I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
I LOVE YOU TOO


__ADS_3

Reza POV


Hari itu aku berhasil mengerjai Luna, kukatakan jika dirinya tengah hamil dan bukan aku yang menghamilinya, dia sangat panik, hingga menangis bagaimana gadis seusianya masih merasa kebingungan dengan proses reproduksi, sungguh lucu, awalnya aku tak berniat untuk menggodanya tetapi tingakh polosnya sangat menggiurkan untuk dikerjai.


‘I LOVE YOU CAPT!’ sebuah kata yang keluar dari mulutnya begitu terasa tulus dan menyentuh hatiku, aku tau hanya sedang berpura-pura karena aku yang memaksanya, namun ingin rasanya kuabadikan kalimat itu, agar aku bisa menunjukan pada Luna betapa suaranya sangat menggemaskan saat seorang gadis sepertinya menyatakan rasa pada pria sepertiku.


Aku pun membalasnya dengan mengatakan jika aku juga mencintainya, seperti yang kuduga, pipi itu kian merona merah, ia malu. Dia selalu malu seperti itu saat aku berusaha mendekatinya, aku pun memeluknya, dengan erat, kurengkuh tubuh mungil tetapi berisi itu.


“Luna, balas pelukanku!” ucapku pada telinganya, tetapi ia tak bergerak. Akhirnya kuraih pergelangan tangan itu hingga melingkar ke pinggangku.


Tubuh itu pun menempel sempurna di dadaku, aku merasakan detak jantungnya yang mulai tak beraturan.


Jangankan dirinya, aku pun juga merasa getaran di jantungku semakin meresahkan, terutama area di bawah sana yang mulai mengeras entah sejak kapan. Aku semakin tak dapat menahan saat jemari tangan Luna berputar di pungungku. Mungkin ia tak sengaja melakukannya tetapi, itu sangat menaikkan insting kelaparan yang sudah kutahan sejak lama.


Aku pun melepas pelukanku, dan kuraih wajah imut itu.


“Tatap mataku Luna,” ucapku, tetapi lagi-lagi ia tak melakukannya dan berusaha menghindar, hal itu semakin membuatku semakin tergoda.


“Luna..” kusentuh dagunya untuk membuat kontak mata, dan mata kami pun bertemu.


“Luna, I love you,”


“Iya Kak, I love you too,” (wkwkw cavek kali aku gaise, nulis loplopan gak kelar-kelar dari kemarin🤣)


Aku pun mengecupnya, mulai melumaat bibir merah itu, dengan lembut. Luna hanya diam dia memejamkan matanya, ya Tuhan aku baru sadar satu hal,


“Laluna! bernafaslah!” ucapku, saat menyadari jika sejak tadi dia menahan nafasnya, entah karena gugup atau apa, tetapi wajah istriku itu kian membiru, untung saja aku menyadarinya karena jika tidak acara pingsan akan kembali terjadi lagi.


“Uhuk..” Luna tersengal-sengal saat menghirup oksigen,haruskah aku memberinya nafas buatan? Tentu saja tidak perlu, meskipun aku akan benar-benar membawanya tenggelam pada lautan cinta.


“Luna, kau boleh gugup tetapi jangan sampai lupa untuk bernafas.,” ucapku.


“Maaf Kak,” dengan malu ia menatap wajahku lagi.


“Apa bisa dilanjutkan?” tanyaku.


“Tetapi Kak..”


“Tetapi apa? Aku sudah berhak atas dirimu Luna, meskipun mungkin kau belum memiliki rasa padaku,” aku kembali memainkan emosionalnya, entah mengapa mendengar suaranya mengatakan perasaannya padaku begitu menggoda dan aku ingin terus mendengarnya.


“Bukan begitu Kak,”


“Lalu?”


“Aku mencintaimu Kak, sangat,” ucap Luna dan hatiku mulai sejuk mendengar itu. (kumat lagi nih, lop-pannya gais, ngomong aja terus Za, gak usah mulai-mulai Hahah)


“Benarkah? Cium aku jika begitu,” pintaku


CUPP

__ADS_1


Luna benar-benar menciumku Guys!!


“Kenapa hanya di pipi?” aku pura-pura merajuk.


“Lalu dimana Kak?” tanya Luna tentu saja dengan wajah polosnya.


“Di tempat dimana kata ‘I love you’ berasal.


“Baik Kak,” Luna mengecup bibirku, aku hanya diam sengaja tak membalasnya, aku ingin tau bagaimana gadis ini akan memulai semuanya.


Cukup lama ia mengecup, tanpa pergerakan sama sekali, dia ini pura-pura atau apa sebenarnya.


“Luna, aku akan mengjarimu,”


Aku pun kembali bermain dengan bibir seksi itu, mengeksplor semua yang ada, Luna masih sangat pasif, sesekali ia membalas ciuman dan lumaatanku. Ada sensasi menggelitik di perut saat gigi gingsulnya yang imut itu menusuk lidahku.


