I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
Jenny Datang


__ADS_3

“Blokade semua akses ke luar negeri atas nama Albertus Lee!” ucap Pramuja kepada para agen rahasia lainnya, melalui telepon,


“Siap Agen Pram!” balas seorang bawahannya.


Yoshi memijat keningnya, memikirkan langkah apa yang akan dilakukannya setelah ini.


“Pak, cantumkan nama Bumi juga!” ucap Yoshi.


“Bapak tidak yakin dimana keberadaan Bumi, Yosh!”


“Dan bapak juga tidak yakin apakah anak itu juga berniat melakukan tindakan kejahatan seperti ayah dan kakanya atau tidak,” jawab anggota intelijen Negara itu.


“Tapi Pak, tidak ada salahnya jika kita mengantisipasi terlebih dahulu.”


“Apakah Bumi berada di tanah air saat ini?”


“Saya tidak tau Pak, terakhir kali ia bekerja di kapal Reza, bersama Luna, bahkan mereka sempat berteman,” ucap Yoshi.


“Jika begitu bapak akan memeriksanya sekarang juga!” Sejenak pria itu membuka tabletnya, lalu melapporkan kepada pihak berwajib dan pihak imigrasi jika WNI atas nama Bumi tidak dapat memasukki Negara ini, dan jika ia sedang berada di luar maka, ia juga tidak akan bisa masuk ke Negara Indonesia.


Yoshi melihat ke luar rumah memastikan jika kedua bodyguardnya sedang berada di tempat.


Dia tau jika Albertus bukanlah lawan yang kuat untuknya tetapi masalahnya pihak rumah sakit menkonfirmasi jika Albert memiliki gangguan kejiwaan akut, bisa dibilang mengarah ke psycho atau psikopat.


Yoshi sangat menyadari jika orang gila akan lebih berbahaya daripada seorang criminal normal lainnya, orang biasa akan takut dengan kematian, tetapi tidak untuk orang gila seperti Albertus, ia sunggguh mengecam hal ini.


“Papa!!” tiba-tiba saja Gwen datang dengan gelas kosong di tangannya,


“Ya sayang, ada apa hm?”


“Princess kenapa menangis?” Yoshi meraih tubuh anak berpippi gembul itui lalu menggendongnya.


Beberapa kali ciuman sang ayah mendarat ke pipi Gwen, Gwen sangat mirip dengan Ana, itulah mengapa Yoshi sangat menyayangi gadis manja itu.


“Pa, kakak jahat!”


“Huaa!” Gwen menangis hingga membuat hidungnya memerah.


“Sayang, katakan ada apa hm?” tanya Yoshi.


“Kakak meminum bobaku pa!”


“Oh, itu masalahnya, ya nanti kita beli lagi ya, atau mau sekarang belinya?” tawar ayah tampan tersebut.


“Gak mau Pa! Gwen maunya boba yang ini!”


“Ini dari teman Gwen! Dia bilang bakalan nganterin boneka boba Gwen yang dicuri penculik kemarin, hikss,” gadis kecil itu masih saja menangis,


sejenak yoshi berpikir akankah kisahnya dengan Ana dulu akan terulang lagi pada kisah putrinya tersebut, yaitu memiliki cinta sejati yang selama ini hanya dipandang sebelah mata oleh beberapa orang.


“Tapi sekarang alat penukarnya sudah dihabiskan oleh Kak Shian Pa!”


“Hanya bungkusnya saja yang tersisa!” Yoshi tersenyum mendapati anak gadisnya yang terus menangis hanya karena hal sepele, namun ia tak pernah meremehkan segala sesuatu meskipun menurutnya minuman boba itu tidak berguna,


namun putrinya begitu membuatnya berarti, sama seperti Ana yang rela pergi ke ujung dunia dulu, hanya untuk mencari gelang yang Yoshi berikan saat mereka masih SMA.


Bagaimanapun tanpa gelang itu, mungkin sampai saat ini Ana tidak akan mengakui jika aku adalah Ikau, gumam Yoshi.


“Sayang, mungkin memang minumannya sudah tiada, tetapi bukankah kau masih bisa menyimpan bungkusnya? Lagipula minuman boba tidak akan bisa bertahan lama jika kau terus menyimpannya, iaya kan?” Yoshi merayu putri kecil itu.


“Papa benar! Gwen bisa menyimpannya di tempat rahasia, dan nanti Gwen akan memberikannya saat ultraman itu datang!” jawab Gwen dengan bibir kecilnya yang menggemaskan.


