I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
ijinkan aku melihatmu


__ADS_3

"Pak, jika Yoshi dan Ana tidak mengijinkan saya untuk bertemu dengan Luna, saya yakin bapak adalah orang yang bijak, ijinkan saya untuk bertemu dengan Luna, Luna itu istri saya Pak!” Reza memohon kepada Pramuja, tetapi justru Yoshi ingin menarik pria itu lagi.


“Diem lo Za! Jangan bawa-bawa kata bijak! Sekarang mendingan lo pergi aja dari sini!” serah Yoshi, masih terselimuti emosi.


“Mas, sudahlah selesaikan semua ini dengan kepala dingin!” pinta Ana, menghalangi Yoshi untuk menghajar Reza lagi. Ana tak dapat mengatakan apapun kepada Reza, ia sebenarnya tau jika Reza bukanlah tipe pria yang berengsek tetapi apa yang telah Reza lakukan pada adiknya itu juga tidak bisa dianggap benar.


“Reza, apa kita bisa bicara?” ajak Pramuja, ia mulai lelah menyaksikan adegan kekerasan yang mungkin bisa membuat salah satu menantunya itu masuk rumah sakit.


“Pak, apa bapak akan mengizinkan pria ini untuk bertemu Luna?” tanya Yoshi menatap Pramuja. Pria paruhbaya itu hanya bisa mengehela napas panjang.


“Ana, bawa masuk suamimu! Bapak tidak ingin ada pertumpahan darah!” pinta Pramuja, ia sudah sangat mengenal menantu pertamanya yang selalu tidak bisa mengendalikan emosionalnya itu.


Ana pun membawa masuk Hulk tampan berwarna putih itu, karena tak ingin membuat keadaan semakin kacau.


“Mas, lihatlah otot hijaumu mulai terlihat lagi, jadi tenanglah atau anak-anak akan takut melihat wujud ayahnya yang sebenarnya!” pinta Ana.


“An, ini bukan saatnya untuk bercanda, apa kau rela melihat Luna disakiti oleh bule brengsek itu lagi!”


“Aku telah salah menilai Reza selama ini!” ucap Yoshi masih dengan dada yang bergemuruh.


“Mas, apa kau sungguh menganggap Reza bersalah?”


“Tentu saja! Aku tak tau apa yang sebenarnya ada di otak Reza, hingga ia bisa mengambil langkah bodoh seperti itu! Meskipun mungkin Reza memiliki alasan tertentu untuk bertunangan dengan gadis itu, tak seharusnya ia menyembunyikannya dari Luna!”


“Aku sudah menganggap Luna sebagai adikku sendiri Ana, bahkan mungkin kasih sayangku padanya melebihi kasih sayangmu pada adikmu itu,” ucap Yoshi, bagaimanapun Lunalah yang selalu membantunya saat ia dan Ana mempunyai masalah.


“Akupun menyayangi Luna Mas! Tetapi, bukan berarti aku harus mengabaikan Reza, Luna sangat mencintai Reza begitupun sebaliknya, jadi tidak ada salahnya jika kita memberi mereka kesempatan untuk berbicara, bagaimanapun Reza masih berhak atas Luna Mas,” Ana mencoba menengahi masalah yang terjadi.


“Mas, semua orang bisa melakukan kekhilafan, begitu juga dengan dirimu dulu, apa kau ingat saat aku tengah hamil dan menjauhimu, bagaimana rasanya?” ucap Ana, dan Yoshipun terdiam, ia pun pernah melakukan kesalahan sama seperti Reza.


“Jangan samakan aku dengan Reza! Sejahat-jahatnya diriku di masa lalu, setidaknya aku tak pernah menduakanmu seperti yang sedang dilakukan oleh Reza saat ini!”


“Ah tanganku gatal sekali! ingin menghajarnya lagi! Kita bisa merawat Luna dan anak-anaknya tanpa Reza sekalipun! Jika ia berpikir bisa meremehkan keluarga ini, dia salah!” Yoshi hendak berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


“Mas, jangan!”


Perdebatan masih terus berlangsung sementara Luna hanya terdiam di kamarnya, ia tau jika Reza pasti akan menyusulnya ke rumah itu tetapi ia tak akan menemui pria yang telah membohonginya dengan sedalam itu.


***


“Apa yang sebenarnya terjadi Reza?” tanya Pramuja, ia bersikap begitu tenang, pria itu ingin mendengar penjelasan langsung dari mulut Reza, Pramuja bukanlah orang mudah tersulut amarah seperti Yoshi, dan selalu mencari titik kejelasan dari sebuah perkara.


“Pak, percayalah saya tidak pernah berniat menyakiti Luna dengan menduakannya atau apapun itu. Semua yang saya lakukan kemarin hanyalah berdasarkan rasa kemausiaan saja, bukan atas kepentingan saya sendiri,” jelas Reza sambil menyeka darah pada sudut bibirnya.