“Akhh, Auww..”


“Kak, kakak kenapa?” tanya Luna saat mendengar pekikanku.


“Luna, kau menggigitku!” ucapku, tentu saja aku sedang berpura-pura.


“Ah, maaf Kak, aku tidak sengaja,” jawabnya dengan wajah yang kian memerah.


“Tidak apa-apa, kau sangat cepat belajar, apa ini kali pertamamu,” tanyaku sambil mengecup lesung pipinya, Luna sangat manis ketika tersenyum bahkan saat menangispun ia masih saja terlihat manis dengan lesung pipinya yang tertekan.


“Iya Kak, tentu saja!”


“Bagus, kau menjaga dirimu dengan sangat baik, Luna.”


“Tentu saja, siapa yang berani memacari puteri dar seorang BIN memangnya ya?” ucapku.


“Kak, kau mengejekku?”


“Tidak, aku sedang merayumu,” jawabku


kembali mencium bibir yang sedang cemberut itu, bibir yang tadinya hanya bersemu merah, kini semakin merah kebiruan karena hisapaan.


Aku pun membaringkannya ke tempat tidur, tetapi saat tanganku tak sengaja menyentuh area belakangnya, aku menyadari satu hal yang sangat menyebalkan.


“Luna, kau sedang…”


“Sedang…” aku bingung bagaimana harus mengatakannya sementara perasaanku sedikit kecewa saat ini.


“Iya Kak, aku sedang datang bulan,” ucap Luna menahan tawanya.


“Kau..” ah aku kesal sekali saat melihatnya tertawa mengejek.


“Kau membalasku Luna? Jadi kau membalasku?”

__ADS_1


“Tidak Kak, bukankah aku sudah memperingatkan kakak dari tadi? Kenapa kakak malah memaksa?”


“Tidak, aku tidak memaksa, tapi kenapa kau tidak mengatakannya sejak awal?”


“Kak, mana kutahu kakak akan memulainya? Kukira kakak hanya akan menciumku?” astaga, jika bukan istriku aku sudah pasti akan menenggelamkan gadis ini ke samudera hindia.


“Kau ini!! Benar-benar!” aku pun kembali memeluknya, mana mungkin gadis secantik ini akan kutenggelamkan begitu saja,


“Katakan, kapan itu akan selesai?” tanyaku.


“Hmm tidak tau Kak!”


“Katakan atau akan membuatmu menyesal..”


“Hahah, menyesal seperti apa Kak?”


Tanpa menjawabnya, aku langsung membaringkan tubuh itu dan membuka kancing bajunya, dengan cepat.


“Kak, apa yang kakak lakukan!”


“Kak!”


Aku tak perduli dengan teriakannya.


“Kak, kalau kakak melakukan hal yang menjurus ke sana, maka kakak yang akan menyesal!!” ucapan Luna pun menghentikanku, yang tadinya ingin membuatnya lemas.


***


Di tempat lain


AUTHOR POV


“Belikan aku ponsel baru Mas!” ucap Ana saat melihat suaminya baru saja membeli ponsel baru sebagai pengganti ponsel lama yang telah tercebur ke dalam air beberapa waktu lalu.


“Buat apa hm??” tanya Yoshi.


“Untuk menghubungi Luna! Aku ingin melihat Luna dan suaminya, Mas,” jawab Ana, ia sangat kesal karena sampai saat ini, Yoshi masih menyita ponsel miliknya.


“Tidak akan,” jawab Yoshi, mengacuhkan istrinya.


“Mas!” Ana menghentak-hentakkan kakinya karena Yoshi sama sekali tidak memperdulikan ucapannya.


“Mas, kau akan menyesal, lihat saja!” Ana pergi ke kamar, suasana kota venice masih bersuhu dingin sebab salju turun dengan derasnya.


Malam hari, saat Shian dan Gwen telah terlelap bersama para nanny. Ana sengaja membiarkan suaminya memasukki kamar terlebih dahulu. Setelah memastikan Yoshi sudah berada di kamar, dia pun masuk dan menuju ke ruang ganti, memilih kostum yang paling menarik, sesuai apa yang ia pelajari di situs, cara merayu suami yang aman, benar dan tidak merugikan diri sendiri, wkwk.


Yoshi yang sedang memantau pekerjaan via online-nya seketika menutup laptop itu dan menaikkan satu alisnya, saat melihat istrinya berpenampilan seksi


“Woohoo, lihatlah gadis SMA ini …” ucap Yoshi menatap Ana, dengan kostum ‘anak SMA’ plus-plus.

__ADS_1


“Om… Om yang tampan dan kaya, belikan adik manis ini ponsel keluaran terbaru dong!!” ucap Ana, mendekati Yoshi sambil melingkarkan dasi SMA-nya ke leher suaminya.


“Apapun untukmu Sugar baby,” ucap Yoshi meraih pinggang mulus Ana yang tak tertutup seragam.


__ADS_2