(Author POV : Datangnya masih lama Gwen, masih 20 tahun lagi, (spoiler nih😂😂))


“Pa! jangan mengajari anak untuk menyimpan sampah!” ucap Ana yang berjalan menuju ruang keluarga.

__ADS_1


“Sayang, biarakan saja! Gwen sedang belajar bertanggungjawab akan janji yang ia buat bersama temannya,” ucap Yoshi membelai pipi istrinya.


“Mas, kau selalu saja memanjakan Gwen, dia akan semakin manja jika seperti ini!”


Melihat sang ibu datang, Gweneth langsung berlari ke kamarnya, ia tau jika ibunya pasti akan membuang sampah plastik itu.


“An, apa kau ingat tentang gelang dariku itu? Kaupun juga sama dengan Gwen, menyimpan barang tidak berguna itu di kopermu dan membawanya kemanapun kau pergi, bahkan ke kapal tempatmu bekerja!”


“Jadi biarkan saja Gwen dengan imajinasinya, dia sama denganmu sayang,” ucap Yoshi.


“Tidak Mas, aku menyimpan gelang berpita emas! Bukan gelas palstik murahan!” ucap Ana masih saja ingin membantah suaminya.


“Hentikan semua ini sayang, aku sedang tidak ingin berdebat denagnmu,” ucap Yoshi kemudian mencium istrinya.


Tiba-tiba saja terdengar suara keributan di halaman luar.


Ana menoleh, ia seperti mengenal suara-suara berisik itu.


“ANA!!!!”


“EZA SEYENGG!”


“Kami datang!” terdengar suara yang sangat mereka rindukan selama beberapa tahun terakhir ini.


“Jenny??” Ana melihat ke arah jendela, lalu segera menuju pintu gerbang yang sedang dijaga oleh para bodyguards.


“Ah banci kaleng itu!”


“Untuk apa dia datang kemari!” ucap Yoshi sambil mengikuti istrinya yang berlari menemui sahabat-sahabatnya.


“Genkkk!! Kalian datang??” Ana segera membuka pintu gerbang itu namun salah seorang bodyguardnya menahan dirinya.


“Nyonya jangan!” ucap sang penjaga.


“Kami harus melapor kepada tuan dulu untuk menerima tamu.


“Cyinn penjaga yey ini resek banget loh!”


“Masa eyke gak dibolehin masuk! Kan kasian bayi eyke cyin!” ucap Jenny sambil menimang bayi yang sepertinya baru saja lahir.


“Ya ampun, ini anak kamu Jen?”


“Kamu beneran nikah sama Evelyn?” Ana hampir saja kehilangan kesadarannya saat melihat kedua sahabatnya itu telah menikah bahkan telah memiliki bayi.


“Mas! Cepetan suruh bukain pintunya! Kasian Jenny bawa baby!” ucap Ana, kemudian Yoshi memberi isyarat kepada kedua penjaga itu untuk membukakan pintu.


“Wah, bisa juga nih banci bikin anak!” celetuk Yoshi.


“Ih Chief! Yey makin hot aja! Ahh gemas!” ucap Jenny sambil mencubit dagu Yoshi dengan gemas.


“Kau! Masih saja berani padaku?!” Yoshi hampir saja memukul waria yang sebenarnya normal itu.


Jenny langsung berlari ke dalam rumah sementara Ana menggendong bayi milik temannya tersebut.


“Mana nih Eza!”


“Eza seyengg!” tubuh gemulainya melenggok kesana kemari mencari kapten itu.


“Jangan berisik! Dasar banci!” ucap Yoshi kesal.


Cup


Bukannya diam, tetapi Jenny malah mencium pipi Yoshi. Ana pun segera menenangkan suaminya yang sedang naik pitam dan hampir memberikan pukulan pada Jenny.


“Mas, jangan! Mas!” Ana menggegendong bayi sambil menahan tubuh suaminya.

__ADS_1


“Kau sungguh kuarng ajar Jen!” bentak Yoshi tetapi waria itu tau jika Ana akan melindunginya.


“Jen, udah dong jangan gangguin laki aku terus, aku takut kamu bonyok ntar!”


“Iye iye An, abisnya chief Yoshi hot sih!” ucap Jenny sambil menggigit bibir bawahnya, membuat Yoshi semakin geram.


Saat itu juga Reza keluar dari kamarnya bersama Luna. Luna tertegun melihat sang kakak ipar sedang tertahan oleh kakanya, sementara seorang makhluk asing sedang berada di dalam rumah itu juga.


“Woah!!”


“Siapa ini?” ucap Reza melihat sang sahabat sedang tersenyum gemas padanya.


