I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Salah Meja


__ADS_3

Seperti biasa hari minggu adalah hari yang paling sibuk untuk kru, terutama untuk urusan perut. Antrean panjang menjulur dari dalam kru mess sebab di hari minggu kami bisa menikmati menu makanan indonesia di sini.


Jika di hari biasa, menu makananan lebih kebarat-baratan, di hari minggu ini kami bisa menyantap nasi goreng, bakso, kwetiaw dan banyak lagi makanan khas Indonesia lainnya.


Aku pun ikut mengantri, tanpa sengaja kulihat Bumi berada di belakangku


"Eh Luna, gue udah balikin sepatu lu yang ilang itu ya! Jangan nuntut-nuntut gue lagi!" Kata Bumi mendekatakan wajahnya ke punggungku.


"Alah kalo gak diancem gak bakalan itu sepatu kebanggaan gue balik gitu aja." Jawabku ketus.


"Lu ngapain di mari? Ngantri makan juga?" tanyanya.


"Yaiyalah.. Gak makan mati entar.." Jawabku.


"Haha kemaren juga lu hampir mati kan untung diselametin sama kapten." Ucap Bumi kepadaku.


"Masa sih kapten yang bawa gue ke klinik Bum?" tanyaku entah mengapa aku sangat penasaran.


"Serius Lun, dia khawatir banget. Takut lu mati haha! " jawabnya, aku memilih tidak menanggapi ucapannya. Dia yang telah membuatku celaka tapi bagaimana bisa tidak merasa bersalah sama sekali.


Antrean mulai begerak, dan aku pun masuk ke kru mess. Mengambil beberapa makanan dan soda gratis. Seorang chef menyapaku dan berkata "Makan yang banyak Luna, agar cepat sembuh." Ucapnya sambil tersenyum.


"Chef tau nama saya?" tanyaku padahal aku tidak sedang mengenakan nama dada.


"Tau dong, Luna kan yang kemarin digendong kapten itu kan?" kata chef berkewarganegaraan Filipina itu.


Aku pun tersipu malu dan tak ingin lebih lama berada di area buffet ini.


"Chef, kalau begitu saya ijin makan dulu ya." Ucapku, sungguh aku benar-benar tidak habis fikir, ternyata benar Dewa Yunani itu yang telah menyelamatkanku saat itu.


Aku pun berjalan sambil mencari tempat duduk yang kosong. Hingga seorang gadis memanggilku.


"Hai Luna, sini duduk sini!! " ucapnya sambil menarikku untuk duduk bersamanya.

__ADS_1


Aku cukup canggung sebenarnya untuk duduk bersama dengan anak-anak dari departemen hotel. Pasalnya mereka ini adalah orang-orang yang sedikit sombong, merasa diri mereka lebih mampu untuk melayani tamu.


Berbeda denganku, aku tak pernah bertemu dengan tamu. Lagi pula bukan tamu yang menggajiku melainkan kantor pusat. Bahkan gaji kami di departemen mesin sesuai dengan UMR Belanda. Singkatnya kami langsung di hire oleh kantor pusat Belanda.


Sedangkan mereka masih di hire oleh kantor cabang di Indonesia. Jika ingin menyombongkan diri sebenarnya gajiku dua kali lipat lebih besar daripada mereka.


Tapi sudahlah, siapa tau gadis-gadis ini memang berniat untuk berteman denganku. Aku pun terdiam dan memakan makananku.


"Luna, kamu keren ya. Baru kali ini aku liat insinyur perempuan di kapal." Kata gadis itu sambil tersenyum, padahal ada beberapa insinyur perempuan di kapal ini. Apa mata mereka buta.


"Oh masak sih?" tanyaku malas.


"Beneran Luna. Eh ngomomg-ngomong kamu udah sehat belum?" tanya salah seorang dari mereka.


"Iya udah sehat. Buktinya ini udah balik kerja kan?" ucapku.


"Luna, kamu tau nggak nama kamu jadi trending di Efleet!! " kata gadis itu.


"Trending apa maksudnya?" tanyaku, aku sungguh tidak mengerti.


"Aduh, aku boleh gak sih pindah meja?" tanyaku, aku sangat risih dengan obrolan ini.


