I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
I LOVE YOU CAPT!!


__ADS_3

Luna POV


“Kak, apa yang dokter katakan?” tanyaku sekali lagi, apa aku salah dengar, jika Kak Reza mengatakan jika aku hamil.


“Luna, dokter itu bilang, kau hamil,” jawab Kak Reza, dan ia menatapku dengan miliyaran pertanyaan,bagaikan tersambar petir, tersambar kilat tersambar badai Katrina. Aku ingin pingsan lagi saja saat mendengar ucapan Kak Reza, apa benar dia telah melakukannya padaku entah saat aku sedang tertidur, atau sedang pingsan atau kapan. Mengapa aku bisa tiba-tiba hamil, tanpa proses yang kusadari.


“Kakak bercanda? Mana mungkin aku hamil?”


“Sungguh Luna, aku juga tidak mengerti, bagaimana kau bisa hamil?” Kak Reza malah kembali bertanya kepadaku.


“Gak mungkin Kak,aku gak mungkin hamil. Apa kakak sudah berbuat macam-macam kepadaku ha?”


“Apa maksudmu Luna?” tanya Kak Reza, ah kenapa dia malah berbalik bertanya kepadaku seolah aku yang telah melakukan sesuatu padanya.


“Jangan pura-pura Kak! Saat aku pingsan, saat aku tertidur, apa kakak yakin tidak melakukan apapun padaku? Jujur saja Kak!” ucapku, aku ingin mnedapat penjelasan dari suamiku ini.


Entah bagaimana aku bisa merasa kecolongan.


“Astaga Luna, demi Tuhan aku belum melakukan apapun padamu, kenapa aku harus mencuri jika aku bisa memintanya? Kau ini ada-ada saja,” Kak Reza terlihat kesal, baru kali ini aku melihat si tampan itu bingung dan kesal seperti itu.


“Lalu?” tanyaku.


“Lalu apa? Seharusnya aku yang bertanya padamu, bagaimana kau bisa hamil, padahal aku belum menyentuhmu sama sekali Luna!”


“Kakak ini apa-apaan ha? Siapa yang sudah menyentuhku jika bukn Kakak?”


“Hanya kau yang tau Luna,” jawab Kak Reza dingin.


“Jadi kakak menuduhku selingkuh? Benar begitu?” aku pun menjadi ikut kesal padanya, mana mungkin aku selingkuh jika suamiku saja sesempurna itu.


“Entahlah Luna,” Kak Reza meneghela nafas panjang. Astaga, pria ini bodoh atau apa, bukankah setelah menikah kami selalu bersama, lalu mengapa bisa-bisanya ia menuduhku berselingkuh. Apa dia pikir aku punya kesempatan untuk berhubungan dengan orang lain.


“Kak, apa yang kakak pikirkan? Mana mungkin aku selingkuh? Kita baru saja menikah, bahkan belum genap satu bulan.”


“Itu yang sedang kupikirkan Luna, kukira meskipun kau tidak mencintaiku, setidaknya kau bisa menjaga kehormatanmu sebagai istriku, aku kecewa Luna,” ucap Kak Reza lirih, kalimat itu sangat menghujam jantungku.


“Kakak sungguh curiga padaku?”


“Aku tidak tau Luna,” Kak Reza benar-benar menyebalkan.


“ Aku tidak selingkuh Kak!”

__ADS_1


“Benarkah?” Kak Reza memijat keningnya seakan benar-benar sedang stress memikirkanku.


“Benar Kak, lagipula apa benar aku sedang hamil?”


“Itulah yang dokter katakan, sekarang semua orang tengah benar-benar mengira jika kau sedang hamil, mereka bahkan sangat bahagia, tetapi sayangnya itu bukan anakku, bukan?” tanya Kak Reza, lagi-lagi kalimatnya sangat menyakitkan untukku, jika bukan dengannya aku hamil, lalu ini anak siapa, aku meraba perutku yang masih rata, ingin kutanyakan pada makhluk kecil itu


Nak, kau ini benar ada atau tidak? Jika benar katakan kapan papa melakukannya, kenapa kau membuat mama sangat pusing seperti ini.


Dengan bodohnya ku bermonolog.


“Kak, kenapa kau jahat sekali! Menuduhku hamil anak orang lain! Sudah mencuri tidak mau mengaku! Dan sekarang kakak malah mengatakan hasil perbuatanmu sebagai anak orang lain!” astaga, aku benar-benar lepas kendali, bagaimana seseorang yang sangat bijak seperti dirinya bisa berfikiran picik seperti itu.


“Aku benar-benar belum melakukan apapun padamu Luna, sungguh. Bagaimana mungkin bayi itu hasil perbuatanku?” Kak Reza masih saja tidak mau melihat ke arahku,dia menunduk seolah sedang frustasi.


“Kak! Cukup! Aku tidak selingkuh Kak, sungguh! Jangan mengada-ada. Dan, anak ini benar anakmu Kak!” kini aku mulai menangis, entah mengapa rasanya sakit sekali saat Kak Reza mengatakan jika memang aku tidak mencintainya, dan aku pun tidak dapat menjaga kehormatannya.


