepat pada daun telinga yang ia mainkan dengan lidahnya.


“Tentu tidak sayang, apa uang jajan dari orang tuamu kurang?” tanya Yoshi semakin terlarut dalam perminan.


Ana masih sangat cocok menggunakan seragam putih abu ‘buatan’ itu, bahkan ia menguncir rambutnya menjadi dua, dengan pita berwarna pink. Sunnguh imut, mirip seperti Barbie.


“Sayang, apa yang merasukkimu?” tanya Yoshi.


“Tidak ada, aku hanya ingin bermain saja,” jawab Ana. Yoshi tersenyum, menyeringai semakin menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher Ana, dalam sekejap leher jenjang nan mulus itu berubah menjadi bernoda merah kebiru-biruan.


Ana mendesaah setiap kali, mendapat sentuhan dari suaminya, ia mencoba menahan agar, jangan sampai senjatanya memakan dirinya sendiri.


“Mas, belikan aku ponsel,” ucap Ana, kini tubuhnya berada dalam atas perut suaminya, ia dapat merasakan ada sesuatu yang mengeras, tetapi ia pura-pura tidak merasakan apa-apa.


Ana masih bermain di area perut sixpack itu, dengan sesekali melakukan kecupan di area dada Yoshi. Seperti biasa, Yoshi selalu saja mudah terpancing, ia tak tahan lagi dan akhirnya membalik tubuh kekasih halalnya itu dengan cekatan.


“Terakhir kali kau menggodaku seperti ini, hanya harapan palsu yang kau tinggalkan An. Sekarang tidak akan terjadi lagi!” ucap Yoshi menindih tubuh ramping itu.


“Apa katamu Mas? Kau bahkan memarahiku habis-habisan saat itu!” balas Ana mencoba membalikkan posisi, tetapi ia gagal. Yoshi sudah sangat hafal dengan perangai istrinya.


“Ya, karena aku takut kehilanganmu saat itu, bukan memarahi!”


“Tidak! Kau memarahiku!”


“Tidak sayang, kau ini kenapa selalu saja mencari bahan untuk bertengkar?” Ana masih saja berontak untuk mendapatkan posisinya.


“Sudah, diamlah, kau tidak akan mampu menandingiku!” ucap Yoshi mulai membuka satu persatu kancing baju Ana.


“Mas, kau yang selalu bertindak sesukamu! Tanpa perduli perasaanku!” Ana mencoba menahan lengan kekar itu agar tidak membuka kancing bajunya.


“Kau sedang mengalihkan sesuatu An, aku tau itu,” ucap Yoshi semakin gencar membuka penutup aset indah istrinya.


“Tidak, aku hanya ingin mendapatkan hakku,”

__ADS_1


“Hak apa sayang?hm?” Yoshi mulai penasaran dengan perkataan istrinya.


“Hak untuk…” Ana sengaja menggantung kalimatnya.


“Untuk apa An? Jangan membuat ambigu!”


sergah Yoshi menghentikan aksi mengeksplore bagian depan tubuh istrinya. Ana melenguh setiap kali merasa terangsaang, hal itu membuat Yoshi semakin bersemangat dan nakal.


"Hak untuk membaca novel online!!" 😂🤧


Sett


Posisi berubah..


“Aku memimpinmu sekarang Mas!” Ana berhasil mendapatkan posisinya kembali. Ia berada di atas Yoshi dengan kemeja yang sudah tidak berbentuk hingga aset indah dan menggemaskan itu tampak jelas terpampang di hadapan Yoshi.


“An, kau sungguh ingin permainan yang liar rupanya?” Yoshi menyeringai, dia ingin membalik tubuh istrinya itu, namun Ana dengan dengan sigap menutup mata Yoshi dengan dasi andalannya.


“Tidak akan kuberikan yang apa yang kau mau Mas, sebelum kau membelikanku ponsel baru!” ucap Ana, tersenyum lebar.


“Jangan anggap aku akan lengah An, aku sudah menebak apa yang akan kau lakukan setelah ini,” ucap Yoshi, ia merebut dasi itu, dari tangan Ana dan menggunakannya untuk mengikat pergelangan tangan istri seksinya itu.


“Mas, apa yang kau lakukan? Jangan mengikatku Mas!” teriak Ana, dengan tubuuh yang bergetar karena rangsangan dari bibir Yoshi.


“Biar saja, kau yang memulainya bukan?” Yoshi semakin beringas dan tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.


