I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Gak jadi salah paham


__ADS_3

REZA POV


Hari itu Luna bersikap acuh padaku dan mengajakku untuk segera pulang ke kampung halamannya, aku pun tak mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada istriku tersebut,


Beberapa kali kutanyakan padanya tentang apa yang begitu membuatnya kesal padaku, tapi seperti wanita pada umumnya, jawabannya adalah ‘tidak ada apa-apa’


Namun, wajah dan perilakunya begitu menunjukkanakan sesuatu yang tak baik sedang terjadi.


“Luna, ada apa?” tanyaku pada gadis berlesung pipi itu.


“Tidak ada apa-apa!” jawab Luna ketus, ini pertama kalinya istriku sedingin ini padaku.


“Ayo katakan ada apa?” aku pun meraih wajah itu dan mencium pipinya, namun dia malah menamparku.


Plak


“Awh Luna, ada apa?” bukannya membalas ciumanku, tetapi malah tamparan dari tangan halusnya yang kudapat.


“Kakak tidak usah pura-pura lagi, tidak usah menutupinya lagi!” bentak Luna, sementara pipiku masih terasa panas, akibat tamparan darinya.


“Katakan sayang, apa salahku?” Aku mencoba menggenggam tangannya tetapi dia menghindar dan malah mengambil koper kemudian memasukkan berang-barang dan pakaiannya.


"Sayang jelaskan dulu, ada apa! jangan seperti ini!"


“Kakak yang seharusnya mengatakan apa yang sedang terjadi! sekarang jujurlah padaku!” Luna tampak sangat serius.


“Jujur tentang apa sayang?” aku masih bersabar menghadapinya.


“Tentang yang sedang papa carikan untukmu!”


“Siapa dia kak?” ternyata Luna masih ingin menanyakan tentang perkataan Papa, aku pun menjawabnya dengan santai.


“Oh, itu. Iya dia seorang perempuan Luna, jangan khawatir dokternya perempuan!”


“Jadi kau tidak perlu canggung sayang!” jawabku, sesuai dengan perkataan papa jika yang akan menangani Luna adalah obgyn perempuan.


“Ja-jadi benar Ka? Bahkan papa sudah menemukan yang cocok untuk kaka? Dan dia seorang dokter?” Luna menutup mulutnya, seperti sedang shock berat. Aku bisa melihat tangannya gemetar.


Aku pun semakin bingung, bukankah dia tak perlu seterkejut itu saat mengetahui jika kami akan membawanya menemui obgyn.


“Kak, apa kakak akan diam saja saat papa benar-benar akan menjodohkan kakak dengan dokter itu!"


“What??!” sekarang akulah yang sangat terkejut dengan perkataan istriku.


“Apa maksudmu Luna?” aku mengulangi pertanyaanku, khawatir jika telingaku salah mendengar.


“Kakak terus saja berpura-pura padahal kakak senang bukan!”


“Punya istri muda seorang dokter!” air mata menetes dari mata istriku, membasahi pipi bersemu merahnya, sekaranmg aku yakin jika ia sedang salah paham.

__ADS_1


“Luna, sepertinya kau sedang salah paham, aku tidak akan dijodohkan dengan siapa-siapa!”


“Tapi, kenapa yang kudengar seperti itu?”


“Aku mendengarnya kak, saat papa menawarkan sesuatu untuk kakak, dan mengatakan jika aku tak akan bisa memberinya cucu."


"Apa lagi yang ditawarkan oleh papa, selain istri baru untukmu?” bibir tipis itu terus berbicara tanpa henti membuatku ingin sekali melum*tnya karena gemas.


“Astaga sayang, kau sungguh salah paham. Aku dan papa tidak membicarakan hal seperti itu,”


“Oh jadi ini alasanmu terus mengamuk sejak tadi, bahkan kau menamparku untuk sebuah hal konyol Luna.” Akupun menunjukkan pipiku yang masih merah akibat tamparan gadis karateka itu.


Namun bukannya sadar, ia malah menamparku lagi.


Plak


“Awh sayang! Sakit!”


“Awas kau!” aku pun mengejarnya yang tengah berlari sambil membawa kopernya.


“Luna! Kau akan menyesal setelah tau apa yang sebenarnya papa bicarakan denganku!”


Aku mulai lelah dengan semua drama ini, Kenapa wanita selalu saja mengambil kesimpulan hanya dari sudut pandangnya sendiri tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi.


Aku menggendong tubuh itu dengan tangan kananku dan tangan kiri membawa kopernya, beberapa maid tampak bertanya-tanya dengan apa yang sedang terjadi namun aku tak perduli, istriku terus memberontak dalam dekapanku, ini sungguh merepotkan.