“Kak, please. Percayalah, aku sedang mengandung anakmu Kak,” ya ampun,ini sangat membingungkan. Aku bahkan tak tahu jika aku benar sedang hamil atau tidak, tetapi aku terus membenarkan hasil pemeriksaan itu. Rasanya seperti seorang gadis yang sedang meminta pertanggungjawaban pada pacarnya yang brengsek dan tidak mau menikahi setelah menghamili.


“Luna, katakan yang sejujurnya padaku?” ucap Kak Reza.


“Katakan apa Kak?” aku tak tau apa yang ia maksud.


“Kak, pria itu apa? Aku benar-benar tidak memiliki hubungan dengan orang lain Kak, bahkan sebelum menikah denganmu pun aku juga tidak memiliki pacar, kau tau itu Kak!”


Hiksss


Astaga aku menangis di hadapannya sekarang, sungguh memalukan, tetapi ia juga sudah sangat keterlaluan.


“Aku tau kau sama sekali tidak mencintaiku Luna, tetapi bukan berarti kau bisa melakukan apapun padaku,” ucapan Kak Reza semakin membuatku menangis.


Hikkss Huuaa


“Kak, kau jahat!”


“Kau jauh lebih jahat Luna,” ucap Kak Reza, setiap jawaban dari perkataanku selalu bernada dingin.


“Kak, ayo kita buktikan, apakah benar aku sedang hamil atau tidak. Jika memang benar maka kaulah satu-satunya ayah dari bayi ini!” entah keberanian dari mana yang membuatku bisa mengancam dirinya.


“Tidak perlu, katakana saja kau mencintaiku. Dan aku akan bertanggungjawab.


“Kak , kau ini sedang mengerjaiku atau apa?”

__ADS_1


“Terserah padamu Luna,sudah baik aku mau bertanggungjawab,” balasnya semakin membuat otakku memanas.


“Ya, aku mencintaimu Kak,” akhirnya kata itupun terlontar begitu saja, entah mengapa rasanya ada sensasi geli di perutku saat aku menyatakan rasa padanya, seakan ini pengakuan dari dalam hatiku sendiri bukan keterpaksaan.


“Kau seperti tidak ikhlas Luna,” Kak Reza masih saja berputar-putar. Guys, sebenarnya aku ini sedang hamil atau tidak hey??


“I LOVE YOU CAPT!!” ucapku tentu saja dengan segenap rasa tak karuan di jantungku.


“I love you too, hehe,”


(Dih 'hehe'nya ngeselin 🤧)


balas Kak Reza, seketika wajah yang sejak tadi menunduk itu mendongak mentapku.


“HHAAHHA”


Kak Reza bangkit dari duduknya, suara tawanya menggema memenuhi kamar aneh kami.


Jangan tanyakan bagimana perasaanku saat ini, si kaku itu benar-benar tengah mengerjaiku.


“Apa ini Kak? Kau sungguh kekanak-kanakan,” ucapku, aku bukannya membalasnya tetapi aku malah menangis aku takut jika diriku benar-benar tengah hamil dan dia tidak mau mengakui anaknya.


“Kak kau keterlaluan, aku membencimu Capt!” aku pun pergi keluar kamar tetapi dia menahan tanganku.


“Jangan marah Luna, bukankah kau mencintaiku?” ucapnya menghentikan tawanya tetapi aku masih bisa melihat ia memegangi perutnya yang kotak-kotak itu untuk menahan tawa.


“Kak, kau mempermainka perasaanku hari ini,aku memang bodoh, tetapi bukan berarti kau bisa membodohiku seperti tadi!” aku mencoba melepaskan tangannya.


“Jangan seperti itu Luna, aku minta maaf ya, jika kau marah padaku, lalu bagaimana dengan bayi itu? Bukankah dia membutuhkan ayah?”


“APA? Jadi aku benar hamil Kak?” astaga, aku ini hamil atau tidak sih GUYS??


“Emm” Kak Reza tampak berfikir, aku curiga jika dia akan mengerjaiku lagi.


“Kak! Katakan apa benar sudah terjadi sesuatu di antara kita? Tapi kapan?” tanyaku, masih saja dengan kebodohan yang belum hilang.


“Belum, mari lakukan sekarang!” ucapnya menarikku ke pelukannya. Ah aku senang sekali, meskipun sudah dikerjai sejak tadi. Dada bidang, aroma parfum musk-nya begitu menerbangkan imajinasiku.


“Lakukan apa Kak?” tanyaku pura-pura.


“Lakukan yang seharusnya dilakukan oleh dua orang yang saling mencintai.” Akupun tersipu malu, jadi Kak Reza benar-benar telah menganggap perkataanku tadi serius, dan jika begitu bisakah aku menganggap perkataannya tadi dengan keseriusan juga. Ah terimakasih Author atas rezeki ngawur ini wkwk

__ADS_1


__ADS_2