I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Terluka


__ADS_3

Luna berada di pier menunggu proses disembarking Bumi dan Sharon, kapten hanya melihatnya dari kejauhan ia takut akan kembali khilaf saat melihat Bumi, lalu menghajar pria itu lagi.


Kedua orang itu pun keluar dari kapal berjalan menuruni escalator dengan kedua koper mereka.


“Luna,” ucap Bumi, gadis itu melihat wajah sahabatnya sambil menahan gemuruh di dadanya.


“Lun, maafin gue!” Bumi mendekati Luna, namu gadis itu memundurkan langkahnya untuk menghindari sahabatnya tersebut.


“Gue tau gue salah! Maafin gue Lun, Mungkin ini terakhir kalinya lo ngelihat gue.”


PLAK


Luna menampar pria itu dengan air mata yang mengalir, merasa sahabat yang selama ini berjuang bersamanya dalam menjalani masa training, justru telah membuatnya kecewa bahkan tega berbuat hal gil* padanya.


“Lun, dengerin gue dulu! Gue sayang sama lo!” ucap Bumi sambil memegangi bekas tamparan Luna pada pipinya.


“Gue kira selama ini lo beneran sahabat gue Bum!”


“Tapi, gue salah! Ternyata lo brengs*k! gue gak pernah perduli sama perasaan lo ke gue kayak gimana. Karena gue selalu nganggep lo sebagai sahabat terbaik!”


“Mau lo sayang sama gue! Cinta atau apa kek! gue gak pernah mempermasalahkan itu Bumi! Karena pada akhirnya gue akan tetep nganggep elo sebagai sahabat!” Luna semakin menangis mengingat bagaimana pertemanan mereka selama ini.


“Luna, please!” Bumi bersimpuh di kaki gadis itu.


“Dan sekarang gue baru sadar kalo uang lebih bergharga dari sebuah persahabatan,”


“Lo tega ngelakuin itu ke gue Bum? Kenapa Bumi?!” Luna menarik kerah baju pria itu dengan kasar.


“Lo salah paham Luna,” ucap bumi dengan leher yang sedikit tercekik.


“Gue emang salah paham! Gue salah menilai elo Bum, makasih ya udah jadi temen baik gue dari pertama kali gue join di kapal ini!” Luna pun pergi meninggalkan pria itu, seorang pria periang penuh canda yang kini tak ubahnya hanya seorang pengecut belaka bagi Luna.


Bumi memandang kepergian Luna dengan tatapan nanar, ia memukul dadanya sendiri, menganggap jika dia adalah sahabat terbodoh yang pernah ada.


Luna berjalan menuju escalator untuk kembali ke kapal namun, seorang gadis yang dibencinya ternyata masih ingin membuat masalah.


“Luna, apa aku puas sekarang?” tiba-tiba saja Sharon menghadang Laluna.


“Kau masih berani menampakkan dirimu di hadapanku, Sharon?” ucap Luna, sebenarnya ia tak ingin menemui gadis itu.


Namun tampaknya bukan Sharon jika hanya meninggalkan musuhnya begitu saja.


“Aku tidak akan menyerah begitu saja Luna! Aku akan mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikku!” ucap Sharon namun Luna hanya berlalu begitu saja, ia tak ingin membuat keributan di area pier.


Lagipula kondisi kesehatannya pun terbilang belum setabil.


“Lun! Jangan berpura-pura acuh! Aku tau kau tak sependiam ini?”


“Ayo lawan aku!” ucap Sharon sambil mengibaskan rambutnya. Sementara Reza yang menyaksikan adegan itu hanya tersenyum, ia senang karena istrinya mulai bisa menjaga sikapnya di depan umum.


“Hentikan Sharon, kau akan terluka jika aku lepas kendali!” ucap Luna sambil melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Sharon.


“Laluna tak kusangka jika kau akan sepengecut itu!” teriak Sharon, membuat Luna yang sejak tadi telah mengontrol emosinya kembali tersulut api kemarahan.

__ADS_1


“Apa katamu Sharon?”


“Coba ulangi!” gadis itu menarik rambut Sharon hingga membuat kepalanya mendongak mengikuti tarikan tangan Luna.


“Kau pengecut Luna! Kau tak pantas memiliki Reza!” ucap Shron sambil menahan rasa sakit pada kulit kepalanya.


“Akan kubuktikan jika aku bukan pengecut! Sekarang lawan aku jika kau bisa!” Luna semakin menguatkan tarikan rambutnya hingga membuat Sharon terjatuh.


Sharon pun bangkit dan membalas Laluna, aksi tampar menampar pun terjadi.


Reza membulatkan matanya tak menyangka jika istrinya akan terlarut dalam ejekan Sharon.


“Luna, apa yang kau lakukan!” ucap Reza menarik tubuh istrinya, tak perduli dengan puluhan pasang mata yang menyaksikan adegan tersebut.


Charles yang melihat adegan itu, seketika melompat dari escalator dan membantu atasannya.


“Astaga Capt! Neptunus akan terbahak saat melihat ini!” ucap Charles.


“Bagaimana mungkin seorang kapten terlibat dalam adegan yang sering terlihat pada tayangan ikan terbang!” ucap Charles.


