I LOVE YOU CAPT !!

I LOVE YOU CAPT !!
FINAL END - Dua Malaikat Bermata Biru


__ADS_3

...Bahagia itu adalah di saat kita mampu memerangi hati dan jiwa yang terus memuntut lebih dan lebih, dari yang saat ini kita miliki. Jika angka satu saja sudah bisa membuatmu tetap hidup, mengapa harus mengejar angka dua....


...Bahagia itu di saat dia yang menyayangimu dengan sepenuh hati, tidak mempermasalahkan masa lalumu atau sisi gelapmu menjadi sebuah kekurangan....


...Begitu juga dengan dirimu yang menganggap sisi gelapnya bukan sebagai sesuatu yang akan kau jadikan sumber untuk diungkit saat sedang memulai perdebatan dengannya....


...Tuhan mungkin pernah bahkan sering mengambil sesuatu yang susah payah kita genggam, namun Dia tidak akan mengambilnya kecuali untuk menggantinya dengan sesuatu yang jauh lebih baik untukmu...


...Jika kau sudah bersama orang yang tepat, maka bertahanlah, kita mungkin bisa bersama dengan orang yang nyaman tetapi untuk mendapatkan bunyi 'klik' pada sebuah hubungan, percayalah itu bukan perkara yang mudah....


...- Author -...


Tangisan bayi memecah kesunyian ruang bersalin itu, Reza dengan rambutnya yang berantakan serta wajahnya jauh dari kata segar, sedang memegangi salah satu bayinya.


Sedangkan Luna memeluk dan meletakkan bayi yang lain pada dadanya untuk melakukan IMD atau Inisiasi Menyusui Dini. Air matanya tak dapat berhentilah mengalir saat sadar jika dirinya kini telah menjadi seorang ibu, begitupn dengan Reza, yang terus memandangi wajah mungil yang rupawan itu, ia melihat dirinya sendiri pada wajah bayi laki-laki itu.


"Hai putra handsome Daddy, selamat datang ke dunia, lihatlah adikmu sangat cantik bukan?" Reza mengarahkan pandangannya pada bayi perempuan jelita yang sedang mencari-cari puti*g ibunya itu.


Luna telah melahiran sepasang bayi kembar, lelaki dan perempuan, dalam kondisi yang sehat. Entah bagaimana mereka mendapapatkan gen twins itu, yang jelas saat ini kedua orang tua baru itu begitu terselimuti dengan kebahagiaan dan berkat.


"Kak, wajahnya sangat mirip denganmu," ucap Luna sambil membelai pipi kemerahan bayi itu.


"Ya, tak satupun dari mereka yang mirip denganmu sayang!" Reza begitu bangga pada istrinya yang telah mampu berjuang untuk melahirkan anak-anak mereka.


"Kau curang kak! apa yang kau lakukan? Akulah yang mengandungnya selama sembilan bulan tetapi saat mereka lahir mengapa tak. satupun yang wajahnya mirip denganku?" dengus Luna kesal.


"Genku lebih banyak Luna, jangan khawatir nanti kita coba lagi, untuk membuat satu lagi yang akan mirip denganmu," goda Reza.


"Astaga kak, kenapa kau sangat mesum sekarang! sama seperti kak Yoshi!" Luna ingat setiap saat Yoshi selalu saja mengganggu Ana dengan pikiran 'adult' nya.


"Aku tidak mesum Luna, aku hanya bicara tentang kerealistisan saja!" Reza mengecup puncak kepala Luna dengan penuh cinta.


Tak berapa lama bayi dalam dekapan hot daddy itu menangis histeris, membuat Reza panik dan kelabakan.


"Sayang apa baby girl sudah selesai menyusu? sepertinya boy juga ingin!" tanya Reza.

__ADS_1


"Kak, tetapi si girl ini masih terus menyusu!" jawab Luna menunjukkan betapa bayi itu sedang meminum dengan kuatnya.


"Astaga, kemana orang-orang? perawat dan yang lainnya?" Reza panik, mencari bantuan di tengah tangisan sang putera.