“Bapak tidak tau masalah apa yang sedang kalian hadapi saat ini, jika dikatakan kecewa, jujur bapak sangat kecewa padamu. Dalam berumah tangga, kita diwajibakan untuk saling terbuka, Reza,”


“Bapak tidak berada di pihakmu ataupun di pihak Laluna, yang bapak harapan hanyalah luruskan masalah kalian berdua, carilah jalan keluarnya. Untuk sementara waktu biarlah Luna sendiri dulu,” ucap ayah Luna itu.


“Jadi bapak juga melarang saya untuk bertemu dengan Luna? tetapi saya ini suaminya Pak, saya berhak atas Luna,” mohon Reza, aura ketegasannya sebagai seorang nahkoda telah sirna begitu saja berganti menjadi seorang pria biasa yang sedang memohon cintanya untuk kembali.


“Reza, saat ini istrimu sedang hamil muda, dan itu masih sangat rentan. Jadi tolong mengertilah jika bertemu denganmu bisa membuat emosionalnya terguncang, sebaiknya tunggulah beberapa lama dulu. Bapak tidak ingin mengambil resiko,” pinta Pramuja kemudian meninggalkan pria itu sendiri, merenungi diri.


Reza menatap rumah itu, sambil melangkahkan kakinya dengan gontai, ia sungguh ingin bertemu dengan istrinya dan memeluk gadis cantik itu untuk menyatakan kebahagiannya yang akan menjadi seorang ayah.


Reza tidak putus asa, hari itu juga ia memutuskan untuk mencari penginapan di dekat rumah Luna, meskipun dengan fasilitas seadanya yang terpenting Reza bisa berdekatan dengan sang istri walau tanpa bertatap muka secara langsung.


Beberapa kali ia mencoba menghubungi nomor istrinya itu, tetapi seperti yang Reza duga, Luna tidak akan mengangkatnya lalu iapun mencoba mngirimkan pesan, meskipun ini merupakan pesan keseratus yang ia kirimkan, pria itu tetap saja mencobanya dan berharap Luna mau membuka pesan itu meski tanpa dibalas sekalipun.


(Reza : Sayang, maafkan aku. Aku memang bodoh, tetapi tolong dengarlah penjelasan dari si bodoh ini)


(Reza : Jika memang kau tak ingin melihatku lagi, setidaknya biarakan aku yang melihatmu, aku ingin melihat wajah bumilku ini sebentar saja)


Luna masih belum mau membuka pesan itu, lalu Reza mengirimkan pesan lagi.


(Reza : Sayang coba tanyakan pada anak kita di dalam sana, apa ia tidak ingin melihat Daddynya?)


Setelah puluhan pesan terkirim pada whatsapp Luna, akhirnya gadis itupun membuka dan membacanya Reza pun senang bukan kepalang dan segera mengirimkan pesan kembali.

__ADS_1


(Reza : Hai Baby, terimakasih telah menggerakkan hati Mommy untuk membuka pesan dari Daddy ya. I love you!)


(Reza : Nak, katakan pada Mommy untuk menjaga kesehatannya, makan tepat waktu dan jangan berlarian seperti biasanya)


Reza pun megirimkan fotonya pada Luna, ia berharap istrinya juga mengirimkannya sebuah foto, pria itu begitu merindukan Luna dalam keadaan normal saja, Luna sangat membuatnya tergila-gila apalagi dalam keadaan hamil seperti itu.


Rasanya Reza ingin mengendap ke rumah gadis itu tengah malam dan menculiknya tak perduli dengan amukan yang akan diberikan Yoshi dan Pram nantinya.


Luna mlihat foto suaminya tersebut, ia tersenyum kecut, lalu mengedipkan foto itu dengan cepat, tak ingin luluh dengan wajah memelas Reza.


Silahkan saja Kak, kirim pesan sebanyak-banyaknya, aku tak akan membalasnya.


Di tempat lain, Sharon sedang tertawa lebar, akhirnya rencananya berjalan dengan sempurna.


"Sharon, apa kau sudah meminum obatmu Nak?" tanya Kuppens memasukki kamar gadis itu.


"Belum Dad, setelah ini aku akan meminumnya!" jawab Sharon meraih sebuah botol dengan label obat, paschal berisi vitamin dan obat pelangsing


Hai gais, ini ada visualisasi Reza Luna ya, mungkin berbeda dari sebelumnya soalnya susah cari yang pas 😂😂



Roosevelt Van den Berg atau Reza



Laluna Aditama atau Luna



Lanthana Aditama atau Ana


__ADS_1


Yoshi Aricko Luby atau Yoshi


__ADS_2