Reza Pov End


Luna masih saja tidak mau mendengarkan ucapan suaminya, meski dengan tubuh yang sudah terkunci oleh Reza.


“Katakan, apa yang kau dengar sebenarnya Luna?” wajah tampan itu menatap intens mata Luna, dalam hatinya ingin menertawakan tingkah sang istri.


“Tidak tau!” ucap Luna, memalingkan wajahnya.


“Luna, jika memang tidak tau, maka dengarkanlah agar kau tau!” Reza menghekla nafas panjang.


“Tidak mau tau!” gadis itu semkain membuat sang kapten gemas.


“Sungguh aku akan memakanmu jika kau masih saja tak mau mendengarkanku!”


“Makan saja doktermu itu!” jawab Luna kesal.


“Luna! Jangan mengujiku!” Reza pun mulai lepas kendali saat ingin menuntaskan hasr*t yang sejak tadi muncul.


“Luna, aku tidak akan menikah lagi! Dengan dokter atau apapun itu!”


“Kau salah dengar sayang, atau mungkin kau memang hanya mendengarkan setengah dari keseluruhan obrolan kami,”


“Memangnya apa yang sebenarnya kalian obrolkan kak?” ucap gadis itu mulai merasa jika praduganya salah.

__ADS_1


“Papa sedang merencanakan pengobatkan untukmu, untuk kita!”


“Pengobatan? Siapa yang sakit?” Luna tak mengerti.


“Beliau khawatir jika rahimmu benar-benar bermasalah serius, untuk itu papa menawarkan sebuah terapi reproduksi, dengan seorang obgyn perempuan di Amsterdam,” ucap Reza dan Luna begitu terkejut, hari ini begitu banyak hal mengejutkan untuk gadis itu.


“Ah apa?” Luna membungkam mulutnya sedangkan Reza tertawa lepas, ia teringat saat sang istri begitu posesif padanya.


“Sekarang bagaimana? Apa aku boleh membalas tamparanmu tadi hm?” mata nakal pria itu tampak begitu menggoda Luna.


“Kak, maafkan aku, aku benar-benar tidak tau jika papa sangat peduli pada kita!” gadis itu mulai menagis lagi.


“Lalu kenapa masih menangis lagi?” Reza mengusap air mata itu dengan lembut.


“Aku salah paham kak, maaf telah menamparmu,” ucap Luna sambil mengusap pipi Reza yang masih memerah.


“Apakah sangat sakit?” Luna memperhatikan wajah suaminya. Tetapi dengan sigap sang kapten mencium bibir tipis itu.


“Kau harus bertanggung jawab Luna!” ucap Reza, mulai menarik dress istrinya menjadi sedikit terbuka, namun sejenak kemudian ia berfikir


“Tapi, maafkan papa ya. Aku tau mungkin ini menyinggung perasaanmu sebelumnya, papa tidak bermaksud menganggapmu sedang sakit beliau hanya ingin memastikan saja jika semuanya baik-baik saja,” bisik Reza pada telinga sang istri.


“Aku tau Kak, memang sedikit tersinggung rasanya, tetapi aku senang karena ternyata papa tidak mencarikan istri baru untumu,” senyuman tersungging di wajah manis Luna.


“Jadi apakah masalah sudah selesai sayang?” tanya Reza kemudian membaringkan tubuh istrinya dengan pelan.


“Tidak kak!” tiba-tiba saja Luna bangkit dan mendorong tubuh yang sedang menindihnya tersebut.


“Ada apa lagi sayang?” Reza tidak rela menunda kegiatan itu.


“Masalahnya aku sudah memesan tiket kereta hari ini!”


“Apa?!” Reza tak percaya jika istrinya sungguh-sungguh akan kembali ke kampung halamannya.


****


Seorang anak laki-laki sedang bermain di halaman depan rumah Pramuja, hingga Reza keluar dari mobil taksi bersama Luna.


“Selamat pagi anak tampan!” ucap Luna yang saat ini sedang berada di hadapan Shian.


“Aunty El?” Shian tampak begitu girang, anak dengan pipi gembul itu segera memeluk bibinya.


“Ini aunty? Sungguh? Inikah aunty yang selalu meneleponku selama ini?”


“Yess baby! Katakan, apa mama dan papa masih sering bertengkar?” Luna mencupit pipi keponakannya itu dengan gemas.


Sementara Reza memperhatikan wajah anak kecil yang seperti tak sing baginya itu.


Sorry ya genk banyak banget typo dari kemarin. Aku lagi di jalan soalnya ni 🤧🤧😂🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2