
Yoshi terdiam selama beberapa detik kemudian segera meraih polsel suami Luna tersebut.
“Apaan? Katanya gak mau liat batang!” ledek Reza saat sahabatnya itu begitu antusias melihat hal yang tadinya tidak menarik untuknya.
“Dimana dia sekarang?” tanya Yoshi, wajahnya menunjukkan keseriusan.
“Di kapal-lah!” jawab nahkoda itu santai.
“Za, lo ada identitas lengkapnya gak?” Yoshi masih memperhatikan foto pemuda bernama Bumi tersebut lekat-lekat.
“Identitas Bumi maksudnya?” tanya Reza dan dibalas anggukan oleh Yoshi, perasaannya mulai tidak enak.
“Adalah! Lo lupa kalo gue kapten?” Reza masih belum menyadari jika sahabatnya itu sedang memikirkan sesuatu yang mungkin akan sangat berbahaya untuk mereka semua dan keluarganya.
“Cepetan Za! Ini urgent!” sergah CEO itumulai gelisah.
“Iya-iya dasar hacker tengik gak sabaran!” ucap Reza kemudian membuka situs website resmi perusahaan kapal tempatnya bekerja, di sana ia mulai mencari data diri Paku Bumi, dalam hitungan menit semua identitas pemuda yang amat tidak disukai Reza tersebut terpampang jelas.
“Nih! Udah! Mau lo apain sih Yosh!” tanya Reza tak biasanya suami Ana itu terlihat sangat risau.
Yoshi membaca, memperhatikan dan mengaitkan semua informasi Bumi dengan data-data milik Nathan Lee, musuh bebuyutannya dan akar dari novel-novel author ini dimulai. Ehee😂
“Sh*t! si brengs*k itu masih punya keturunan yang berkeliaran di muka Bumi!” gumam Yoshi sambil mengepalkan tangannya, mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu yang telah memporak-porandakan hidupnya dan Ana.
“Apaan sih? Dia emang brengs*k Yosh! Tapi emang lo kenal?” Reza belum mengerti mengapa Yoshi sangat geram pada musuhnya itu.
“Za, dia beneran masih di kapal sekarang?”
“Apa dia melakukan sesutau pada Luna?” Yoshi mulai menginterogasi adik iparnya tersebut.
“Dia sahabatnya Luna malah!” ucap Reza.
“What?”
“Tapi, dia jatuh cinta sama Luna Yosh! Dan itu bikin gue naik pitam terus buang dia ke darat!” Reza mengingat kembali kemarahannya pada Bumi.
Yoshi tampak sibuk menghubungi asistennya yang sedang berada di Bali bersama anak dan istrinya.
“Halo David,” Ucap Yoshi saat sang asisten mengangkat telepon darinya.
“Ya tuan, ada yang bisa saya bantu,” respon David selalu saja secepat kilat saat menyangkut keluarga Luby.
__ADS_1
“Dia masih memiliki anak lain!” pemilik tangan putih itu berucap dengan otot kehijauannya yang menyembul hingga ke permukaan kulit.
“Si-siapa tuan?” David belum bisa menangkap perkataan bosnya taetapi ia bisa merasakan jika CEO itu sedang dalam kecemasan yang nyata.
“Nathan Lee,” ucap Yoshi.
“Maksud anda Nathan masih memiliki anak selain lain selain Albert?”
“Ya Dav, kita tidak bisa membiarkan semua ini, atau akar yang masih dalam masa pertumbuhan itu kian membesar dan mengikuti jejak ayahnya!” ucap Yoshi.
Nathan Lee adalah seorang hacker gadungan yang selama ini menjadi incaran Yoshi dan agen Pramuja, ayah Ana dan Luna.
“Selidiki semuanya dan berikan laporannya padaku sepeatnya!”
“Baik tuan!” David pun segera memulai misi dari bosanya itu,
Reza masih belum mengerti dengan apa yang sedang terjadi pada sahabatnya tersebut, Nathan Lee, Albert dan Bumi, tak satupun yang Reza ketahui dan apa hubungannya dengan pebinornya tersebut.
“Yosh, jelasin ke gue, ada apa? Lo kenal sama Bumi?” akhirnya pria itu menanyaan hal yang mulai mengusik hatinya itu.
“Ceritanya sangat rumit Za! Lo yakin mau dengerin?”
“Ya maulah, jangan bilang kalo Bumi itu mantan lo!” ledek Reza.