"Kak, berikan padaku!" Luna meraih bayi tampan itu, dan menukarnya dengan si cantik,"


"Oh sayang, kau sangat cantik jika semakin dilihat! tidak sia-sia Daddy membuatmu dengan berbagai posisi!" ucap Reza, asal. Sambil menimang bayi itu.


"Kak, apa kau tidak bisa mengganti pujianmu dengan nyanyian saja? aku pusing mendengarnya! " protes Luna.


"Aku tidak bisa bernyanyi Luna, keahlianku hanya satu, mengemudi kapal dan mengemudi hatimu," ucap Reza sambil tertawa. Kejadian itu terus berulang, Luna terus menyusui kedua bayi itu secara bergantian.


Luna pun hanya menggelengkan kepalanya, sesekali meringis saat sang bayi menguatkan hisaapannya, ibu baru akan selalu membutuhkan adaptasi dalam menyusui.


Setelah drama panjang, akhirnya kedua bayi bermata biru itu tertidur, Reza merebahkan keduanya dalam box bayi di samping tempat tidur Luna.


Reza menggenggam tangan sang istri lalu menciuminya.


"Sayang terimakasih atas semua yang kau lakukan dan berikan kepadaku,"


Luna terisak, ia tak pernah membayangkan jika Tuhan akan memberikannya dua bayi sekaligus.


"Kak, kau sangat berarti untukku. Jangan pernah mengatakan tentang ketidaksempurnaan, karena tujuan kita bukanlah menjadi sempurna, melainkan menjadi lebih baik dari pribadi kita sebelumnya."


Luna memeluk tubuh tegap itu, sebelum beberapa orang memasuki ruangan tersebut dan membuat suasana menjadi kacau.


"Eh, malah mesra-mesraan! mana ponakan gue! " ucap Yoshi sambil menghampiri box bayi dengan diikuti Ana di belakangnya.


"Astaga sangat menggemaskan!" puji Ana lalu menggendong salah satu dari bayi itu. Begitupun dengan Yoshi, pria itu juga menggendong bayi perempuan adiknya tersebut.


"Itu yang cowok kaya gue mukanya ya Za, ganteng!" celetuk Yoshi.


"Kaya elo dari mana! kaya guelah!" balas Reza tidak terima.


"Ah elu dulu juga ngatain Shian mirip elo tapi gue biasa aja!"

__ADS_1


"Biasa apaan! bukannya elo mau nonjok gue waktu itu!" sergah Reza.


Tak berapa lama kemudian Alex, Dewi, Pram dan Larissa memasukki ruangan itu, sungguh wajah-wajah oma opa yang begitu berseri, tak sabar ingin melihat cucu mereka.


"Ah ini dia cucu kesayangan opa!" ucap Alexander sambil memeluk bayi-bayi mungil itu.


"Pa, biar mama yang gendong!"


"Jangan Ma, memang Mama bisa? mama kan kasar orangnya!"


"Pak, Bu, sebaiknya satu-satu saja menggendongnya kan bayinya ada dua!" ucap Pramuja memberi solusi.


Reza dan Luna hanya memperhatikan para orang tua itu beradu saling memperebutkan bayi yang bahkan beluk bisa membuka matanya dengan sempurna itu.


Beberapa minggu kemudian


"Kak, bisakah kau membantuku memasangkan diapers?" pinta Luna yang sedang kelabakan mengurus dua bayi bermata biru itu.


"Iya sayang bukankah aku yang selalu memasangkannya!" sanggah Reza.


"Kau bahkan selalu sama tertidur kak! memasangkan apanya!" gerutu Luna dengan bibir tipisnya yang terus mengomel.


"Ah itu berarti hanya halusinasiku saja ya!" goda Reza.


"Sayang kapan masa nifas berakhir?" Reza mengeratkan pelukannya pada pinggang sang istri, aroma tubuh Luna selalu berhasil menaikkan insting liar kapten itu.


"Sudah berakhir dari dua minggu yang lalu kak!"


"Apa??"




Hai Aunty & Uncle onlineku, terimakasih ya sudah mendukung karya receh Author. Semoga bisa bertemu kembali di karya selanjutnya! Love you as always 😘😘

__ADS_1


...THE END...


__ADS_2