“Mas, lepaskan! Belikan aku ponsel dulu, atau aku akan membuang ponsel barumu itu ke sungai lagi!” ancam Ana. Tetapi suaminya sama sekali tidak memperdulikannya. Yoshi masih saja bermain dengan kulit mulus itu, hingga ia berhasil menanggalkan pakaian bawah Ana yang berupa rok pendek berwarna abu. Sungguh ia seperti sedang bermain dengan daun muda.


“Mas! Awas kau, kau akan membalasmu!”


“Balas saja, setelah aku memakanmu semalaman, hingga besok para Nanny akan mengurus anak-anak seharian penuh karena ibu mereka tidak akan mampu bangun dari tempat tidur.


“Mas, lepaskan ikaatannya, cepat!”


“Tidak An, kau sangat lihai, aku tak akan tertipu lagi.


“Akhh! auww!” Ana memekik.


“Mas sakit, tanganku tertindih tubuhku sendiri tau!” pekik Ana, menahan sakit sebab, bukan hanya tubuhnya yang menindih tangannya tetapi juga tubuh kekar suaminya.


“Mas!” Yoshi semakin sibuk dengan


kegiatannya.


Seperti seseorang yang kehausan dan menemukan mata air, ia sangat bersemangat, seperti seseorang yang kedinginan karena kehujanan lalu menemukan selimut untuk menghangatkan tubuhnya, ia begitu menikmati apapun yang ada pada istrinya.


Hingga sekian jam berlalu, Ana tak mampu lagi bertahan, ia menahan rasa sakit pada tangannya sekaligus puncak dari segala kenikmatan atas dasar cinta tulus dan murni dari suami yang ia kagumi sejak remaja itu.

__ADS_1


“Sayang, bertahanlah,” ucap Yoshi parau, menandakan ia juga akan segera mencapai pelepasan.


“Mas, aku sudah tidak tahan tanganku sakit sekali rasanya…”


****


Keesokan paginya


“Sayang, ini ponsel barumu!” ucap Yoshi mendekati istrinya yang sejak semalam terus merajuk.


“Hey, baby. Ambil ponselmu, kau bilang kau menginginkannya bukan?”


“Tidak mau!” jawab Ana, memalingkan wajahnya.


“Ah, selalu saja, apa kau tidak bisa sekali saja tidak merajuk pada hal yang tidak penting, An?” tanya Yoshi mencoba memeluk Ana dari belakang.


“Apa kau bilang Mas? Tidak penting bagaimana? Lihatlah tanganku ini Mas!”


“Uhh sayang, bukankah dokter sudah memeriksanya, dan memberikan obat? Sebentar lagi memarnya akan menghilang,” ucap Yoshi mengelus kedua tangan Ana dengan lembut.


“Apa sakit sekali?” tanyanya.


“Masih saja bertanya, memangnya kau pikir tubuhbu itu ringan ha? seenaknya saja menindihku tanpa ampun!" Ana memonyongkan bibirnya.


“Ahaha, siapa yang memulainya lebih dulu?hm?” Yoshi menciumi tangan yang memar akibat ulahnya itu.


“Kau keterlaluan Mas! Kau menyebalkan!”


“Jangan membangunkan singa yang sedang tertidur jika kau tidak ingin diterkam, baby!”


“Aku kesal pada singa sepertimu! Dasar singa mesum!”


(masih saja ributt 😪😪)


“Astaga, kau masih saja belum memaafkanku An?” Ana pergi menuju kamarnya. Yoshi mengejar istrinya masih dengan ponsel baru yang berada dalam genggamannya.


“Sayang, ini ponselmu! Ayolah berhenti merajuk. Dan jangan memanyunkan bibirmu seperti itu!”


“Terserah!” jawab Ana semakin mengerucutkan bibirnya.


“An, hentikan itu!”


“Ah, apa sih Mas, sudah sana jaga anak-anak aku akan istirahat, aku lelah setelah tertimpa kingkong semalaman!”


“Ya, baiklah, aku akan pergi, tapi jangan memanyunkan bibrirmu seperti itu di depanku!”


“Kenapa?”

__ADS_1


“Atau singa mesum akan kembali terbangun dan berubah menjadi kingkong perkasa!”


Haloo genk maaf ya update telat muluu, masih ngurusin kingkong ngamuk soalnya 😣🤣🤣


__ADS_2