“Jadi setelah gue periksa, ternyata Bumi ini adalah putera kedua Nathan Lee!”
“Siapa tuh?” Reza mulai penasaran.
“Musuh gue! Musuh keluarga gue! Musuh keluarga ini! dan sekarang juga bakalan jadi msuh lo karena elo udah resmi jadi anggota keluarga ini!” Yoshi menjelaskan garis besarnya pada adik iparnya itu.
“Wait, tapi gue masih bingung Yosh! Siapa Nathan, siapa Albert?”
“Za, mereka semua adalah penjahat! Dan Bumi bukan hanya seorang pebinor untukmu tetapi juga ancaman bagi kita semua.”
Kedua pria itu saling membicarakan satu pria yang namanya sering muncul di televisi tersebut.
Nathan Lee dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan telah meninggal dunia. Saat ini yang tersisa hanyalah kedua anaknya yaitu Albert dan Bumi.
Albert telah ditangkap beberapa tahun yang lalu namun Bumi, mereka sama sekali tidak menyangka jika masih ada dirinya dalam silsilah keluarga Lee.
“Gue gak ngerti Yosh, apa ini ada kaitannya sama pembobolan data Negara yang dulu bapak tangani bersamamu?” Reza teringat perkataan Luna.
__ADS_1
“Ya itulah awal dari semuanya Za,” pungkas Yoshi, Reza mulai berfikir, ternyata kecurigaannya pada Bumi salama ini bukan tanpa alasan dan inilah alasan sebenarnya.
Bumi menyimpan sisi gelap di hidupnya, dan pemuda itu menyimpannya dengan begitu rapi.
Saat itu juga Reza mulai mencari tahu lebih banyak informasi tentang kejadian beberapa tahun silam tersebut.
(Charles, bagaimana keadaan kapal? Apa kapten baru menyenangkan? Apa kau tau dimana Bumi sekarang?) tulis pesan Reza yang dikirimkannya pada Charles.
(Captain baru nyaris sempurna Capt, apalagi bodynya. Ehehe! Sedangkan Bumi tidak terlacak jejaknya setelah Captain mengusirnya saat itu) balas Charles.
****
Beberapa hari kemudian,
Luna sedang memasak di dapur bersama ibunya, lalu datang Gwen dengan boneka boba pada genggamannya, gadis kecil itu selalu membawa benda empuk itu kemanapun ia pergi.
“Bibilu, Gwen mau jalan-jalan!” ucap gadis kecil tersebut. Jika Shian memanggil Luna dengan Aunty El, maka Gwen memanggil bibinya itu dengan Bibi Lu. Balita itu menarik baju Luna untuk pergi keluar.
“Mau kemana sayang?” tanya Luna mencubit pipi menggemaskan itu.
“Beli boba, bibi!” rengek Gwen.
Saat itu Reza yang melintasi dapur melihat keponakannya yang sedang manja pada istrinya, mulai mendekat, beberapa hari ini Luna begitu mengacuhkannya karena ‘kasus Jenny’ di hari itu.
“Gwen, mau jalan-jalan yah? Uncle boleh ikut tidak?” tanya Reza sambil melirik ke arah istrinya.
“Boleh Uncle, yeay!” gadis itu bersorak gembira. Tapi tidak dengan Luna, ia malah semakin menunjukkan rasa kesalnya pada Reza.
“Sayang ayolah! Buang jauh-jauh wajah tidak mengenakkan itu!” goda Reza,
“Aku masih malas dengan kakak!” ucap Luna.
“Kakak penuh misteri!”
“Apa masalahnya sayang! Kau sama sekali tidak ingin mendengarkan penjelasanku, aku bukan pria penuh misteri!”
“Yang penuh misteri itu Bumi, sayang!” Reza terlihat semakin lelah dengan drama yang tak kunjung usai itu.
“Jangan bawa-bawa nama Bumi lagi! Yang mengirimkanmu pesan kemarin bukan Bumi tetapi Jenny!” ucap Luna, kembali mengingat sebuah pesan yang dibacanya atas nama Jenny.
“Astaga, Luna kau belum tau siapa Jenny yang sebenarnya!”
__ADS_1
“Jika memang dia bukan siapa-siapa, coba pertemukan kami Kak!” pinta Luna masih dengan kekesalan yang membara.
“Ya baiklah! Baiklah! Kita akan bertemu Jenny,” ucap reza sambil menahan tawanya, tak bisa membayangkan bagaimana reaksi sang istri saat bertemu dengan makhluk bernama Jenny tersebut.