"Luna, aku juga pengen digendong kapten kayak kamu kemaren. Hihi " kata gadis itu lagi.


Aku tak memperdulikan kata-kata mereka. Seperti dugaanku mereka hanya ingin mengolok-olokku saja.


Aku berjalan menuju ruangan di sebelah kru mess, sebenarnya ruangan ini khusus untuk para officers . Tapi berhubung di ruang sebelah sangat penuh dan tak ada kursi untukku


Akhirnya aku pun membawa makananku ke area para officers itu. Aku terus saja berjalan dengan tray di tanganku. Hingga sampai di suatu meja dan aku pun duduk di sana.


Aku sangat kesal dengan orang-orang hari ini. Ada apa sebenarnya dengan mereka. Mengapa terus saja membicarakanku. Memangnya apa masalahnya jika seorang kapten menolong ABK nya. Toh aku juga tidak sengaja terkunci di ruangan itu kemarin.


Aku fokus padamakananku tanpa memperdulikan sekitar. Aku sangat kelaparan hari ini. Dalam hitungan menit semua makanan di tray pun habis tak bersisa.

__ADS_1


Tanpa kuduga sepasang mata sedang menatapku. Aku pun membalas tatapannya.


"Capt.. Captain.. " Ucapku lirih, astaga ternyata sejak tadi aku duduk di satu meja dengan kapten.


Karena terlalu fokus pada makanan dan omongan orang-orang tadi membuat kinerja otakku terganggu. Hingga aku tak menyadari bahwa tempat duduk yang kuambil ini adalah tempat duduk di meja yang sama dengan kapten.


"Laluna, apa kau selalu makan sebanyak ini?" tanyanya. Sungguh pertanyaan itu seketika membuatku memejamkan mata karena menahan malu.


"I-iya Capt," jawabku singkat sambil melihat ke arah piringnya. Astaga di tray nya itu hanya terdapat sepotong roti gandum dengan selai kacang dan secangkir kopi hitam. Itu sangat berbeda dengan isi tray ku. Dimana ada tiga piring dan dua soda. Pantas saja jika dia menanyakan porsi makanku.


"Bagus, makanlah yang banyak, kau butuh banyak nutrisi untuk pertumbuhanmu." Kata kapten itu sambil melangkah pergi dari meja kami.


Aku masih terdiam tak menyangka bisa-bisanya seorang kapten makan di tempat kru seperti ini. Bukankah dia memiliki ruang makan tersediri di anjungan.


Dan apa katanya? Aku masih dalam masa pertumbuhan? Dia tidak tau saja jika aku bahkan sudah cukup umur untuk melahirkan bayi.


Aku pun kembali ke kabinku untuk beristirahat. Kulihat ponselku, ternyata ada notif pesan masuk dari Mbak Ana, yang isinya meminta untuk segera menelepon rumah.


Tersambung


Tut..


Tut..


"Halo Luna !" kata wanita di seberang sana, tentu saja itu suara kakakku.


"Ya Mbak, gimana kabarnya mbak sama Kak Yoshi?" tanyaku.


"Baik, Luna kemarin mbk lihat berita di efleet. Nama kamu jadi trending utama. Apa benar kamu terkunci di ruang mesin?" tanya kakakku itu. Astaga bahkan berita ini sudah sampai di telinga orang rumah. Bagaimana jika bapak dan ibu juga mengetahuinya.


"Benar mbak.." Kataku, aku mulai gugup.


"Kenapa bisa begitu? Mbak minta kamu pulang saja kalo begini. Kamu ini selalu saja ceroboh !" Kata Mbak Ana, dia bahkan juga memarahiku tanpa tau kronologi kejadiannya.

__ADS_1


"Tapi mbak.. Masa magangku masih dua bulan lagi." Kataku, jujur aku ingin menyelesaikan masa training ini sampai selesai kontrak. Mengingat selama ini perjalananku tidaklah mudah meskipun jauh bila dibandingkan perjuangan kakakku dulu saat masih bekerja.


"Mbak gak mau tau.. Kamu harus pulang Luna!" Kata kakakku mulai menaikkan intonasinya.


__ADS_2