“Diam kau Charles! Bawa Sharon pergi dari sini!” ucap kapten tersebut sambil menahan tubuh istrinya yang masih ingin bertarung dengan Sharon.


“Kak! Biarkan aku memberinya pelajaran!” ucap Luna, mencoba melepaskan diri dari dekapan Reza.


“No Luna! Jangan!”


“Kau sangat kekanak-kanakan, sayang,” bisik Reza pada telinga istrinya.


“Kak Reza membelanya?”


“Dasar brengs*k!” ucap Sharon pada Charles, lelaki yang tidur bersamanya di malam itu.


“Apa katamu? Kaulah yang berengs*k Sharon!” balas Charles.


“Kau telah lancang mengambil kesempatan di malam itu!” Sharon melepaskan diri dari pria bersetrip tiga itu.


“Enak saja! Kau yang telah memperkos*ku malam itu! Apa kau lupa ha?” Sharon membulatkan matanya mendengar pernyataan Charles.


“Aku bisa melaporkanmu atas tuduhan pelecehan ****ual!” ancam Charles.


“Apa kau gila Charl!” ucap Sharon tak percaya.


“Pergi dari sini!” Charles mendorong tubuh gadis yang telah berjasa padanya tersebut.


“Pria gil*! Sudah diuntungkan malah mengancam! Sial!” dengus Sharon.


“Ingat, lain kali jika kau melakukannya lagi! Itu tidak akan gratis Sharon!”


“Enak saja menimat* keperkas*nku secara cuma-cuma dasar wanita mes*m!” dengus Charles.


Sharon masih menyimpan rasa dongkol di hatinya saat melihat sang pujaan hati membawa Luna masuk ke kapal dalam dekapannya.


Karena tak tahan lagi melihat adegan tersebut, gadis itupun berlari dan melemparkan kopernya ke arah Charles. Agar pria gil* tersebut tidak menghalangi aksinya.

__ADS_1


Sharon menaikki escalator, meraih tangan Luna dan menariknya, gadis yang dalam keadaan belum siap diserang tersebut akhirnya terjatuh dan terlepas dari pelukan Reza.


Luna jatuh dan terguling di atas escalator hingga membuat tubuhnya terbentur beberapa kali.


“Rasakan Luna!”


“Ini cindera mata terakhir dariku!” ucap Sharon menatap Luna yang sedang kesakitan sebab benturan dari beberapa anak tangga.


Reza terkejut melihat istrinya yang berada dilantai dasar dengan keadaan yang menghawatirkan.


“Luna!” teriak kapten tersebut berlari menuruni anak tangga menghampiri istrinya.


Bagaimanapun tangga berjalan yang menghubungkan antara kapal dan daratan tersebut cukup curam, ia tidak yakin jika istrinya akan baik-baik saja.


“Sharon kau!” bentak Reza pada wanita yang masih melihat keadaan Luna dengan senyuman puas tersebut.


“Security tangkap dia!” perintah Reza pada petugas keamanan.


“Aku yang akan membereskan jala*ng ini Capt!” Charles menyeret Sharon yang hampir berlari kabur tersebut.


Pengumuman Brightstar pun berkumandang di seluruh penjuru kapal, menandakan bahwa seseorang sedang membutuhkan pertolongan medis di area pier.


Seketika stretcher team tiba di lokasi dalam hitungan detik.


“Sayang, kau sangat pucat!” ucap Reza tak tega melihat Luna yang terluka, pada beberapa bagian tubuhnya.


Sudut anak tangga pada escalator memang sangat tajam jika seseorang tanpa sengaja membenturnya.


“Kak sakit,” ucap Luna lirih.


“Mana yang sakit sayang?”


“Di sini Kak,” ucap Luna memegangi perutnya. Reza tidak tau mengapa justru bagian tersebut yang dikeluhkan Luna padahal yang terlihat parah adalah anggota tubuh yang lain.


“Capt! Kami akan membawa nyonya ucap dokter yang memimpin stretcher team.


“Kak, sakit sekali!” Luna semakin merem*s perutnya, dan membuat kapten itu bertambah panik, saat itu juga darah keluar dari dalam dan mengaliri kaki jenjang istri kapten tersebut.


“Apa ini?” Reza menelan ludahnya akibat tak percaya pada apa yang dilihatnya.


“Dok, mungkinkah?” Reza menatap dokter tersebut dan menunjukkan noda darah yang ia sentuh.


“Capt! Cepatlah kita harus segera membawa nyonya ke infirmary!”


“Kemungkinan terjadi luka pada organ dalam nyonya Luna, Captain!” ucap dokter.


Reza semakin kacau, dan dengan tangannya sediri membawa tubuh istrinya tanpa bantuan tim penyelamat.


Beberapa kali ia mencium kening gadis yang mulai memejamkan matanya tersebut karena semakin derasnya darah yang keluar dari organ vitalnya.


“Bertahanlah sayang!”


“Jangan pejamkan matamu!” bisik Reza sambil membawa sang istri dalam dekapannya.

__ADS_1


Halo genk gimana kabarnya? barangkali ada yg mau follow ig aku buat lihat visual. Ada info karya aku yang lain juga di sana. Hehe makasih genk syg


ig lady_meilina❤


__ADS_2