“Eza seyeng, ih kangen tau!”


“Dih, udah punya anak masih aja melambai lu Jen!” ucap Reza menepis belaian Jenny.


“Tapi gimana ceritanya nih? Lu serius begituan sama Evelyn? Emang bisa?! Haha!” ledek reza terbahak, sementara Luna masih mencerna apa yang sedang dilihatnya.


“Ih yey ngeremehin eyke ya!!” Jenny memukul kepala Reza dengan kipas bulu pink kesayangannya.


“Serius Jen? Lo bikin anak ini atau beli dimana gitu?” ucap Reza sambil memperhatrikan bayi kecil pada dekapan Ana tersebut.


“Sembarangan ya kalo ngemeng! Eyke jambak bibir lu entar, dasar bule tengik! Beli-beli! emangnya beli dimanakah!” ucap Jenny sambil mengibaskan rambutnya yang kini mulai tumbuh.


“Gimana cara bikinnya penasaran gue! Benaran berdiri gak sih Jen!” lagi-lagi Reza mempertanyakan pertanyaan konyol tersebut,


sementara Luna masih terdiam dan sesekali memperhatikan teman aneh suaminya itu.


“Teganglah, kalo gak tegang gimana bisa jadi bayi gemas gitu Ejaa!” ucap jenny sambil mengentak-hentakkan kakinya membuat semua orang terbahak.


“Eh, ni bini gue Jen! Dari kmearen dia pengen ketemu elo!” ucap Reza, sambil menahan tawanya sebab Luna terlihat begitu malu.


“Kak, benarkah ini yang namanya Jenny itu?” bisik Luna padan telinga suaminya.


“Benar sayang, sekarang kau masih cemburu tidak?” goda Reza, namun tak ada jawaban dari istrinya tersebut, saat itu juga Luna bersalaman dengan Jenny.


“Hai Cyiuun, siapa namanya?” tanya Jenny dengan gaya genitnya.


“Lu-luna!” jawab Luna sedikit kaku, saat Jenny menggenggam tangan gadis itu.


“Jangan lama-lama! Gue tau lo sebenarnya normal kan!” bentak Reza melepaskan tangan Jenny dari tangan Luna.


“Ih yey! Posesif benget sih Eza!!”


"Mentang-mentang punya bini cecan!"


“Eh Jen, dimana Eve dan Dian?” tanya Ana sambil memberikan bayi Jenny susu.


“Oh mereka masih shopping Cyin!” jenny masih saja terlihat gemulai hingga seorang wanita datang menjewer telinganya.


“Bagus ya!”


“Kumat lagi penyakitnya! Biar apa coba kayak gitu-gitu? Biar apa Mas!” bentak Evelyn yang baru saja datang masuk ke rumah lalu menjewer suaminya.


Saat itu juga seketika Jenny berdiri dengan gagahnya layaknya seoarng pria maskulin.


“Eh sayang, baru datng ya!” ucap Jenny mengecup bibir istrinya di depan semua orang. Yoshi yang sejak tadi malas melihat pria itu seketika mendongakkan kepalanya.


“Wah, ini baru seru ladyboy imitasi itu ternyata sangat romantis!” ucap Yoshi melihat sahabat istrinya yang selama ini hanya berpura-pura sebagai seorang banci, kini terlihat begitu gentle.


Bahkan dada bidang Jenny membusung dengan sempurna.


Pria tampan bernama asli Kesatria Bagus Jumantoro tersebut rela berpura-pura menjadi seorang waria demi mengejar gadis yang sangat dicintainya itu hingga ke kapal untuk bekerja.


Satriya adalah nama asli Jenny, sebelum bekerja di kapal, ia telah jatuh hati pada gadis pemilik apotek di kota dengan nuansa kekeratonannya sangat kental, tempat ia dilahrikan,

__ADS_1


Saat Satrya ingin menyatakan perasaannya pada gadis bernama Evelyn tiba-tiba Ayah Evelyn memberinya ultimatum untuk menjauhi gadis itu sebab Evelyn adalah kaum berkasta sedangkan Satriya hanyanlah seorang pribumi biasa. Lalu mengirim Evelyn ke kapal agar terjauhkan dari Satriya.


Kisah yang cinta yang cukup rumit, Satriya harus berpura-pura menjadi sahabat Evelyn, dan menurutnya menjadi seorang ladyboy adalah cara yang cuklup ampuh yang ia gunakan agar sang pujaan hati bisa dekat padanya tanpa aling-aling apapun.


__ADS_2